hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

5 Hal Penting di Pekan ke-5 Premier League 2016/2017

5 Hal Penting di Pekan ke-5 Premier League 2016/2017
Jordan Henderson, Chelsea 1-2 Liverpool, EPL 2016/2017
Jordan Henderson memimpin teman-temannya membungkam Chelsea di Stamford Bridge

Pekan ke-5 Premier League telah berlalu beberapa saat yang lalu. Sejumlah kejutan turut mewarnai disamping beberapa pertandingan berakhir seperti yang sudah diprediksikan. Berikut adalah rangkuman 5 hal penting dari pekan ke-5 Premier League 2016/2017 menurut pandangan kami sendiri. Anda boleh setuju boleh tidak. Silakan sampaikan opini Anda di kolom komentar.

1. Gegenpressing Terbukti Sangat Efektif

Ya, ini adalah tentang pertandingan antara Chelsea vs Liverpool yang telah dimenangkan tim tamu dengan skor 1-2. Saat mengandaskan Arsenal dengan cara yang kurang lebih sama pada pekan perdana, Liverpool banyak mendapat pujian karena berhasil mematikan pergerakan para pemain Arsenal. Itulah kehebatan Gegenpressing. Taktik ini seperti sengaja diciptakan untuk merusak permainan tim yang terbiasa mendominasi jalannya pertandingan. Terlebih dengan tanpa seorang striker murni, para defender The Blues seperti kebingungan harus menjaga siapa. Gol pertama The Reds yang dicetak Dejan Lovren akhirnya benar-benar menghukum kebingungan Chelsea. Menarik ditunggu nanti bagaimana ketika Liverpool bertemu duo tim Manchester, dimana keduanya memiliki gaya yang sama sekali berbeda. Apakah gegenpressing akan masih efektif? Kita lihat saja.

Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, Manchester City 4-0 Bournemouth, EPL 2016/2017
No Aguero? No Problemo!
2. Manchester City Sempurna

Kekalahan mengejutkan Manchester United atas tuan rumah Watford seakan menjadi kado tambahan yang istimewa bagi The Citizen, yang sehari sebelumnya mencatat rekor kemenangan 100% dari 5 pertandingan awal liga. Pep Guardiola sekali lagi membuktikan bahwa dia adalah the true masterplan. Guardiola membuktikan bahwa meski tanpa Sergio Aguero sekalipun, timnya tetap produktif dan mampu memenangkan pertandingan. Untuk sesaat, dengan kondisi seperti ini, rasanya sulit membayangkan The Citizen akan gagal menjadi yang terbaik di akhir kompetisi ini tahun depan. Tentu saja, apapun bisa terjadi. Hanya saja, untuk saat ini, dengan menutup mata sekalipun rasanya mudah untuk mengatakan bahwa gelar juara Premier League mungkin sudah ada di genggaman sebelah tangan Manchester City.

Islam Slimani, Leicester City 3-0 Burnley, EPL 2016/2017
Islam Slimani, pasangan ideal Jamie Vardy?
3. Leicester City Kembali ke Track?

Kalah di pertandingan pembuka, menang dengan susah payah dan kemudian dihancurkan dengan mesra oleh Liverpool di game ke-4 membuat banyak orang menganggap bahwa sang juara kisah cinderella musim lalu ini sudah habis. Bahkan tidak sedikit yang menganggap The Foxes mungkin akan berjibaku di jurang degradasi ketimbang terlihat berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya. Namun tiba-tiba saja semuanya tampak berubah dalam sekejap. Menghancurkan Club Brugge tiga gol tanpa balas di ajang Liga Champions yang menjadi the first ever yang pernah mereka ikuti, seakan menjadi pijakan baru pasukan Claudio Ranieri untuk kembali menapak ke deretan papan atas. Momentum ini dibuktikan ketika mereka kembali meraih clean sheet keduanya berturut-turut dengan menghancurkan Burnley juga dengan 3 gol tanpa balas. Islam Slimani yang menjadi rekrutan terakhir Leicester di bursa musim panas tahun ini, seakan menjadi jawaban missing piece Leicester. Dengan skema andalan 4-4-2, Ranieri akhirnya menemukan pendamping sepadan untuk Jamie Vardy. Apakah ini berarti Leicester siap kembali bersaing di papan atas? Bisa jadi.

Gareth Barry, Everton 3-1 Middlesbrough, EPL 2016/2017
Gareth Barry menandai penampilan ke-600 di Liga Inggris
4. Everton Bisa Menjadi Kutu yang Menjengkelkan

Menguntit Manchester City di peringkat 2 dengan hanya berjarak 2 poin, Everton seperti telah menemukan kembali kebesarannya di masa lalu. Ronald Koeman, untuk saat ini, setidaknya telah membuktikan bahwa ia sanggup membawa The Toffees menjelma menjadi kutu yang menjengkelkan bagi para tim besar untuk bersaing di papan atas. Banyak orang mengelu-elukan Romelu Lukaku yang kembali tajam, namun sebenarnya ada hal lain yang patut mendapatkan pujian lebih dari tim rancangan Koeman ini. Dan pujian itu layak diberikan pada duet pivot Everton, Idrissa Gueye dan Gareth Barry. Keduanya ternyata mampu menghadirkan sinergi apik sehingga menciptakan filter penting untuk menghambat setiap serangan lawan. Bukti sahihnya adalah Everton kini menjadi tim kedua paling sulit dijebol setelah Tottenham Hotspur. Derby Merseyside nantinya akan kembali bergairah dengan kedua tim berada di level permainan yang sama. Sangat patut untuk dinantikan.

Mark Hughes, Crystal Palace 4-1 Stoke City, EPL 2016/2017
Mark Hughes, Akankah jadi yang pertama dipecat?
5. Sacked Race, Siapa yang Pertama?

Ada juara, ada degradasi. Ada pemenang, tentu saja ada pecundang. Dikenal sebagai The League of The Best Manager, tetap saja tidak semuanya bisa memenangkan pertandingan. Dan dari deretan tim-tim yang kalah, akan selalu ada tim yang rekornya paling buruk. Apa yang bisa dipetik dari keburukan? Jawabannya adalah pemecatan manajer! Sampai pekan kelima, 3 tim yang menghuni peringkat terbawah memang tengah menderita kerusakan yang cukup parah. Jika nama Sunderland cukup identik dengan zona merah ini dalam beberapa musim terakhir, maka tampilnya West Ham dan Stoke City di daftar merah ini lumayan mengejutkan. The Hammers, meski saat ini mampu mengoleksi raihan 7 gol, hanya selisih 1 gol dari milik Tottenham Hotspur yang menempati peringkat ke-3, namun 8 gol yang bersarang di gawang Adrian dalam 2 match terakhir benar-benar menghancurkan tim ini. Kendati demikian, sulit rasanya membayangkan Slaven Bilic akan kehilangan pekerjaannya dengan cepat mengingat prestasinya musim lalu cukup baik. Jika keadaan ini tak segera berubah, prediksi saya pribadi mungkin pelatih Stoke, Mark Hughes-lah yang akan menjadi manajer pertama yang kehilangan pekerjaannya musim ini.

Silakan sampaikan pendapat, komentar dan atau opini Anda di kolom yang telah disediakan di bawah ini.

Sumber semua foto: Mirror
Share This :