hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Spanyol 1-0 Rep. Ceko : Menembus Tembok Negara Republik Cech

Spanyol 1-0 Rep. Ceko : Menembus Tembok Negara Republik Cech
Para pemain Spanyol kesulitan menembus gawang Ceko yang dijaga Petr Cech. Sumber : UEFA

Melewati 86 menit yang rasanya begitu melelahkan karena tak juga dapat mencetak gol meski mendominasi permainan, Spanyol akhirnya dapat bernapas lega setelah tandukan Gerard Pique berhasil meruntuhkan kokohnya tembok bernama Petr Cech pada menit ke-87. Sempat membuat 1 peluang emas menjelang akhir laga, Republik Ceko harus puas pulang dengan kekalahan 1-0.

Saat peluit kick-off dibunyikan, kedua tim tampak akan saling menyerang menandakan permainan akan berjalan mengasyikkan. Ceko bahkan sempat beberapa kali mengancam gawang Spanyol yang kali ini dipercayakan kepada David de Gea, meski rumor tak sedap sempat menghantui kiper Manchester United tersebut sebelum pertandingan. Namun keadaan ini tak berlangsung lama. Gagal menciptakan gol cepat seperti yang diharapkan, Ceko segera menerapkan taktik bertahan paling populer di dunia sepakbola beberapa tahun belakangan ini, 'Parkir Bus'. Entah mereka takut berduel dengan sang juara bertahan Euro ini ataukah sejak awal mereka memang hanya berharap dapat mencuri satu poin, praktis sejak kira-kira menit ke-10 Republik Ceko mulai mengurung diri sambil sesekali melancarkan serangan balik.

Petr Cech bermain fantastis melawan Spanyol
The Great Wall Cech Republic

Alhasil, sepanjang pertandingan kita akan disuguhi permainan setengah lapangan. Ball possession bahkan sempat menyentuh angka 69% berbanding 31%. Jika ini adalah Jerman, mungkin Anda akan melihat Manuel Neuer duduk bersila sambil ngopi di depan gawangnya sendiri! ☺

Skor akhir yang hanya 1-0 juga tak merepresentasikan banyaknya peluang maupun jumlah tembakan yang dihasilkan para pemain Spanyol. Selain taktik 'Parkir Bus' yang memang masih mumpuni, jelas ada satu nama yang bisa dibilang adalah pahlawan Ceko yang sebenarnya. Ya, tepat sekali, dialah Petr Cech. Sang kiper Arsenal ini setidaknya melakukan 4 penyelamatan penting yang membuat gawangnya tetap perawan sampai menit ke-86. Meski akhirnya tembok Cech runtuh berkat tandukan Gerard Pique, tak dapat dipungkiri dialah man of the match dari kubu Ceko. Tanpa kehadirannya, bukan tak mungkin Ceko sudah tamat sebelum babak kedua dimulai.

Andres Iniesta, The Real Hero of Spain
Andres 'El Cerebro' Iniesta

Biasanya, yang bisa disebut sebagai man of the match seringkali adalah orang yang menjadi pencetak gol penentu kemenangan. Gerard Pique sebagai protagonis tersebut tentu layak mendapatkannya. Namun panitia pertandingan, dan mungkin termasuk Anda dan sebagian besar fans sepakbola mengamini, suami dari penyanyi Shakira tersebut belum cukup layak untuk mendapatkan titel MotM. Sesaat setelah gol kemenangan itu tercipta, Sergio Busquets mengangkat tangan Andres Iniesta, seolah menyatakan bahwa peraih predikat European Best Player 2012 itulah sang pahlawan sebenarnya. Dan saya pun tak dapat lebih dari setuju terhadap hal itu. Sepanjang laga, Iniesta-lah otak permainan Spanyol. Meski Cesc Fabregas membuat satu penyelamatan maha penting di awal babak ke-2, tak dapat dipungkiri, Iniesta yang membuat umpan matang kepada Pique-lah yang pantas menyandang status MotM. Bahkan ada sedikit sentilan, andai Iniesta tak bermain atau ditarik oleh Vicente del Bosque, mungkin benar Spanyol tak akan memenangkan pertandingan ini.

Highlights Spanyol vs Republik Ceko

Meski Spanyol terlihat sudah dapat melepas kenangan buruk atas penampilan mereka di Piala Dunia 2014, sejatinya tim ini sama sekali belum teruji. Ketakutan Ceko untuk bermain terbuka membuat kekuatan Spanyol belum terukur. Bahkan sesekali, kita bisa melihat serangan 'ala kadarnya' dari Ceko sudah membuat lini belakang Spanyol kelabakan. Beruntung David de Gea tampil bagus. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah tidak padunya lini depan tim Matador. Terlebih untuk Alvaro Morata dan Nolito, keduanya seperti bermain sendiri-sendiri dan tak kompak. Jika penampilan seperti ini tak diperbaiki, bukan tidak mungkin Spanyol akan terhenti sebelum mencapi final.
Share This :