hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

David Luiz, Dari Badut Lapangan Menjadi Si Jenius Tiga Bek

David Luiz, Dari Badut Lapangan Menjadi Si Jenius Tiga Bek

Awal musim ini, hampir semua orang tertawa ketika Chelsea akhirnya mendatangkan kembali David Luiz, bekas anak buah yang pernah mereka 'buang' ke Perancis. Bahkan saya pun salah satu yang ikut menertawakan transfer 'bodoh' ini waktu itu. Bagaimana tidak? Ketika nama-nama bek kelas dunia incaran Chelsea gagal mereka dapatkan, secara serampangan karena dikejar deadline mereka akhirnya malah mendapatkan kembali Luiz, mantan bek yang pernah mereka jual karena tingginya tingkat blunder yang dibuatnya. Hahaha, siapa yang tidak akan tertawa?

David Luiz Moreira Marinho, begitu nama lengkap David Luiz ketika dilahirkan, pertama kali datang ke Stamford Bridge pada hari terakhir bursa transfer musim dingin 2011. Ditebus dengan mahar 25 juta Euro dari Benfica, plus Nemanja Matic yang saat itu diikutkan sebagai alat tukar ke Benfica. Kedatangan pertamanya ke London sebenarnya tidak bisa disebut sukses karena Chelsea sendiri pada saat itu sedang mengalami semacam krisis konsistensi karena Roman Abramovich suka sekali gonta-ganti pelatih. Kendati demikian, Luiz toh akhirnya berhasil menjadi bagian sejarah saat Chelsea sukses menjadi kampiun Liga Champions 2012.

Namun, Chelsea akhirnya tak tahan juga. Dipasang sebagai seorang bek tengah, Luiz justru lebih banyak merangsek ke depan ketimbang menjaga area pertahanan. Gaya bermainnya ini, meski sesekali dipuji karena ia dapat terlibat dalam gol-gol penting The Blues, akhirnya menjadi senjata makan tuan karena daerah pertahanan yang seharusnya dijaganya menjadi rentan akan kebobolan. Chelsea pun memutuskan menjualnya ke Paris St. Germain pada akhir musim 2013/2014 dengan mahar 50 juta poundsterling, menjadikan Luiz sebagai bek termahal dunia! Wow!

Piala Dunia 2014 menjadi mimpi terburuknya
Keputusan Chelsea menjual Luiz akhirnya disanjung banyak pihak karena yang terjadi setelah itu agak sedikit di luar dugaan. Luiz yang ikut berlaga bersama tim nasional Brazil di ajang Piala Dunia yang diadakan di negaranya sendiri, harus menelan pil malu karena dipermak Jerman 7-1 pada laga semifinal. Laga yang rasanya tak akan mudah dilupakan banyak orang dalam waktu dekat. Luiz menjadi kambing hitam salah satu kekalahan terburuk Brazil sepanjang masa itu akibat gaya bermainnya yang mirip badut, bergerak kesana kemari namun malah tak pernah menyentuh area pertahanan, area yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya untuk ia jaga. Orang bilang saat itu, Chelsea sudah menang banyak dengan menerima sejumlah besar uang padahal yang dijual hanyalah seorang badut lapangan.

Di PSG, kebiasaan Luiz sebenarnya tak banyak berubah, meski mampu menggalang kerjasama apik dengan rekan senegaranya Thiago Silva, keteledorannya dalam menjaga area pertahanan sedikit banyak terbantu oleh ketangguhan Silva dan superior image timnya yang ditakuti lawan. Alhasil selama 3 musim membela Les Parisien, Luiz sukses mempersembahkan 3 gelar Lique 1 berturut-turut.

Menggapai sukses di kompetisi lokal bersama PSG
Sampai disini, publik Inggris dan terutama suporter Chelsea, sepertinya sudah melupakan kiprah seorang David Luiz yang pernah memenangkan gelar Liga Champions untuk mereka. Sampai tiba-tiba di penghujung bursa transfer musim panas 2016, penggemar English Premier League dikejutkan dengan keputusan Chelsea untuk meminangnya kembali. Untuk apa The Blues membeli si badut ini? Sebagai salah seorang pengagum Antonio Conte (yang sebulan sebelumnya ditunjuk sebagai manajer baru The Blues) yang memberikan sentuhan menakjubkan sepanjang perhelatan Euro 2016 lalu, dalam hati saya hanya bisa berkata, kasihan Conte, dia mendapatkan seorang pemain yang hanya akan menjadi titik lemah dalam timnya kelak.

Namun ternyata dugaan banyak orang itu salah besar. Cemoohan-cemoohan yang mengarah pada David Luiz akhirnya hanya berakhir tenggelam di dasar lautan yang dalam. Termasuk saya, yang harus menelan ludah dan rasanya perlu meminta maaf pada Luiz karena pernah meragukannya. Ya, berkat sentuhan tangan dingin Conte, Luiz kini menjadi salah satu bek paling tangguh yang pernah dipunyai Chelsea. Dengan skema tiga bek, Luiz ternyata mampu menjadi lebih disiplin, lebih bertanggungjawab, lebih tangguh bahkan dalam duel one on one, serta tetap mematikan saat mengirim umpan-umpan jauh. Dalam waktu yang relatif singkat, Conte berhasil mengubah David Luiz dari seorang badut lapangan menjadi Si Jenius dalam skema 3 bek. Wow, make applause for him! 👏👏👏

Salah satu performa menawan David Luiz pada musim 2016/2017 ini terjadi saat Chelsea sukses mengandaskan perlawanan Manchester City 2-1. Setiap crossing, setiap passing yang dilakukan pemain-pemain City saat itu, hampir semuanya dapat dibendung seorang David Luiz. Ketika para pemain City sukses menerobos dan melewati teman-temannya, Luiz tampil sebagai sang hero yang menyapu bersih area pertahanan Chelsea. Tujuh clearances, 2 intersep dan 3 blocks menjadi catatan penampilan supernya malam itu.

Situs statistik Squawka mencatat David Luiz kini menjadi salah satu bek paling tangguh di Premier League dengan catatan rata-rata defensive errors paling rendah (hanya kalah dari Eric Bailly dan Joel Matip) diantara seluruh bek di Premier League. Jangan lupakan pula keahlian mengirim long pass yang membuat Luiz istimewa dan lain daripada yang lain. Anda kini tak akan menemukan David Luiz yang pecicilan menjelajahi seluruh area lapangan. Anda hanya akan menemukan sosok David Luiz yang lebih kalem dan selalu ada di belakang menjaga kesucian timnya. Dari seorang bek yang banyak diolok-olok, kini David Luiz telah menjelma menjadi bek yang sungguh-sungguh dicintai. 💗

5 April 2017, Chelsea 2-1 Man City, menjadi salah satu penampilan terbaik David Luiz
Share This :