hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Perancis 2-0 Albania : Sisi Jahat Kemenangan

Perancis 2-0 Albania : Sisi Jahat Kemenangan
Kemenangan Perancis adalah 'kejahatan' sepakbola

Jika Anda pernah menyaksikan salah satu serial televisi paling populer saat ini, Game of Thrones, Anda akan melihat betapa kemenangan dapat diraih dalam berbagai macam cara. Yang ksatria, yang licik, pun cara yang paling keji sekalipun, mengaburkan batas mana pihak yang baik dan mana yang jahat. Dalam dunia sepakbola ternyata kemenangan dengan cara yang jahat juga dapat terjadi. Albania menjadi korban 'kekejaman' tuan rumah Perancis menyusul 2 gol yang dilesakkan dalam 5 menit terakhir menjelang bubaran. Bagaimana mungkin Perancis yang tampil buruk hampir sepanjang pertandingan dapat memenangkan pertandingan? Bagaimana mungkin 20 dari 22 tembakan tak terarah Olivier Giroud cs dapat meraih 3 poin? Albania jelas layak mendapatkan satu poin berharga milik mereka, bahkan dalam beberapa kesempatan merekalah yang lebih pantas memenangkan pertandingan. Dengan tak menampik bahwa gol-gol yang tercipta adalah gol-gol brilian, kemenangan ini pastilah ada campur tangan kekuatan jahat di baliknya. Pasti!

Albania 'dikadalin' Perancis. Sumber: Mirror
Entah apa yang dipikirkan Didier Deschamps ketika memutuskan membangku cadangkan Paul Pogba dan Antoine Griezmann saat Perancis begitu membutuhkan kemenangan sekaligus status lolos secepatnya. Benar saja, taktik pelatih yang sempat membesut Marseille dan Juventus ini kemudian banyak mendapat kritikan. Anthony Martial dan Kingsley Coman yang diturunkan menggantikan 2 figur yang lebih senior di atas, meski tak bermain terlalu buruk, namun kentara sekali tak dapat memimpin timnya menuju kemenangan yang diinginkan. Ditambah penampilan Giroud yang, silakan katakan apapun sesuka Anda tentang pemain ini, ketiga poros serang Perancis ini benar-benar hanya menghamburkan amunisi Les Bleus tanpa satupun peluru yang dapat melukai lawannya. Mudarat!

Memasuki babak ke-2, pikiran Deschamps seakan terbuka. 'Kebodohannya' dalam bermain taktik di babak pertama ia bayar lunas di babak kedua dengan keputusan yang amat penting nan brilian. Dalam rentang waktu yang berbeda, Deschamps memasukkan 3 pemain yang nantinya berperan amat signifikan dalam meraih kemenangan Perancis. Pogba, Griezmann dan terakhir Andre-Pierre Gignac berturut-turut menggantikan ketiga poros mubazir Perancis tadi dengan penampilan superb. Griezmann mencetak gol pertama Perancis di menit ke-90 sedangkan Gignac memberikan umpan manis yang diselesaikan dengan lebih manis lagi oleh Dimitri Payet. Tuan rumah Perancis akhirnya memastikan diri lolos ke fase knock-out setelah 89 menit sebelumnya bermain buruk. Jahat, apa yang kamu lakukan ke aku itu jahat! Begitu mungkin bunyi pekikan hati para punggawa Albania.

Payet menendang corner flag setelah membuat gol
Payet is the New Zidane

Kebesaran nama Perancis di kancah internasional tak dapat dilepaskan dari nama 2 playmaker terhebatnya, Michel Platini dan Zinedine Zidane. Meski setelah 2 pertandingan awal Euro 2016 ini Perancis belum menunjukkan bahwa mereka pantas untuk merebut trofi Henri Delaunay, namun ada satu nama yang mungkin pantas untuk selalu disebut sebagai yang terbaik di turnamen ini, Dimitri Payet. Ya, gelandang milik West Ham United itu kembali mencetak sebuah gol cantik yang menahbiskannya menjadi top skorer sementara turnamen 4 tahunan ini bersama penyerang Rumania, Bogdan Stancu. Sejak Payet tidak, atau belum, setajam Platini dan ataupun memiliki skill kontrol bola yang tak seindah milik Zidane, Anda boleh-boleh saja untuk tak merestui Payet sebagai dirijen Perancis yang baru. Namun mau tidak mau itulah yang terjadi sekarang. Payet is the new Zidane. Peran Payet untuk Perancis di perhelatan Euro kali ini sungguh sangat sentral dan mungkin tak tergantikan. Real Madrid dan Zidane sendiri yang terang-terangan menyatakan jatuh cinta terhadap sang gelandang, bahkan konon sudah menyiapkan proposal untuk membajak Payet dari dekapan West Ham.

Highlights Perancis vs Albania

Sekali lagi, setidaknya bagi saya, Perancis menampilkan permainan yang tak mengesankan. Bahkan pada setengah jam pertama saya sempat menguap karena suguhan game yang begitu membosankan. Jika Perancis sampai dapat menjuarai Euro kali ini dengan permainan semacam ini, mereka pasti melakukan trik jahat yang tak kasat mata. Pasti!
Share This :