hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Perancis 5-2 Islandia : Si Tampan dan Si Cantik Belum Tentu Jadian!

Perancis 5-2 Islandia : Si Tampan dan Si Cantik Belum Tentu Jadian!
Dimitri Payet ikut merayakan gol cantik yang dicetak kompatriotnya, Antoine Griezmann. Sumber foto: UEFA

Tuan rumah Euro 2016, Perancis, berhasil melaju ke babak semi final setelah mengandaskan perlawanan Islandia dengan skor cukup mencolok 5-2. Islandia yang digadang-gadang bakal meneruskan tren kejutan yang dibuat Leicester City di English Premier League ternyata tak berdaya menghadapi keapikan permainan tim Ayam Jantan. Berikut adalah beberapa catatan menarik yang dapat dipetik dari pertandingan perempat final antara Perancis vs Islandia semalam.

Paul Pogba mencetak gol kedua Perancis
1. Si Tampan Berjumpa dengan Si Cantik Belum Tentu Jadian

Maksud dari ungkapan di atas adalah, setiap tim yang bermain cantik belum tentu menang saat berjumpa dengan tim yang bermain buruk, begitu juga sebaliknya. Atau bisa juga diartikan, tim yang bermain baik belum tentu menghadirkan permainan yang menarik saat berjumpa tim yang juga bermain sama baiknya. Dalam konteks pertandingan semalam, Perancis, yang dari 4 pertandingan sebelumnya tak pernah membuat gol di babak pertama, bisa kita katakan bahwa Paul Pogba cs hampir selalu bermain tak terlalu mengesankan terutama di 45 menit pertama permainan. Mengapa akhirnya Perancis bisa mencetak 4 gol di babak pertama saja semalam? Jawabannya ada pada Islandia.

Dari pertandingan semalam, saya baru menyadari bahwa Islandia bermain dengan gaya yang unik, gaya yang akan jarang Anda temukan di wilayah Eropa daratan. Saya sendiri tak dapat menyebutkan apa itu pastinya, namun gaya unik ini membuat tim Islandia tampak seperti tim yang sering melakukan olahraga lain saat latihan. Seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, dimana kiper Hannes Halldorsson dulunya adalah atlit olahraga Bola Tangan sebelum akhirnya terjun ke sepakbola, bisa jadi banyak variasi latihan yang dilakukan Gylfi Sigurdsson dkk yang hanya akan ada di Islandia saja. Mungkin itu yang membuat gaya sepakbola mereka menjadi terlihat unik. Sekali lagi mungkin, ini hanya pendapat pribadi saya saja.

Gaya unik Islandia ini akhirnya merepotkan 4 tim lain yang bertanding melawan mereka di babak-babak sebelumnya, termasuk tentu saja Inggris. Sial, gaya unik ini tak lagi bekerja saat menghadapi Perancis, tim yang sedang dalam tren permainan yang aneh terutama di babak pertama. Islandia seakan kehabisan ide untuk menjodohkan sepakbola unik mereka dengan sepakbola aneh milik Perancis. Bak lamaran yang ditolak, Islandia pun akhirnya ditampar dengan keras sebagai tanda dua gaya kedua tim tak saling cocok.

Olivier Giroud tampil cemerlang dengan mencetak dwigol
2. The Rise of Olivier Giroud

Jika membicarakan tentang Olivier Giroud, Anda akan mendapati 2 kubu pro dan kontra dengan jumlah pendukung yang sama banyaknya. Saya pribadi cukup heran mengapa ada kubu yang kontra, karena nyatanya, meski tidak selalu mencetak gol dan terkadang permainannya tampak tak berguna, tak dapat disangkal bahwa Giroud adalah sang nomor 9 sejati yang keberadaannya jelas sangat dibutuhkan tim manapun. Terlebih pada pertandingan melawan Islandia semalam, penampilan Giroud sangat istimewa. Tak hanya mencetak 2 gol sebagai wujud pemaksimalan perannya sebagai ujung tombak tim, striker milik Arsenal tersebut juga berperan maksimal sebagai pemantul serangan, yang puncaknya bertransisi menjadi sebuah assist cantik untuk gol ke-4 Perancis, sebuah gol yang tak kalah cantiknya, yang dicetak Antoine Griezmann.

Gol balasan Islandia menandakan mereka tak mudah menyerah
3. Islandia adalah ... Islandia

Anda boleh menyebutnya pantang menyerah, gigih memberikan perlawanan, haram mengibarkan bendera putih, atau bahkan keras kepala, kepada Strakarnir Okkar (julukan tim Islandia), karena memang seperti itulah mereka. Meski telah tertinggal 4 gol, Islandia tak lantas menyerah begitu saja, atau mengubah gaya bermain mereka karena sudah pasti tersingkir. Tidak, mereka sama sekali tidak melakukan itu. Mereka tetap bermain seperti biasa dan benar-benar nothing to lose. Hasilnya pun menakjubkan. Islandia berhasil mencetak dua gol balasan berkelas, yang kalau dihubungkan dengan poin pertama artikel ini, gol-gol itu tercipta karena Perancis di babak kedua bermain 'normal' layaknya tim besar. Bukan tidak mungkin, andai tim Ayam Jantan selalu bermain 'baik' sejak menit pertama, bisa jadi kita akan melihat kejutan ala Cinderella story ini terus berlanjut. Mungkin saja. Yang jelas, meski kalah telak, Islandia telah membuat sejarah untuk mereka sendiri yang layak dibanggakan kepada anak cucu mereka.

Highlights Perancis vs Islandia
Share This :