hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Pogba Resmi Bergabung, MU Sekarang Sempurna

Pogba Resmi Bergabung, MU Sekarang Sempurna
Paul Pogba, Manchester United, Juventus
Paul Pogba resmi menjadi pemain termahal dunia. Sumber foto: Manutd.com

Akhirnya, salah satu saga transfer yang menyedot begitu besar perhatian publik belakangan ini, resmi rampung juga. Paul Pogba secara sah telah diperkenalkan sebagai pemain Manchester United pada Senin, 8 Agustus 2016, dengan memecahkan rekor transfer pemain termahal dunia (disinyalir sekitar 89 juta poundsterling - bersih, tidak termasuk biaya macam-macam yang membuatnya menjadi menggelembung sampai lebih dari 100 juta pounds), melampaui nilai pemain termahal sebelumnya, Gareth Bale, angka yang konon membuat raksasa-raksasa La Liga kebakaran jenggot.

Jauh hari sebelum pengumuman perekrutan ini resmi diumumkan, pro dan kontra sudah lalu lalang di berbagai media baik cetak maupun digital. Yang kontra kebanyakan menyinggung masalah harga yang tidak masuk akal. Bahkan Paul Scholes, sang legenda Setan Merah sendiri, sempat mengatakan bahwa Pogba tidak layak dihargai semahal itu. Uniknya, legenda MU lainnya, Rio Ferdinand, justru punya pandangan sebaliknya. Menurut mantan bek Leeds United tersebut, MU harus memiliki Pogba dengan harga berapapun. Nah!

Well, daripada pusing memikirkan harga, ada pertanyaan yang lebih penting yang hampir-hampir dilupakan banyak orang, Akankah Pogba cocok untuk MU? Tentunya, orang belum lupa bagaimana dulu pemain sekelas Pogba bisa sampai terdepak dari MU. Saat awal-awal turun di Premier League, Pogba sebenarnya sudah menunjukkan bakat yang luar biasa. Bahkan Sir Alex Ferguson sendiri mengamini bahwa Pogba sangat berbakat, seperti yang tertulis di buku autobiografinya:

"Pogba adalah pemain paling berbakat yang pernah saya lihat di usia ini (18 tahun). Namun sikapnya membuat saya jengah. Dia bertingkah seperti dialah yang memiliki klub ini. Suatu ketika dia datang ke tempat latihan dengan memakai pakaian olahraga merk Prada yang mahal. Saya merampas dan membuangnya. Saya tidak ingin anak seperti ini ada di tim saya."

Itulah yang membuat Pogba tersingkir dari Old Trafford. Konon, Pogba merasa sakit hati ketika 'dibuang' oleh Sir Alex, publik bahkan mengira ia tak akan pernah mau memaafkan 'penghinaan' ini. Ternyata kita semua salah. Pogba nyatanya masih sangat mencintai United dan dalam sebuah kesempatan pernah menyebutkan bahwa Manchester ibarat rumah keduanya.

"Saya senang dapat bergabung kembali dengan MU. Tim ini selalu menjadi tim yang spesial di hati saya dan saya harap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan Jose Mourinho." - jumpa pers pertama Pogba.

Saya pribadi tidak tahu bagaimana hubungan Pogba dengan Antonio Conte dan Max Allegri, dua pelatih Juventus yang secara luar biasa akhirnya membentuk Pogba sebagai pemain yang jauh lebih berkembang dan komplit. Apakah Conte juga memermasalahkan kelakuan Pogba? Ataukah Allegri yang berhasil meredam sikap sombong pemain berjuluk Pogboom tersebut? Saya tidak tahu. Yang jelas, Pogba kini adalah salah satu talenta terbaik dunia dan United membutuhkan kehadirannya.

United butuh Pogba? Absolutely yes. David de Gea adalah jaminan keamanan di bawah mistar. Chris Smalling boleh dianggap sebagai figur utama United di lini belakang. Kehadiran Eric Bailly, yang tampil luar biasa pada pertandingan Community Shield, akan menjadi figur penting lainnya dan membuat tembok United benar-benar sulit ditembus. Zlatan Ibrahimovic yang baru datang, membuat MU kini memiliki figur lini depan yang dibutuhkan. Nah, tinggal lini tengah yang belum memiliki figur kuat itu. Wayne Rooney adalah kapten tim dan figur paling senior di lini ini, namun Anda mungkin juga setuju Rooney kini sudah tidak bisa disebut lagi sebagai game changer, kehadirannya mungkin dibutuhkan namun sayangnya belum cukup untuk dapat mengintimidasi lawan.


Saya pikir, disinilah peran Pogba yang paling nyata untuk MU. Presence. Terlepas dari skill-nya yang memang di atas rata-rata, saya kira arogansi Pogba di atas lapanganlah yang paling dibutuhkan MU saat ini. Mungkin beberapa orang akan menganggap permainan Pogba terkadang terlalu egoistis, terlalu individual hingga bisa membuat tim mengalami kerugian karena ulahnya, saya pun menganggapnya demikian, namun tak dapat dipungkiri justru hal semacam itulah yang hilang dari MU dalam beberapa tahun belakangan ini, arogansi yang pernah membuat mereka ditakuti sekaligus disegani lawan. Arogansi yang membuat mereka mendominasi Liga Inggris. Kedatangan Pogba bisa dibilang telah membuat MU kini menjadi sempurna. IMHO.

"Paul adalah pemain terbaik dunia dan akan menjadi pemain kunci di tim United yang tengah saya bangun untuk masa depan. Dia cepat, kuat, mampu mencetak gol dan mampu membaca permainan lebih baik dari banyak pemain bertalenta yang lebih tua darinya. Dia memiliki peluang untuk menjadi jantung klub ini untuk satu dekade berikutnya dan seterusnya," puji Mourinho menyambut kedatangan Paul Pogba.

Share This :