hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Ragnar Klavan, Dari Elva Menuju Sisi Merah Merseyside

Ragnar Klavan, Dari Elva Menuju Sisi Merah Merseyside
Liverpool merampungkan transfer Ragnar Klavan dari Augsburg. Sumber foto: The Telegraph

Pada perhelatan Euro 2016 yang baru lalu, seberapa banyak Anda mengenal pemain-pemain Islandia, yang akhirnya mencatatkan sejarah harum negeri mereka dengan menyingkirkan Inggris? Saya yakin jumlah nama yang Anda kenal tidak akan banyak, bahkan setelah sejarah harum itu tercipta sekalipun. Dan apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Ragnar Klavan? Oh tidak, dia bukan orang Islandia, namun dia berasal dari Estonia, negara yang tak kalah 'terpencil'-nya, dalam ranah sepakbola Eropa, dengan negerinya Gilfy Sigurdsson tersebut. Kini, salah satu tim kebanggaan Inggris, tim yang mencat merah separuh distrik metropolitan Merseyside, tim yang mungkin juga menjadi pujaan Anda, Liverpool, baru saja meminang Ragnar Klavan dari Augsburg dengan bandrol 5 juta pounds. Siapakah Klavan?

Saya tidak tahu apakah nama Klavan cukup populer untuk para fans Bundesliga, namun saya pribadi sebagai fans Liga Inggris, nama Ragnar Klavan jelas masih sangat asing. Musim lalu, Klavan menjadi salah satu bek paling menonjol di Bundesliga. Kenyataannya, sejak mendarat pertama kali di Augsburg pada bulan Juli 2012, dengan cepat Klavan bertransformasi menjadi bek tangguh yang tak lagi tergantikan. Tepat sekali, bisa dibilang Klavan adalah bagian penting dari revolusi Augsburg menjadi tim reguler di Bundesliga. Revolusi apa?

Augsburg vs Liverpool di EL musim 2015/2016
Sebagai informasi untuk Anda, Augsburg boleh dibilang adalah Leicester City-nya Jerman. Sebuah tim kecil yang sudah berusia lebih dari seabad, pada awal milenium baru mereka terjerembab di divisi empat Liga Jerman. Bayangkan betapa tak terkenalnya mereka. Namun berkat sentuhan seorang pengusaha lokal yang akhirnya membeli saham Augsburg, tim ini perlahan mulai bangkit, dengan cepat. Dan pada akhir musim kompetisi 2010/2011, untuk pertama kalinya mereka berhasil promosi ke divisi utama Bundesliga. Sensasi Augsburg rupanya tak berhenti disana. Hanya membutuhkan 3 musim, Augsburg mencapai sukses yang lebih sensasional lagi, yakni finish di posisi ke-5 di akhir musim kompetisi 2014/2015, yang artinya memberi mereka hadiah berlaga di kompetisi Eropa pertama mereka! Tentu saja, Klavan akhirnya juga berperan penting dalam petualangan pertama Augsburg di kancah Europa League musim lalu. Impresif? Tentu saja!

Karir Ragnar Klavan termasuk unik. Pria yang tahun ini sudah berusia 30 tahun ini memulai karir sepakbola profesionalnya dari klub lokal Estonia yang baru saja resmi berdiri pada tahun 2000, Elva. Meski saat ini Klavan dikenal sebagai bek tangguh, tapi awal karirnya justru dimulai sebagai midfielder, posisi yang sama yang dijalani Ayah kandungnya, yang juga merupakan pemain tim nasional sepakbola Estonia.

Klavan juga pernah diundang untuk melakukan trial di Ajax Amsterdam. Pelatih Ajax saat itu, Danny Blind, menyukai gaya bermain Klavan dan hendak merekrutnya. Namun keinginan itu tidak disetujui oleh Louis van Gaal, yang saat itu menjabat sebagai direktur teknik Ajax. Van Gaal beralasan bahwa Klavan terlalu tinggi dan pasti akan lamban saat mengkaver area pertahanan. Lucunya, esk manajer Manchester United itu pula yang kemudian merekrut Klavan saat menjadi manajer Heracles Almelo.

Klavan sudah dipantau Klopp sejak di Bundesliga
Jauh sebelum akhirnya resmi dipinang Liverpool, Klavan sejatinya sudah hampir menjadi pemain Sunderland bertahun-tahun yang lalu. Sayang, karena terbentur berbagai macam regulasi, Klavan gagal berkarir di Inggris lebih cepat. Pada tahun 2015, saat Klavan sedang bagus-bagusnya bersama Augsburg, Everton pernah mengajukan tawaran. Namun tawaran itu ditolak karena sang agen menilai bahwa Everton bukanlah tim yang memiliki level kelas atas Eropa. Ah, para Liverpudlian mungkin akan kegirangan mendengar kenyataan ini.

Di Estonia, Klavan sempat dijuluki sebagai David Beckham-nya Estonia. Julukan itu tersemat karena Klavan pernah memacari Lenna Kuurma, seorang musisi pop yang tergabung dalam sebuah girlband di negeri itu, Vanilla Ninja. Namun julukan itu tak bertahan lama seiring putusnya hubungan kedua sejoli tersebut.

Ragnar Klavan, disadari atau tidak, sepertinya hampir selalu ditakdirkan untuk membela tim yang sedang atau mengalami era kebangkitan. Dan asal Anda tahu, Klavan adalah pemegang 3 gelar Estonian Player of The Year, membuatnya lebih dari cukup untuk dapat diandalkan Juergen Klopp mengamankan area pertahanan Liverpool untuk musim yang panjang. Dan jika Anda para Kopites masih meragukannya, tenang saja, Klopp sangat tahu kemampuannya karena sang gaffer asal Jerman tersebut sudah memperhatikannya saat berkiprah di Bundesliga.

Menurut Anda, apakah Ragnar Klavan akan menjadi pembelian penting Liverpool musim ini? Silakan berikan pendapat Anda di kolom komentar.

sumber: The Telegraph, Mirror
Share This :