hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Lucas Perez, Peluang Suksesnya di Arsenal Hanya 20%

Lucas Perez, Peluang Suksesnya di Arsenal Hanya 20%
Lucas Perez, Arsenal 2016
Lucas Perez, mewarisi nomor punggung keramat 9 di Arsenal. Sumber foto: Sport.net

Beberapa saat menjelang penutupan bursa transfer pemain musim panas 2016, Arsenal akhirnya memenuhi permintaan sebagian besar fans setianya untuk mendatangkan seorang penyerang baru. Nama penyerang Deportivo La Coruna, Lucas Perez, akhirnya berhasil didapatkan dengan dana sekitar 17 juta pounds. Alih-alih lega, para suporter The Gunners pun segera serempak mengernyitkan dahi, Perez who?

Para gooners tidak dapat disalahkan akan keheranannya. Lucas Perez jelas tak akan banyak dikenal diluar La Liga sejak ia 'hanya' bermain untuk Super Depor, yang musim lalu bahkan mentas di posisi ke-15 dan berjarak hanya 4 poin dari zona degradasi. Sebagian suporter bahkan menyebut pembelian ini ibarat membeli kucing dalam karung. Meski musim lalu Perez membuat total 17 gol untuk La Coruna, namun kepantasannya memakai baju kebesaran The Gunners patut dipertanyakan.

Sejak dikait-kaitkan dengan Arsenal, Lucas Perez langsung mendapatkan julukan baru dari awak media, The Spanish Vardy. Gaya bermain Perez yang tak kenal lelah berlari, menjemput bola dan kemudian melakukan adu sprint dengan bek-bek lawan memang mirip dengan trademark Vardy. Kebetulan sekali, Arsenal di waktu yang belum lama juga gagal mendapatkan tanda tangan Vardy, menjadikan perekrutan Perez seperti sebuah pelarian belaka.

Jamie Vardy vs Lucas Perez vs Alexandre Lacazette
Perbandingan statistik Vardy vs Perez vs Lacazette, striker lain yang sebenarnya menjadi buruan utama Arsenal

Tak hanya mirip dalam hal gaya bermain, awal karier Perez sebelum mencuat bersama Deportivo La Coruna pun sedikit banyak juga mirip dengan awal karier Vardy, dimana keduanya cukup lekat dengan ketidakberuntungan. Karier profesional Perez banyak diwarnai dengan berpindah-pindah klub, mulai dari Alaves, Atletico Madrid, Rayo Vallecano, Karpaty Lviv, Dinamo Kyiv, hingga klub Yunani PAOK. Hampir semuanya berakhir buruk, terutama saat bergabung bersama Dinamo Kyiv, yang diakui sendiri oleh Perez sebagai salah satu keputusan (transfer) terburuk dalam hidupnya.

Di Arsenal, Perez dianugerahi dengan kostum bernomor punggung 9, yang sebelumnya dikenakan oleh Lukas Podolski. Nomor punggung 9 sejatinya secara umum memang identik dengan nomor punggung seorang penyerang utama, ujung tombak tim yang dapat diandalkan. Namun yang jarang disadari banyak orang adalah kenyataan bahwa sejarah nomor 9 Arsenal, terutama sejak era Arsene Wenger berkuasa, bisa dikatakan tidak terlalu baik kalau tidak mau dibilang cukup buruk.

Nicolas Anelka, Arsenal
Nicolas Anelka, nomor 9 terbaik di Arsenal?
Rekrutan resmi pertama Wenger yang diserahi nomor punggung 9 adalah Nicolas Anelka. Bermain selama 2 musim membela The Gunners, Anelka sukses membukukan 23 gol liga, sangat lumayan untuk ukuran youngster saat itu. Sayangnya, Anelka kemudian pergi terlalu cepat dengan menerima pinangan Real Madrid. Setelah kepergian Anelka, setidaknya butuh waktu 5 tahun bagi Arsenal untuk mendapatkan pewaris nomor 9 yang ideal karena 2 pemain yang menggantikan Anelka, Davor Suker dan Francis Jeffers, semuanya termasuk gagal memberikan yang terbaik.

