hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Belgia 0-2 Italia : Jersey Belgia Lebih Kuat Daripada Pemainnya

Belgia 0-2 Italia : Jersey Belgia Lebih Kuat Daripada Pemainnya
Leonardo Bonucci menjadi salah satu pilar penting Italia saat menumbangkan Belgia semalam. Italianfootballdaily

Tim Italia datang ke Euro Perancis dengan menorehkan rekor yang sekilas akan terdengar tidak nyaman, yakni tim dengan rata-rata usia pemain tertua sepanjang sejarah perhelatan Euro (31 tahun, 169 hari)! Dengan kenyataan ini, tak heran jika rumah taruhan dunia akhirnya justru lebih menjagokan Belgia, dengan statusnya sebagai negara dengan peringkat nomer 1 se-Eropa, untuk memenangkan pertandingan. Namun yang terjadi di atas lapangan sungguh sama sekali tak mencerminkan bahwa daftar peringkat FIFA itu berguna. Dengan rataan usia yang tinggi, Italia tak ubahnya seperti seorang kakak yang mengajari adiknya bermain bola yang benar. Pengalaman, determinasi, kekuatan, Italia benar-benar unggul jauh. Ini seperti melihat pertarungan antara Itachi Uchiha melawan adiknya, Sasuke Uchiha dalam kisah anime populer Naruto Shippuden. Betapa bertambah kuatnya Sasuke, jutsu terkuat apapun yang ia pelajari, Itachi akan selalu bisa mengalahkannya. Itulah Itachi Uchiha, the real master of sharingan. Nah, jadi melenceng dari topik deh, hehe...

Jersey Belgia Lebih Kuat Daripada Pemainnya

Saat pertandingan dimulai, saya menangkap citra yang amat kuat dari para pemain Belgia. Ada apakah ini gerangan? Sedetik kemudian saya menyadari, strong presence itu terpancar dari jersey yang mereka kenakan. Menurut situs Colour-Affects, perpaduan dari warna hitam, merah dan sedikit sentuhan kuning di jersey Belgia memiliki efek psikologis yang mengintimidasi, agresif dan kepercayaan diri yang luar biasa besar. Tak heran, ketika kamera berada di belakang punggung Gianluigi Buffon, pasukan De Rode Duivels yang dikomandoi sang big man Marouane Fellaini, memancarkan aura yang begitu menekan. Untuk sejenak saya percaya bahwa tim Belgia ini memang pantas lebih diunggulkan. Namun perasaan itu hanya sejenak saja singgah. Selang kira-kira 10 sampai 15 menit pertama berjalan, saya menyadari generasi emas Belgia ini tidak lebih kuat dari jersey yang mereka kenakan.

Lukaku berduel dengan Chiellini. Sumber: Mirror
The New Catenaccio is Born

Lewat sebuah umpan lambung yang sangat akurat hasil kreasi Leonardo Bonucci, Emanuelle Giaccherini berhasil menyontek bola dengan akurasi tinggi untuk menaklukkan kiper Belgia, Thibaut Courtois. Satu kosong keunggulan Italia bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Belgia lagi-lagi dibuat tak berkutik. Meski Romelu Lukaku sempat mendapatkan peluang emas, sayang tendangannya hanya melambung beberapa centimeter saja dari mistar gawang Buffon. Sialnya, itu menjadi satu-satunya peluang terbaik Belgia di sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Graziano Pelle berhasil menggandakan keunggulan Italia berkat kelengahan lini belakang Belgia di menit-menit akhir pertandingan. Gli Azzuri pun resmi menutup pertandingan dengan skor 2-0. Sebuah kemenangan yang nyaman.

Segera setelah pertandingan berakhir, komentator, para pandit dan banyak media lainnya memuji habis-habisan taktik permainan Italia sebagai sistim Catenaccio yang baru. Antonio Conte dianggap berhasil memimpin Italia ke era baru yang membuat tim ini tampak lebih berenergi. Sistim 3 bek yang diisi trio Juventus, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli, secara luar biasa berhasil menjadi jantung permainan Italia. Benar, Anda tidak salah baca. Jantung permainan yang biasanya sering ditempatkan di lini tengah, kini bisa bertransformasi di lini belakang. Jangan lupakan pula kehadiran Gigi Buffon sebagai the last man standing sekaligus pelengkap dari trio bek di depannya, dimana pemain paling senior di tubuh Italia ini tak hanya menjadi tembok yang kokoh, tapi juga sebagai motivator yang sangat handal.

Highlights Belgia vs Italia :

Dengan permainan yang begitu kokoh seperti ini, saya cukup yakin Italia patut diperhitungkan untuk mengganggu peluang calon kuat juara lainnya. Irlandia dan Swedia yang beberapa jam sebelumnya bermain imbang 1-1, seharusnya bukan lawan menyulitkan untuk Gli Azzuri di babak grup ini.
Share This :