hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Arsenal 3-4 Liverpool : Ini Salahmu, Wenger!

Arsenal 3-4 Liverpool : Ini Salahmu, Wenger!
Arsene Wenger, Arsenal 3-4 Liverpool, Game Pembuka EPL 2016/2017
Arsene Wenger tertunduk lesu setelah timnya kebobolan 4 gol. Sumber foto: Mirror

Akhirnya yang ditakutkan terjadi juga. Absennya duo center-back kawak, Laurent Koscielny dan Per Martesacker, benar-benar membuat defense The Gunners kocar-kacir. Arsenal untuk ke-3 kalinya dalam 5 musim terakhir, termasuk partai melawan Liverpool semalam, kalah dalam laga pembukanya. Meski sempat memimpin terlebih dulu, Arsenal akhirnya harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 3-4. Sebuah pertandingan yang sangat menarik untuk disaksikan.

Dalam Prediksi Arsenal vs Liverpool yang saya tulis beberapa hari lalu, salah satu solusi yang mungkin bisa dipakai untuk mengatasi absennya Martesacker dan Koscielny adalah menempatkan 3 gelandang petarung sekaligus untuk membantu mengamankan area pertahanan. Namun rupanya, kata 'bertahan' tidak ada dalam kamus Arsene Wenger. Bahkan, Granit Xhaka secara mengejutkan dicadangkan. Wenger beralasan Xhaka butuh waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer Liga Inggris, alasan yang akhirnya berakibat fatal, kekalahan.

Theo Walcott, Arsenal 3-4 Liverpool 2016
Walcott merayakan gol pembuka. Sumber: Mirror
The Gunners sebenarnya mengawali laga dengan baik. Aaron Ramsey cs memeragakan permainan cepat dan beberapa kali dengan tepat mampu mengancam gawang The Reds yang dijaga oleh Simon Mignolet. Puncaknya, memanfaatkan keteledoran Alberto Moreno dalam menjaga ruang, Theo Walcott berhasil membawa Arsenal unggul 1-0 lewat sebuah tembakan mendatar yang keras setelah beberapa menit sebelumnya gagal melakukan eksekusi penalti akibat kesalahan yang dibuat oleh bek yang sama.

Namun, disinilah pasukan Liverpool justru patut mendapatkan kredit tersendiri. Alih-alih panik karena tertinggal dan menghadapi tekanan dari tuan rumah, Adam Lallana dkk justru tetap mampu menjaga ritme permainan dan pressing yang telah dibangun sejak awal laga. Perlahan namun pasti, Liverpool diam-diam telah mengambil alih permainan dan berhasil menekan setiap pemain Arsenal yang membawa bola.

Phillipe Coutinho membawa kedudukan kembali imbang tepat sebelum jeda lewat sebuah free-kick indah yang rasanya akan sulit dihadapi kiper manapun. Memasuki babak kedua, pertahanan immature Arsenal mulai menunjukkan lubangnya yang besar. Berturut-turut dalam waktu yang singkat, Lallana, Coutinho dan kemudian Sadio Mane, berhasil memanfaatkan kelemahan lini muda pertahanan Arsenal dan membawa Liverpool berbalik unggul 1-4! Gol solo run milik Mane bahkan disebut-sebut pantas dinobatkan sebagai yang terbaik tidak hanya di pertandingan ini namun juga sebagai goal of the season.

Phillipe Coutinho celebrate goal, Arsenal 3-4 Liverpool 2016
Coutinho mencetak 2 gol dalam drama 7 gol di Emirates
Tertinggal 3 gol, Arsenal mulai kembali meningkatkan tempo permainan mereka sendiri. Hasilnya, Alex Oxlade-Chamberlain berhasil membuat gol balasan yang tak kalah indahnya juga melalui sebuah aksi individu. Sayangnya karena dalam posisi kalah, gol cantiknya ini dengan mudah akan segera dilupakan orang. Gol ke-3 Arsenal dibuat oleh Callum Chambers yang sayangnya menjadi gol terakhir The Gunners hari itu alias tak mampu lagi mengejar ketertinggalan. Bahkan jika tak dinaungi sedikit keberuntungan, Arsenal bisa saja kalah dengan skor lebih memalukan karena dalam 15 menit terakhir justru tertekan dan kalah dalam penguasaan bola.

Bagi sebagian fans Arsenal, kekalahan di laga pembuka mungkin sudah mulai mereka maklumi. Namun yang tak dapat dipahami adalah gelagat Wenger menurunkan skuad yang terlalu coba-coba. Selain mencadangkan Xhaka, Wenger juga 'hanya' menurunkan Alex Iwobi, yang di atas kertas jelas masih di bawah Chamberlain. Terbukti, Iwobi hampir tak memberikan dampak apa-apa sepanjang laga dan malah membebani peran Alexis Sanchez. Sebagian orang akan menyalahkan absennya beberapa pemain kunci, namun bagi saya, kekalahan ini jelas bermuara pada satu kesimpulan tegas, ini salah Wenger!

Share This :