hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Poin Sempurna, Inikah Peta Kandidat Juara EPL 2016/2017?

Poin Sempurna, Inikah Peta Kandidat Juara EPL 2016/2017?
Simon Mignolet, Tottenham Hotspur 1-1 Liverpool, Premier League 2016/2017
Simon Mignolet kembali gagal mengamankan gawangnya dari kebobolan. Spurs 1-1 Liverpool.

Sampai pekan ke-3 yang menuntaskan partai terakhirnya tadi malam, klasemen Premier League 2016/2017 boleh dibilang telah memetakan kandidat terkuat siapa yang layak meraih mahkota juara di akhir musim nanti. Meraih 3 kemenangan dari 3 pertandingan awal Liga Primer Inggris musim ini, Chelsea, Manchester United dan kemudian Manchester City memang sangat layak untuk ditampilkan sebagai yang terdepan sebagai kandidat kuat peraih mahkota Premier League.

Terlalu cepat? Bisa ya bisa tidak. Dulu, ketika tim-tim seperti Arsenal atau Liverpool melakukan start yang tak kalah bagusnya, wacana untuk meraih gelar juara juga seakan-akan ada dalam genggaman mereka. Namun sampai tengah perjalanan, klub-klub itu kemudian mulai memble dan kehilangan banyak poin. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari banyaknya pemain yang tiba-tiba mengalami cedera secara bersamaan, sampai krisis kepercayaan diri yang berujung pada inkonsistensi penampilan.

Akankah ketiga klub di atas, Chelsea, MU, City, juga akan mengalami hal yang sama? Bisa saja. Namun untuk saat ini, terlebih ketika melihat bagaimana mereka mengawali liga dengan penampilan yang memesona, sulit rasanya menjauhkan gelar liga dari jangkauan ketiganya. Lalu, siapa yang kira-kira paling pantas untuk menjadi yang terbaik diantara ketiga klub ini? Berikut adalah pandangan singkat kami berdasarkan game terakhir di pekan ke-3 yang baru lalu.

Hazard menginspirasi kemenangan Chelsea
Hazard menginspirasi kemenangan Chelsea
Chelsea 3-0 Burnley

Burnley datang ke Stamford Bridge dengan mengusung misi sedikit berbau harapan dapat kembali meraih poin maksimal dengan posesi minimalis seperti yang mereka peragakan di pekan ke-2 tatkala secara mengejutkan berhasil menjungkalkan Liverpool di Turf Moor. Namun harapan tinggalah harapan. The Blues mendominasi jalannya pertandingan dengan sangat anggun. Sorotan terutama dapat ditujukan pada sosok Eden Hazard, yang dengan jenius mengorkestrasi hampir setiap serangan Chelsea. Boleh dibilang, penampilan Hazard adalah lanjutan dari penampilan primanya di sepanjang Euro 2016 lalu. Jika Anda melihat permainan gelandang asal Belgia ini begitu monoton musim lalu, yang berujung pada performa mengecewakan Chelsea dan berimbas pada dipecatnya Jose Mourinho, Anda akan dibuat terkesima dengan Hazard yang sekarang.

Peluang juara? Saya pikir pasukan Antonio Conte akan finish di posisi ketiga atau berpeluang menyodok posisi runner-up. Pertimbangan utama dari prediksi ini adalah Lini defensif The Blues yang belum benar-benar teruji dan faktor usia. Dengan tetap menjadikan sosok semacam John Terry yang telah menua sebagai pilar di lini pertahanan, saya ragu Terry akan mampu terus fit dalam 38 pekan. Keuntungan terbesar Chelsea mungkin adalah tidak adanya pertandingan Eropa yang akan menyedot konsentrasi dan tenaga mereka. Peluang juara jelas tetap ada, namun untuk sementara ini, saya pikir masih ada tim yang lebih baik dari mereka.

