hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Hegemoni Sevilla, Blunder Besar Klopp

Hegemoni Sevilla, Blunder Besar Klopp
Sevilla berhasil meraih gelar Europa League 3 kali berturut-turut. Sumber foto: Mirror

Sevilla akhirnya sukses menjadi yang terbaik di ajang Europa League setelah semalam berhasil mengandaskan perlawanan Liverpool dengan skor akhir 3-1. Satu gol dari Kevin Gameiro dan sebuah brace dari Andujar Coke sudah cukup untuk menutup kegemilangan gol milik Daniel Sturridge sekaligus mengukir sejarah untuk diri mereka sendiri dan persepakbolaan Spanyol pada umumnya. Ya, Sevilla kini benar-benar menancapkan hegemoninya sebagai penguasa tunggal Europa League (baca: Prediksi Sevilla vs Liverpool) dengan raihan total 5 trofi, dimana 3 diantaranya diraih dalam 3 musim terakhir alias 3 kali berturut-turut, sesuatu yang belum pernah dicapai tim manapun. Bravo! Congratulations, Los Rojiblancos!





Foto-foto perayaan Sevilla sebagai kampiun Europa League edisi 2015/2016. Sumber: Mirror

Highlights Sevilla vs Liverpool


Klopp menyesali kegagalan Liverpool. Sumber: Mirror
Blunder Besar Klopp
 
Siapapun yang melihat pertandingan final Europa League semalam, saya yakin sebagian besar akan sepakat bahwa Juergen Klopp melakukan sebuah kesalahan fatal. The Reds sebenarnya mengawali laga dengan sangat baik. Performa enerjik yang ditunjukkan Phillipe Coutinho dkk di babak pertama sepintas akan mengingatkan kita pada partai perempat final dan juga semifinal, dimana Liverpool tampil begitu perkasa menumbangkan para lawannya. Gol cantik Daniel Sturridge yang bertahan hingga turun minum seakan semakin menegaskan bahwa malam ini akan menjadi milik mereka. Liverpudlian begitu bungah dan siap untuk berpesta. Pada momen ini, Sevilla sama sekali tidak bermain buruk. Jose Antonie Reyes dkk tetap menunjukkan bahwa mereka tim yang pantas berada di final. Sayangnya, Liverpool tampil begitu militan hingga penampilan wakil La Liga tersebut seperti tenggelam di bawah bayang-bayang The Reds.

Memasuki babak kedua, penampilan Liverpool benar-benar berubah. Mereka seperti tim lain. Andai diibaratkan, mereka adalah Barcelona di babak pertama dan kemudian menjadi Aston Villa di babak berikutnya. Benar-benar bak bumi dan langit. Saya pikir, dan mungkin dunia pikir, sesuatu pastilah terjadi di ruang ganti dimana Klopp mungkin saja memberikan instruksi yang 'aneh'. Tak ada lagi penampilan Liverpool yang begitu menekan seperti babak pertama. Roberto Firmino cs bahkan cenderung tampil amat defensif. Beberapa orang mungkin akan mengatakan bahwa Sevilla menunjukkan penampilan hebat di babak kedua, tapi tidak, menurut hemat saya, Sevilla sudah tampil bagus sejak menit awal. Liverpool sendirilah yang menggali kuburan untuk diri mereka sendiri di babak ke-2 dengan berpura-pura tampil bertahan, seakan gol semata wayang mereka di babak pertama sudah cukup untuk memenangkan gelar.

Dan ketika gol-gol Sevilla datang begitu cepat, semuanya sudah terlambat. Penampilan ambigu The Reds menelan biaya besar, kegagalan. Gegenpressing telah berubah menjadi Gegendepressing. Antiklimaks.
Share This :