hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Prediksi Manchester Derby : Hasil Akhirnya Bisa Antiklimaks

Prediksi Manchester Derby : Hasil Akhirnya Bisa Antiklimaks
Ilustrasi duel Mourinho vs Guardiola 2016
Ilustrasi duel Mourinho vs Guardiola oleh Bleacherreport

Sesaat sebelum Liga Primer Inggris musim 2016/2017 dimulai, Slaven Bilic pernah berkata bahwa EPL kini disesaki dengan manajer-manajer terhebat dan terbaik saat ini. Namun Bilic juga mengingatkan, bahwa sehebat apapun para manajer itu, di akhir musim hanya akan ada 4 tim yang layak berada di top four dan sisanya harus puas terlempar dari jalur prestisius tersebut. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa siapa saja harus waspada karena julukan sebagai manajer terbaik bisa tidak berarti apa-apa.

Akhir pekan ini, 2 orang sebagai wakil-wakil terdepan dari jajaran manajer-manajer terhebat itu akan saling bertemu. Ya, inilah gelaran pertandingan yang paling dinanti-nantikan bahkan sebelum musim ini dimulai. Manchester United vs Manchester City, derby penuh gengsi yang akan menjembatani duel berbau dendam dan nostagia antara Jose Mourinho vs Pep Guardiola.

Andai pertandingan derby ini dihelat di pekan ke-3, sebelum adanya jeda internasional, sebelum Sergio Aguero diputuskan bersalah dan harus menerima hukuman larangan bertanding, dengan cepat saya akan menyelinap diantara kerumunan The Citizen dan mendukung mereka untuk memenangkan pertandingan, meski venue mentas di Old Trafford ataupun Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic sedang on-fire sekalipun. Bayangan saya saat itu, City akan memenangkan pertandingan dengan skor 0-1.

Aguero absen vs MU 2016
absennya Aguero jadi kehilangan terbesar untuk City
Masalahnya kenyataan seringkali tidak pernah berjalan semulus harapan. Jeda internasional hadir untuk mengusik this next battle of britain dan Aguero yang kena banned mau tidak mau mengganggu prediksi kami. Memang City masih memiliki Kelechi Iheanacho, pemuda Nigeria yang seringkali menjadi deputi menakjubkan ketika Aguero absen, namun hilangnya penyerang asal Argentina tersebut, yang terlibat dalam 131 gol selama 153 penampilannya membela City, jelas menjadi kehilangan terbesar pada lawatan ke Old Trafford kali ini.

Mungkin pendukung City sudah ada yang menyiapkan berbagai macam alasan jika sampai tim kesayangannya kalah dalam pertandingan ini, yang kebanyakan pasti akan berbunyi, "ah, coba Aguero tidak abstain". Namun, saya yakinkan bagi para pendukung City, pasukan Pep Guardiola tidak akan tertunduk dengan mudah di pertandingan ini. Terdengar seperti saya sedang mundukung City? Tidak, bukan demikian.

Yang menjadi acuan saya sebenarnya adalah bagaimana sejarah pertemuan diantara kedua pelatih paling masyur di muka bumi saat ini. Meski pertemuan keduanya yang paling diingat orang adalah 2 musim bersejarah saat keduanya membesut Real Madrid dan Barcelona, nyatanya Mou dan Pep sudah bersua 16 kali di berbagai ajang. Dari pertemuan sebanyak itu, Mou tercatat hanya 3 kali saja memenangkan pertandingan berbanding 7 milik Pep!

Apakah itu artinya Pep lebih baik dari Mou? Absolutely not. Dan membandingkan kemampuan manajerial keduanya hanya akan mengantarkan kita pada pembicaraan yang tidak akan ada ujungnya. Jika rekor pertemuan lebih jomplang untuk keunggulan Pep, yang bisa saya katakan mungkin adalah karena Pep, di masa terbaiknya, pernah didukung superman bernama Lionel Messi. Itu saja.

Ibra bisa jadi penentu duel 'England's El Clasico' jilid I
Menilik skuad saat ini, keduanya bisa dikatakan berimbang. Untuk beberapa hal, MU bahkan bisa dikatakan sedikit lebih unggul sejak Aguero sudah dipastikan absen. Yang menarik adalah duel dua pivot kedua tim yang memiliki misi berbeda. Duet Pogba dan Fellaini yang lebih berperan terhadap keseimbangan tim Manchester Merah, akan berduel langsung dengan duet de Bruyne dan Silva yang memiliki peran bak poros tornado yang siap memporak-porandakan lawan.

Jangan lupakan pula peran Wayne Rooney. Meski banyak mendapatkan cibiran karena peran free role-nya di tim nasional Inggris, tak dapat dipungkiri Rooney adalah pemain yang paling banyak mencetak gol di Manchester Derby (11 gol). Meski banyak orang bilang kedahsyatan masa mudanya telah berlalu, saya kira Rooney akan tetap menjadi pemain yang berbahaya.

Musim lalu City tak pernah bisa mengalahkan United dalam 2 kali kesempatan. Bahkan, The Sky Blues gagal mencetak sebiji gol pun baik di kandang sendiri maupun saat tandang. Terakhir kali City gagal menyarangkan gol 3 kali beruntun pada derby Manchester ini terjadi pada periode tahun 1995. Akankah ini menjadi indikasi United untuk memenangkan pertandingan ini? Bisa jadi.

Hanya, saya pikir ball possession puzzle ala Pep akan tetap menyulitkan untuk dipecahkan oleh seorang Mourinho sekalipun. Dengan harapan pertandingan akan tetap berjalan seru, hasil akhir game ini bisa jadi justru akan antiklimaks. Kesimpulan akhir, dengan absennya Aguero, saya pikir MU bolehlah sedikit diunggulkan. Namun saya pribadi mengira game ini akan berakhir sama kuat.

Prediksi skor Manchester United vs Manchester City : 0-0
Share This :