hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Jerman 0-0 Polandia : Segan, Sungkan, Sungkem

Jerman 0-0 Polandia : Segan, Sungkan, Sungkem
Toni Kroos gagal membawa Jerman memenangkan pertandingan melawan Polandia. Sumber: Newsweek

Yang satu menyandang status sebagai juara Piala Dunia edisi terkini, sedangkan yang lain menyandang status tim dengan rekor gol tersubur di babak kualifikasi Euro 2016. Keduanya, secara historis juga dihubungkan dengan masa lalu kelam dimana Germany's Holocaust menyebabkan ribuan jiwa rakyat Polandia melayang. Uniknya di masa kini, banyak warga Polandia yang bekerja atau menuntut ilmu di Jerman, termasuk tentu saja Robert Lewandowski, striker kebanggaan Polandia yang bekerja di Bayern Munchen, klub sepakbola terbaik milik Jerman. Bab hitam dan putih antara Jerman dan Polandia ini seharusnya sudah cukup untuk dijadikan alasan pertandingan sepakbola yang mempertemukan keduanya akan berjalan menarik. Namun yang terjadi kenyataannya tidak demikian.

Tendangan Lewy masih dapat diblok Boateng
Keduanya bermain dengan kikuk dan saling segan seakan tak ingin membuka bab hitam hubungan kedua negara. Lewandowski, striker paling subur di Bundesliga musim lalu, dalam satu kesempatan yang memberinya ruang tembak yang sangat baik, nyatanya malah berlama-lama memegang bola seakan-akan menunggu Jerome Boateng, temannya sendiri di Allianz Arena, untuk datang mengejarnya dan mem-block tendangannya. Lewy seakan sungkan untuk mengarahkan tembakannya kepada Manuel Neuer, teman setimnya yang lain dimana ia mendapatkan gajinya. Melihat pertandingan antara Jerman dan Polandia semalam seperti melihat majikan dan abdinya yang paling setia. Sang majikan tidak tega menyakiti, si abdi hanya bisa menunduk seakan sedang sungkem. Pertandingan yang sungguh bernuansa keningratan.

Jerman memulai pertandingan dengan taktik yang dipopulerkan oleh Pep Guardiola, False 9. Taktik ini jelas bukan barang baru bagi Jerman. Sejak tim ini kekuarangan stok di sektor striker, pilihan taktik ini memang menjadi yang paling masuk akal. Sialnya, kali ini taktik tersebut hampir sama sekali tak berjalan. Alasannya pun bisa macam-macam, mulai dari Mario Gotze yang tak tajam, duet Draxler-Ozil yang mirip seperti menyandingkan Steven Gerrard dan Frank Lampard dimana kedua pemain ini hanya bisa hidup jika dipisah, bukan dimainkan bersama, sampai kesuburan seorang Thomas Mueller yang katanya seakan menguap. Mau alasan apapun, nyatanya Jerman gagal membuat gol ke gawang Lukasz Fabianski. Titik. Dan itu artinya cukup buruk untuk tim sekelas mereka.

Arkadiusz Milik kembali ke Bundesliga?
Di lain pihak, Polandia, seperti yang saya sebutkan di atas, dimana tim ini lebih mirip abdi Jerman ketimbang lawan yang ingin menumbangkan mereka, tampil dengan performa yang bagus tapi jelek, buruk tapi disaat bersamaan tetap menawan. Tanggung. Bagus karena mereka bisa menahan imbang tim sekelas Jerman, menawan karena mereka berhasil meredam taktik pasukan Joachim Loew. Jelek karena mereka pun nyatanya tak dapat membuat sebiji gol pun, buruk karena 2 peluang emas yang didapat Arkadiusz Milik dibuang dengan sia-sia begitu saja. Ah, nama ini, Arkadiuz Milik, versi yang lebih segar dari Lewandowski. Saya tidak akan kaget jika pemuda ini musim depan tiba-tiba saja menjadi bagian dari Bayern Munchen atau tim Bundesliga lainnya. Meski Milik pernah bekerja di Bayer Leverkusen, namun gelontoran golnya yang tinggi bersama Ajax Amsterdam musim kemarin bisa saja akan menariknya kembali ke Jerman. Ingat, ini game antara majikan dan abdinya!

Highlights Jerman vs Polandia

Berkat penampilan seperti ini, untuk sesaat saya meragukan peluang Jerman untuk dapat menjuarai ajang ini. Namun sejak semua tim sepertinya belum menunjukkan potensi maksimalnya, gambaran tim yang pantas berada di final sejatinya masih abu-abu. Tapi, Jerman yang ini sungguh... ah, sudahlah. ☺
Share This :