hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Vincent Janssen, Manusia Lima Ribu Persen

Vincent Janssen, Manusia Lima Ribu Persen
Vincent Janssen dalam sesi foto di markas Spurs. Ia mencetak 27 gol bersama AZ Alkmaar musim lalu

Tottenham Hotspur baru saja menyelesaikan transfer, yang menurut beberapa pandit dunia, akan menjadi salah satu pembelian terbaik musim 2016/2017, Vincent Janssen, striker muda milik AZ Alkmaar dengan nilai mencapai 18,5 juta poundsterling. Nilai itu tentu bukan nilai sulit untuk dikeluarkan tim sebesar Hotspur. Namun yang menarik disini adalah The Lilywhites sejatinya memiliki kesempatan untuk menarik Janssen dengan nilai yang jauh lebih murah, karena pemuda kelahiran 22 tahun yang lalu itu tahun lalu 'hanya' dihargai AZ Alkmaar 340.000 poundsterling ketika meminangnya dari klub divisi dua Liga Belanda, Almere City. Ya, dengan proses kepindahannya ke White Hart Lane, Janssen telah meningkatkan nilai jualnya sendiri lebih dari 5000% kali lipat! Wow! 

Siapakah Janssen? Apakah dia layak mendapatkan harga yang naik berkali-kali lipat seperti itu? Jika ukurannya adalah gol, maka ya, dia sangat layak. Perlu Anda tahu, Vincent Janssen adalah top skorer Eredivisie musim lalu dengan torehan 27 gol. Dengan usianya yang saat itu belum genap 22 tahun, Janssen menjadi pemain termuda ke-6 sepanjang sejarah Liga Utama Belanda yang mampu mencetak lebih dari 25 gol dalam satu musim kompetisi penuh. Dengan catatan itu, Janssen juga meraih Johan Cruyff Trophy, sebuah penghargaan tahunan yang diberikan untuk pemain muda Belanda terbaik pada satu musim kompetisi. Tahukah Anda? Nama-nama besar seperti Dennis Bergkamp dan Robin van Persie adalah salah dua yang pernah memenangi penghargaan serupa. Wow, apakah Tottenham Hotspur benar-benar telah mendapatkan sebuah mutiara saat ini?

Kepindahan Janssen ke English Premier League musim 2016/2017 juga berarti satu hal, dia meneruskan tren top skorer Eredivisie yang selalu laku di bursa transfer. Ya, sudah bukan rahasia lagi, terutama sejak dimulainya millenium baru, siapapun yang menjadi top skorer Eredivise, hampir selalu laris manis di bursa jual beli pemain. Meski membeli pencetak gol terbanyak Liga Utama Belanda tidak selalu berbuntut kesuksesan untuk tim pembeli, namun tren ini sepertinya sudah telanjur menjadi tradisi.

Janssen mengalahkan Inggris dalam laga persahabatan
Musim lalu, Memphis Depay diboyong Manchester United setelah menjadi top skorer Eredivisie musim 2014/2015. Sayangnya, Depay memble di musim perdananya berbaju Setan Merah. Depay hanya sanggup mencetak 2 gol liga dari 16 kali kesempatan turun sebagai starter. Uniknya, Depay mampu tampil lebih baik di kancah Liga Champions dengan mencetak 5 gol.

Ada banyak alasan untuk menganggap Janssen akan gagal sama seperti Depay. Namun di saat bersamaan, Anda juga akan menemukan banyak alasan mengapa ia mungkin saja bisa meraih kesuksesan di White Hart Lane. Salah satu faktor yang akan mencairkan kesuksesan Janssen mungkin adalah kenyataan banyaknya pengamat bola yang melihat kemiripan cara bermainnya dengan Ruud van Nistelrooy, salah satu penyerang legendaris milik Belanda dan Manchester United. Seperti kita tahu bersama, Rudtje, panggilan Nistelrooy, datang ke Inggris juga sebagai mantan top skorer Eredivisie. Selama berbaju Setan Merah, Rudtje mencetak rata-rata 30 gol per musimnya. Rudtje pun dianggap sebagai pionir eksodus top skorer Eredivisie yang akhirnya hijrah ke liga lain.

