hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Wales 3-1 Belgia : Geliat Sang Naga Merah

Wales 3-1 Belgia : Geliat Sang Naga Merah
Sam Vokes merayakan gol ketiga Wales yang dicetaknya melalui sundulan akurat. Sumber foto: UEFA

Y Ddraig Goch alias The Red Dragon alias Sang Naga Merah yang kemudian dijadikan lambang negara Wales, dalam kisah dongengnya diceritakan adalah seekor naga yang menjaga wilayah Snowdonia yang nantinya menjadi wilayah Wales. Sebuah bencana kemudian datang dalam wujud seekor naga putih yang menginvasi wilayah tersebut. Tak pelak, kedua naga pun bertarung siang dan malam. Raungan dan jeritan naga merah yang terluka rupanya menjadi bencana lainnya dimana wanita hamil mengalami keguguran, hewan-hewan ternak mati dan bunga-bunga serta tumbuhan melayu. Raja Inggris saat itu, Lludd, kemudian membuat sebuah lubang besar untuk menjebak kedua naga dan memenjarakan mereka. Rencana itu berhasil, kedua naga kemudian terperangkap dalam dinding-dinding kastil sampai ratusan tahun lamanya.

Ratusan tahun kemudian, Raja baru, Vortigern, ingin membuat kastil baru di wilayah tersebut. Namun pembangunan ini selalu gagal akibat ada kekuatan yang tak kasat mata. Setelah berunding dengan para ahli nujum terkenal saat itu, diketahuilah bahwa ada 2 naga yang terperangkap di bawah bangunan. Raja kemudian memerintahkan untuk membongkar perangkap itu. Serta merta, kedua naga muncul dan masih saja bertarung. Namun kali ini, Naga Merah berhasil mengalahkan sang Naga Putih. Diketahui kemudian bahwa Naga Merah adalah simbol perlawanan rakyat Wales terhadap Naga Putih alias Kerajaan Inggris.

Dalam masa modern, khususnya dalam sepakbola, semangat Naga Merah yang pantang menyerah rupanya merasuk dengan sempurna di setiap jiwa para pemain Wales. Jika diibaratkan dalam laga Wales vs Belgia semalam, tentu saja Belgia menjadi sang naga putihnya berkat gempuran-gempuran yang terus menerus mereka lakukan namun sang naga merah Wales juga tak pernah berhenti melawan.

Belgia unggul lebih dulu lewat gol cantik Nainggolan
Pertandingan perempat final antara Wales dan Belgia bisa jadi adalah pertandingan babak gugur terbaik yang tersaji sejauh ini. Kedua tim sama-sama tampil menyerang dan tak kenal rasa takut. Belgia di satu pihak, membuktikan bahwa mereka layak ditakuti siapa saja dengan serangan demi serangan sporadis yang beberapa kali mengancam gawang Wayne Hennessey.

Tak sampai seperempat jam, Belgia akhirnya berhasil unggul lebih dulu lewat sepakan keras Radja Nainggolan dari hampir sepertiga akhir lapangan. Gol ini terjadi karena Wales dianggap terlalu banyak memberi ruang gerak pada pemain yang santer dikaitkan dengan Chelsea tersebut. Namun bagai Naga Merah yang terluka, permainan Wales justru tak terbendung sejak saat itu. Serangan demi serangan mengalir dengan derasnya membombardir gawang Belgia yang dijaga Thibaut Courtois.

Gol balasan akhirnya tercipta setelah pertandingan berjalan setengah jam. Umpan tendangan pojok yang dieksekusi Aaron Ramsey melengkung dengan sempurna untuk ditanduk kapten Ashley Williams yang berdiri sangat bebas. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 1-1. Sang Naga Merah mulai menunjukkan geliatnya yang mematikan.

Robson-Kanu dinobatkan sebagai Man of the Match
Memasuki babak kedua, pertarungan 'dua naga' ini benar-benar masih berlanjut seperti kisah dalam dongeng dimana keduanya masih juga saling jual beli serangan dengan serunya. Belgia sebagai tim yang lebih diunggulkan tetap mendominasi jalannya pertandingan meski sayang beberapa peluang emas yang didapatkan Romelu Lukaku maupun Marouanne Fellaini belum mau menemui sasaran.

Petaka bagi Belgia, lewat sebuah serangan dan juga sedikit gerakan tipuan yang dilakukan oleh Hal Robson-Kanu, gerakan yang kemudian dikenal publik bola dunia sebagai Johan Cruyff's turn itu dengan cantik menaklukkan Courtois. Gol! 1-2 untuk keunggulan Wales. Sang naga merah berhasil mematuk sang naga putih dan membuatnya lemas. Benar, berkat gol tersebut, semangat juang pasukan Marc Wilmots kentara sekali sedang terpukul dengan kerasnya.

Kendati demikian, dengan sisa-sisa kekuatan, Eden Hazard cs masih mampu menggempur terus pertahanan Wales meski hasilnya sia-sia. Seperti sebuah kutukan yang selalu dilupakan, menyerang secara frontal juga berarti membuka lebar-lebar daerah pertahanan sendiri. Lewat sebuah skema serangan balik, Sam Vokes yang baru saja masuk menggantikan Robson-Kanu berhasil menanduk dengan sempurna bola crossing hasil kreasi gelandang milik klub divisi 2 Liga Inggris Reading, Chris Gunter. Gol! 1-3 untuk keunggulan Wales! Seluruh pendukung The Dragons pun larut dalam euforia kemenangan sementara pendukung Belgia tenggelam dalam pilu. Bahkan komentator pertandingan sempat terdiam beberapa saat seakan tak percaya bahwa Wales, salah satu negara dengan teritori terkecil di Eropa itu, salah satu negara debutan di Euro 2016 itu, memastikan diri melangkah ke semifinal! Bayangkan, semifinal! Luar biasa!

Sisa-sisa menit pertandingan kemudian hanya dilalui sebagai formalitas. Belgia sudah tak punya tenaga lagi untuk melawan. Sang Naga Merah akhirnya berhasil kembali meraih kemenangan lewat sebuah pertarungan maha panjang yang melelahkan sekaligus mengagumkan. Luar biasa! All hail to Y Ddraig Goch!


Highlights Wales vs Belgia
Share This :