Jose Mourinho, Hull City 0-1 MU, EPL 2016/2017
Mou membuat mental juara MU bangkit kembali
Hull City 0-1 Manchester United

Sedikit banyak, kekuatan dan kesiapan MU mengarungi musim baru dapat dilihat di pertandingan ini. Hull, salah satu tim yang terbilang cukup mengejutkan di awal kompetisi ini, terutama dengan organisasi pertahanan mereka yang sangat baik, yang akhirnya mengantarkan nama Curtis Davies muncul ke permukaan, mampu membuat Wayne Rooney dkk kesulitan menjebol gawang mereka. Di satu sisi, akhirnya kita bisa memahami bagaimana akhirnya Leicester City, yang notabene adalah juara bertahan liga ini, tumbang di KC Stadium. Namun disinilah mental juara The Red Devils benar-benar diuji. Dengan gol yang akhirnya tercipta di menit ke-92 alias injury time babak terakhir, MU seakan menunjukkan pada setiap lawan bahwa mereka sangat tangguh. Terutama secara mental, mereka jelas jauh lebih tangguh jika dibandingkan musim lalu.

Terlalu bergantung kepada sosok Zlatan Ibrahimovic yang sudah tidak muda lagi sebagai ujung tombak tim saya pikir adalah kelemahan MU saat ini. Memang Zlatan terlihat belum kehilangan sentuhan terbaiknya, namun MU bahkan tak terlihat memiliki back-up striker setangguh penyerang asal Swedia tersebut. Posisi ke-2 di klasemen akhir saya pikir adalah pencapaian terbaik yang bisa didapat tim ini. Gesekan dengan Chelsea akan menjadi gesekan paling seru. Juara? Persentasenya saya pikir hanya separo dari peluangnya menjadi runner-up.

Raheem Sterling, Manchester City 3-1 West Ham, EPL 2016/2017
Raheem Sterling bisa diasah menjadi Messi-nya City
Manchester City 3-1 West Ham United

City benar-benar menunjukkan kelasnya di pertandingan ini. Passing Play ala Pep Guardiola bekerja sangat baik ditunjang dengan kemampuan-kemampuan individu yang sangat baik pula. Raheem Sterling, yang pernah saya sebut bakal diplot sebagai Messi-nya City, menunjukkan penampilan istimewa yang berujung dengan terciptanya 2 gol berkelas dari kakinya. Dengan sistim passing play, saya membayangkan Manchester City yang ini layaknya sebuah jebakan laser yang siap mengiris-iris dan menghancurkan lawan yang melewati area bermain mereka. Bisa jadi, persentase meraih gelar juara paling besar seharusnya memang milik tim ini.

Kelemahan? Selain terkadang masih menunjukkan permainan yang kurang atraktif akibat terlalu banyaknya passing, tim ini saya pikir hampir tak memiliki kelemahan. Rata-rata usia punggawa The Citizen ada dalam usia emas sehingga jika dilihat dari sudut pandang ini, City sedikit dapat diunggulkan dibandingkan Chelsea dan MU. Tentu saja jalan menuju puncak tak akan pernah mudah. Dua kali pertemuan masing-masing dengan Chelsea dan MU saya pikir akan benar-benar menentukan arah langkah Sergio Aguero dkk. sampai akhir musim nanti.

Bagaimana peluang tim lain? Kemenangan 1-3 Arsenal atas tuan rumah Watford pekan lalu cukup meyakinkan kami bahwa The Gunners memang masih bertaji meski didera banyak isu-isu negatif. Berhasil masuknya Skhodran Mustafi dan Lucas Perez saya pikir akan mampu menjaga tradisi tim ini untuk finish di empat besar. Sementara itu pertandingan antara Tottenham Hotspur vs Liverpool yang berkesudahan sama kuat 1-1, menggambarkan kedua tim ini tidak ada perkembangan berarti jika dibandingkan musim lalu, dimana posisi 5 dan 6 mungkin cocok untuk mereka.

Klasemen sementara EPL 2016/2017 sampai pekan ke-3. Sumber foto: Premier League
Klasemen sementara EPL 2016/2017 sampai pekan ke-3. Sumber foto: Premier League

Prediksi posisi 6 besar ini akan mendapatkan tantangan serius dari Everton, yang sementara ini berhasil masuk posisi 5 besar meski dengan sedikit susah payah, dan mungkin juga Hull City, yang mana kisah Cinderella The Foxes musim lalu turut serta mempengaruhi penilaian terhadap tim ini. Sang jawara bertahan Leicester City sendiri kami pikir akan bekerja keras untuk dapat menembus posisi 8 besar. Menurut Anda, apakah klasemen saat ini, terutama posisi 3 besar, sudah dapat dijadikan ukuran peta kekuatan kandidat juara Premier League 2016/2017? Berikan pendapat Anda di kolom komentar. ☺
Share This :