Kami sendiri melihat Vincent Janssen tidak secepat Ruud van Nistelrooy, namun Janssen jelas memiliki skill olah bola yang lebih baik dari predesornya tersebut. Yang pasti, keduanya benar-benar sama mematikannya di dalam kotak penalti lawan. Jadi, menurut Anda, apakah Janssen akan sukses bersama The Lilywhites? Jawabannya mungkin akan sedikit banyak tergantung pada peran apa yang akan diberikan pelatih Mauricio Pochettino nanti.

Penyerang utama Hotspur, Harry Kane, tentu masih akan jadi pilihan pertama. Namun, meninjau musim lalu, dimana Kane tidak jarang tampil off-day, seperti yang ia perlihatkan di sepanjang perhelatan Euro 2016 yang baru lalu, bukan tidak mungkin Janssen akan diberikan kesempatan tampil lebih banyak. Dan jika torehan gol-golnya di Eredivisie musim lalu sanggup ia transfer ke Liga Inggris, bukan tidak mungkin namanya akan seharum Ruud van Nistelrooy.


Untuk sekedar Anda tahu, inilah daftar dan nasib para alumni top skorer Liga Utama Belanda sejak musim 1999/2000 yang kemudian hijrah dan diramal bakal menjadi besar.

1. Ruud van Nistelrooy (PSV Eindhoven 1999/2000 - 29 gol) - Sangat sukses bersama MU dan kemudian Real Madrid.

2. Mateja Kezman (PSV Eindhoven 2003/2004 - 31 gol) - Gagal saat dibawa Jose Mourinho ke Chelsea pada musim 2004/2005. Kezman hanya sanggup mencetak 7 gol dari 40 kali kesempatan tampil bersama The Blues. Berpindah ke tim-tim seperti Atletico MadridFenerbahce, hingga Paris St. Germain, Mateja Kezman sudah bukan lagi orang yang sama sejak meninggalkan PSV Eindhoven.

3. Dirk Kuyt (Feyenoord Rotherdam 2004/2005 - 29 gol) - Meski dikenal sebagi striker haus gol di Belanda, saat berbaju Liverpool, Kuyt banyak menghabiskan karirnya sebagai winger. Kendati demikian, hal tersebut sama sekali tak menutupi kualitasnya dan menjadikannya sebagai bagian dari golden generations The Reds pada masa kepelatihan Rafael Benitez.

4. Afonso Alves (Heerenveen 2006/2007 - 34 gol) - Gagal saat diboyong Middlesbrough.
5. Klaas-Jan Huntelaar (Ajax Amsterdam 2007/2008 - 33 gol) - Gagal ketika ditransfer oleh Real Madrid. Huntelaar juga gagal saat berbaju AC Milan. Barulah ketika Schalke meminangnya pada tahun 2010, kesuburannya kembali meningkat.

6. Luis Suarez (Ajax Amsterdam 2009/2010 - 35 gol) - Mungkin inilah alumni top skorer Eredivisie paling sukses setelah Rudtje. Suarez terus mampu menjaga pundi-pundi golnya tetap berlimpah baik saat berbaju Liverpool maupun kemudian Barcelona. Musim 2015/2016 kemarin ia bahkan meraih sepatu emas Eropa berkat 40 gol liganya bersama Blaugrana.

7. Bjorn Vleminckx (NEC Nijmegen 2010/2011 - 23 gol) - Gagal saat ditransfer ke Club Brugge.
8. Bas Dost (Heerenveen 2011/2012 - 32 gol) - Lumayan sukses bersama Wolfsburg.
9. Wilfried Bony (Vitesse Arnhem 2012/2013 - 31 gol) - Sukses menjadi mesin gol Swansea City ketika pertama kali diangkut ke Liberty Stadium. Manchester City kemudian kepincut membelinya namun Bony kehilangan sentuhan magisnya di tim biru langit ini.

10. Alfred Finnbogason (Heerenveen 2013/2014 - 29 gol) - Gagal saat dibeli Real Sociedad di bawah kepelatihan David Moyes. Finnbogason juga gagal saat dipinjamkan ke Olympiacos. Baru musim lalu, Finnbogason mulai menemukan sentuhannya kembali saat dipinjamkan ke Augsburg.

11. Memphis Depay (PSV Eindhoven 2014/2015 - 22 gol) - Gagal bersama MU di musim perdananya. Kedatangan Jose Mourinho sebagai arsitek baru Setan Merah memberinya harapan untuk dapat tampil lebih baik lagi.

sumber : The Telegraph, Skysports
sumber foto : The Guardian, Topnews, Performgroup
Share This :