Pewaris nomor 9 paling baik setelah Anelka datang pada sosok seorang winger bernama Jose Antonio Reyes, yang bergabung bersama Arsenal pada musim dingin 2004. Mantan pemain sayap tim nasional Spanyol ini total membukukan 19 gol untuk The Gunners dan tentu saja sempat mencicipi masa-masa terbaik The Invincible Arsenal. Setelah masa ini, nomor 9 di Arsenal ibarat kutukan yang sulit mendapatkan tuannya.

Setelah Reyes, Julio Baptista didapuk sebagai the next target man. Hasilnya adalah bencana. Baptista tak pernah menunjukkan kepantasannya berbaju Arsenal dengan total hanya membukukan 3 gol dari 24 kali kesempatan diturunkan. Pemain no.9 selanjutnya adalah Eduardo Alves da Silva atau yang dikenal sebagai Eduardo saja. Mungkin masih segar dalam ingatan Anda, meski sebenarnya pemain Kroasia berdarah Brazil ini termasuk berpotensi menjadi pemain besar bersama Arsenal, namun kutukan no.9 benar-benar menghentikannya. Eduardo mendapatkan cedera horor yakni patah kaki. Sejak itu, Eduardo sudah bukan pemain yang sama yang sempat memukau publik Emirates.

Eduardo Alves da Silva, Arsenal
Eduardo, kariernya tamat sebelum di puncak
Pengganti Eduardo tak kalah sialnya. Bergabung pada musim panas 2011, menit bermain Park Chu-Young bersama The Gunners amat minim. Bahkan di kancah liga ia hanya sempat sekali saja diturunkan dan tentu saja tak memiliki pundi-pundi gol. Terakhir, penyerang sayap Jerman, Lukas Podolski, sedikit membawa secercah harapan bagi pemilik nomor punggung 9 di Arsenal. Meski termasuk jarang diturunkan juga, namun Podolski masih sempat menyarangkan 19 gol untuk The Gunners.

Jika menilik dari sejarah nomor 9 di Arsenal, terutama di era Arsene Wenger, Lucas Perez memiliki peluang sukses dan gagal yang sama besarnya. Namun jika menilik analisis yang dibuat oleh situs/majalah FourFourTwo, peluang sukses Perez di Arsenal bisa dibilang cukup kecil, mungkin ada di angka 20% atau bahkan kurang. Sudut pandang yang dipakai dalam penilaian ini adalah gaya bermain yang berbeda antara Deportivo La Coruna dan Arsenal.

Musim lalu, Deportivo La Coruna adalah underdog yang lebih banyak bermain bertahan dan kemudian melakukan counter attack. Dengan sistim seperti ini, Lucas Perez dengan pace-nya yang baik menjadi sangat cocok dengan taktik yang diusung timnya. Sebaliknya, Arsenal adalah tim besar yang mendominasi permainan dimana kebanyakan lawan-lawan yang dihadapi sering menutup rapat-rapat area pertahanan. Dari sudut pandang ini, Lucas Perez dinilai akan kesulitan beradaptasi.

Kendati demikian, tentu saja peluang 20% itu, andai dapat dimanfaatkan dengan baik, akan tetap menghadirkan kesuksesan yang diharapkan. Bagaimanapun juga, jika ia memang benar adalah duplikasi dari Jamie Vardy, yang dalam beberapa kategori utama bahkan terlihat lebih baik (lihat statistik perbandingan), kita bisa mengharapkan lini depan The Gunners yang makin berbahaya. Saya pribadi memrediksi pundi-pundi gol Perez di musim perdananya bersama Gunners akan ada di kisaran 6-7 gol saja alias ada dalam batas lumayan. Bagaimana dengan pendapat Anda? ☺


Share This :