hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

MU 1-2 Man.City : Ganjaran Kecanggungan Setan Merah

MU 1-2 Man.City : Ganjaran Kecanggungan Setan Merah
Kevin de Bruyne, Manchester Utd 1-2 Man.City 2016
Kevin de Bruyne menghukum kesalahan United dan mencetak gol pertama untuk City. Sumber foto: Mirror

Akhirnya laga derby yang dinanti-nantikan itu, laga yang mempertemukan Manchester United vs Manchester City dan membelah seisi kota Manchester menjadi dua kubu yang saling berperang, dimenangkan oleh sang tamu dengan skor akhir 1-2. Tuan rumah Manchester United kecolongan 2 gol cenderung 'mudah' yang hanya bisa dibalas dengan 1 gol colongan yang lain.

Jose Mourinho sebenarnya mengawali laga dengan pilihan skuad yang di atas kertas sudah benar. Menurunkan Henrikh Mkhitaryan menggantikan posisi Juan Mata adalah pilihan yang masuk akal karena dengan atribut defensif yang lebih baik, Mkhitraryan dapat diperbantukan untuk memperkuat area pertahanan menemani duet pivot Pogba dan Fellaini.

Zlatan Ibrahimovic, Man.United 1-2 Man.City 2016
Satu gol Ibra tak mampu menolong MU. Sumber: Mirror
Yang menjadi masalah kemudian adalah ternyata Mkhitaryan, dan juga Jese Lingard, yang sama-sama menjalani debut Premier League-nya musim ini setelah sama-sama kembali dari cedera, tidak pernah tampil maksimal. Keduanya terlihat begitu canggung saat membawa bola hingga akhirnya para pemain City dengan mudah merebut bola dari kedua pemain ini. Gara-gara kecanggungan ini, Setan Merah mendapatkan ganjaran yang mahal.

Bicara soal canggung, Daley Blind dan Zlatan Ibrahimovic juga patut mendapatkan penilaian negatif. Nama pertama bahkan patut disalahkan sebagai biang keladi alias aktor utama kekalahan United. Keterlambatannya mengambil bola liar, yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Kevin de Bruyne untuk mencetak gol pertama City, serta keterlambatannya menutup area offside di garis pertahanan sendiri, akhirnya mengakhiri hidup United lewat sontekan mudah Kelechi Iheanacho.

Zlatan sendiri, meski mencetak satu gol konsolidasi pada pertandingan ini, nyatanya sepanjang pertandingan lebih banyak melakukan kesalahan-kesalahan tidak perlu. Dari bahasa tubuhnya, ia terlihat seperti enggan berada di lapangan, yang dalam sudut pandang lain, bisa diartikan pula ia mungkin takut terhadap keberadaan Pep Guardiola, sosok yang dalam setiap kesempatan sering ia olok sebagai sosok yang kerdil. Anggap saja itu tidak benar dan saya hanya terlalu mendramatisir, kenyataannya semalam Ibra lebih banyak melakukan salah umpan ketimbang menunjukkan aksi-aksi berbahaya seperti biasanya. Apapun itu, there's something about Ibra.

Jose Mourinho, Pep Guardiola, Man.United 1-2 Man.City 2016
Derby jilid I musim ini menjadi milik Pep. Sumber: Mirror
Secara total, Manchester City unggul penguasaan bola hingga 60%. Apakah itu artinya Pep Guardiola lebih baik dari Jose Mourinho? Sekali lagi saya tegaskan 'Tidak'. Kekalahan United kali ini disebabkan lebih banyak karena personal error. Ini sama sekali tak menunjukkan bahwa sepakbola ball possession ala Guardiola menjadi superior atas sepakbola pragmatis ala Mourinho. Di babak kedua, dua gaya taktik yang sangat bertolak belakang ini bahkan menunjukkan suguhan permainan yang sungguh menanwan.

Usai pertandingan, Jose Mourinho mengakui bahwa dirinya telah melakukan blunder dengan memasang 2 pemain yang baru kembali dari cedera (Mkhitaryan dan Lingard) pada fase liga sepenting ini. Setidaknya, Mourinho kini telah mempelajari sesuatu. Manchester Derby jilid pertama musim ini telah dimenangkan Pep Guardiola walau tanpa penyerang terbaiknya sekalipun. Pertandingan yang berjalan menarik khususnya di babak ke-2 memberikan garansi bahwa pada perjumpaan di putaran berikutnya nanti akan terjadi klimaks orgasme yang sungguh layak dinantikan.

Share This :