hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Klasemen Akhir Grup B : Tim Tiga Singa Istimewa, Tapi ....

Klasemen Akhir Grup B : Tim Tiga Singa Istimewa, Tapi ....
Jack Wilshere, penampilan singkat gelandang Arsenal tidak membuahkan hasil maksimal. Sumber: Express

Apa yang identik dengan tim nasional Inggris? Jika pertanyaan ini dikemukakan, maka jawabannya adalah kick n' rush dan formasi pengusung paling tepat untuk itu, 4-4-2. Saat awal-awal penunjukan Roy Hodgson sebagai pelatih kepala The Three Lions pada 2012 pun, formasi baku ini masih dipertahankan. Namun seiring berjalannya waktu, Inggris berevolusi. Four four two mulai ditinggalkan dan formasi 4-3-3 yang revolusioner mulai dipakai. Hasilnya? Sepuluh kemenangan dari 10 pertandingan babak kualifikasi Euro 2016, yang dilanjutkan 3 game tanpa kekalahan di babak grup Euro 2016 yang baru saja usai. Istimewa. Dengan formasi ini, Inggris ternyata mampu mendominasi lawan. Jarak antar pemain menjadi lebih dekat sehingga passing sukses lebih sering tercipta. Inggris yang seperti ini benar-benar membuat saya terkesan.

Namun, bau kick n' rush belum sepenuhnya hilang. Hal ini tampak dari cara menyerang Jordan Henderson dan kawan-kawan yang frontal dan terkesan buru-buru. Alhasil, lawan menjadi terlalu defensif dan memasang alarm waspada tingkat tinggi sehingga menyulitkan Inggris sendiri untuk membongkar pertahanan lawan. Tim Tiga Singa harus belajar cara mengatur tempo untuk memancing musuh keluar dari sarang.

Hendo layak dipertahankan di tim utama Inggris
Bermain cantik sudah, mendominasi permainan sudah, bertahan dengan baik juga sudah. Mengapa Inggris hanya bisa bermain 0-0 melawan Slowakia? Simple sekali, karena Inggris tidak mampu menciptakan gol. Ya, meski menciptakan 29 tembakan yang mengancam Slowakia, hanya 5 shots on target yang tertera di statistik pertandingan, menjadikan serangan-serangan Inggris sangat tidak efektif dan mubazir.

Berita baiknya, sayap kanan Inggris mampu kembali tampil paling dominan meski berganti pasangan. Nathaniel Clyne dan Jordan Henderson yang menggantikan pasangan Adam Lallana dan Kyle Walker, berkali-kali menjadi tumpuan serangan Inggris nan berbahaya. Terutama Henderson, pemain Liverpool ini patut mendapatkan apresiasi tersendiri karena dari kakinyalah beberapa umpan matang Inggris tercipta. Catatan lainnya, meski tidak mampu mencetak gol, saya sangat berharap Hodgson mempertahankan pasangan Jamie Vardy dan Daniel Sturridge di lini depan Three Lions daripada memaksakan menurunkan Harry Kane yang sedang off-day. Dari pertandingan melawan Slowakia, kita bisa lihat betapa Sturridge mampu memberikan sentuhan a little magic that can strike deathly. Sementara Vardy memiliki pace tingkat tinggi yang sepertinya hanya dia yang memilikinya di skuad Inggris saat ini. Inggris yang ini benar-benar istimewa, tapi jelas masih perlu sentuhan pembenahan yang signifikan.

Highlights Inggris vs Slowakia

Fantastic Mr. Wales

Sesuai prediksi, wakil-wakil Britania Raya benar-benar mampu menguasai 2 posisi teratas grup B dan meninggalkan 2 wakil Eropa Timur di bawah mereka. Yang sedikit meleset dari perhitungan adalah Inggris gagal mengklaim posisi puncak, yang tentunya akan membuat peluang mereka di fase gugur menjadi sedikit lebih berat. Namun alih-alih meratapi kenyataan ini, kita harus angkat topi terhadap penampilan fantastis Wales yang di waktu bersamaan dini hari tadi secara luar biasa mampu menggebuk Rusia tiga gol tanpa balas, membuatnya setara dengan Belgia dan Spanyol sebagai tim yang sanggup menghabisi lawan dengan selisih 3 bola tanpa kebobolan. Aaron Ramsey dan Gareth 'Gales' Bale menjadi duet mematikan di lini tengah yang sanggup mengorkestrasi timnya dengan amat sangat baik.

Wales dengan cerdik memanfaatkan kelengahan sekaligus kelemahan backline Rusia yang kaku, standar dan terkesan kuno. Ketiga gol Wales semuanya tercipta dengan proses yang hampir sama, menusuk melalui blind spot garis terakhir pertahanan Rusia, meninggalkan para bek tim beruang merah hanya dapat terpaku ketika gol tiba-tiba saja sudah bersarang di gawang Igor Akinfeev. Terdengar kasar untuk dikatakan, namun Inggris harus mau belajar dari saudara serumpunnya itu bagaimana cara bermain dengan brilian.

Highlights Rusia vs Wales

Klasemen Akhir Grup B EURO 2016
Share This :