hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Meninjau Pentingnya Laga Pramusim

Meninjau Pentingnya Laga Pramusim
"Pre-season is a fake, for good and for bad" - Jose Mourinho

Kolumnis Skysports, Adam Bate, suatu kali melemparkan pertanyaan, Apakah laga pramusim itu penting? Tuan Bate menuliskan sejumlah fakta bahwa hasil pertandingan pramusim hampir selalu tak berkorelasi langsung dengan penampilan sesungguhnya di liga. Jose Mourinho suatu ketika bahkan menggambarkan laga pramusim dengan cukup ekstrim. "Pramusim adalah sebuah kebohongan, entah hasilnya bagus atau jelek," seloroh the special one ketika masih menjabat sebagai pelatih kepala Chelsea, yang pada saat itu dikalahkan New York Red Bulls dengan skor cukup mencolok, 4-2. "Ketika Anda bermain sangat jelek, itu palsu, dan ketika Anda bermain sangat bagus, itu juga palsu", imbuhnya.

Sialnya, musim lalu Mourinho seperti termakan omongannya sendiri. Hasil melawan New York Red Bulls ternyata menjadi indikasi betapa rapuhnya pertahanan mereka. Hasilnya, selain kasus Eva Carneiro tentu saja, The Blues Chelsea musim lalu dibawanya pada rekor pertahanan terburuk selama karir kepelatihannya, yang seperti kita tahu, akhirnya berimbas langsung pada pekerjaannya. Dipecat.

Namun, 2 musim sebelumnya, di sebuah laga pramusim dimana The Blues dikalahkah dengan telak 3-0 oleh Wolfsburg, Chelsea kemudian malah menorehkan rekor 21 game tanpa kalah untuk kemudian meraih gelar Liga Inggris 2014/2015. Pada poin ini, seperti yang dikatakannya, hasil laga pramusim benar-benar tak dapat dijadikan patokan untuk menilai sebuah tim akan sukses dalam mengarungi kompetisi liga atau tidak.

Louis van Gaal saat jadi pelatih MU. Sumber: Mirror
Bagaimana dengan tim lain? Ternyata sama saja. Contohnya Manchester United musim lalu, atau 2 musim sebelumnya, ketika pasukan Louis van Gaal secara impresif mengalahkan lawan-lawan kelas berat macam AS Roma, Valencia, Liverpool, hingga duo raksasa La Liga, Real Madrid dan Barcelona. Tapi apa hasilnya? Secara kontinyu MU dibawah kendali Van Gaal hanya mendapatkan cemoohan demi cemoohan terutama karena gaya bermain mereka yang membosankan. Dan oh ya, mereka akhirnya 'hanya' akan berlaga di kompetisi kasta kedua Eropa musim depan, Europa League, sebagai warisan terakhir LvG. Benar-benar tak mencerminkan betapa bagusnya mereka saat pre-season.

Kesimpulannya, celoteh ekstrim Mou tentang laga pramusim mungkin saja benar, bahwa hasil bagus pramusim tidak otomatis menuntun suatu tim pada kesuksesan yang sebenarnya, begitu pula hasil yang jelek, tidak serta merta berarti sebuah bencana. Namun, tentu saja bukan berarti laga pramusim tak berarti sama sekali.

mendiang Bob Paisley, sang legenda. Sumber: Liverpoolecho
Untuk memaknai dengan benar pentingnya laga pramusim, mungkin kita harus menengok kembali bagaimana legenda Liverpool sekaligus Inggris pernah berkelakar. Bob Paisley, sang legenda itu, melihat laga pramusim sebagai sebuah kesempatan untuk menghimpun sekaligus menghemat energi. Pada masanya, laga pramusim Liverpool hampir selalu jauh dari sorotan. Yang paling terkenal kemudian, dari falsafah sederhananya tentang laga pramusim ini, adalah ketika Liverpool dipandang sebagai aib Inggris karena menjadi juru kunci di sebuah laga pramusim tahun 1980 bertajuk Rotterdam Tournament.

Saat itu The Reds tak berdaya menghadapi perlawanan dari 3 peserta lain yakni Hamburg, Standard Liege dan tuan rumah Feyenoord. Namun apa yang terjadi kemudian? Liverpool berhasil dibawa Paisley berjaya di Eropa dengan menggondol gelar Piala Champions 1981, gelar keempat The Reds di kancah tertinggi benua biru atau gelar ketiga Paisley selama 9 tahun menukangi Liverpool! Semua gara-gara filosofi sederhananya tentang laga pramusim. Jadi, ada yang mau meniru? ☺

sumber : Skysports
Share This :