hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Menyambut Monchi, Menerima Roma yang Semenjana

Menyambut Monchi, Menerima Roma yang Semenjana

Menjadi penggemar sebuah klub sepakbola, seringkali yang tersulit adalah menerima kenyataan. Kenyataan yang paling pahit? Tentu saja status sebagai klub semenjana.

Apa yang membuat sebuah klub disebut besar? Gelar-gelar juara? Sejarahnya? Basis penggemarnya?

Jika melihat gelar juara, Roma tak sepantasnya menyandang predikat tim besar. Giallorossi baru tiga kali juara Liga Italia dan yang teranyar adalah pada musim 2000/2001 silam.

Gelar yang paling akrab dengan Roma adalah titel juara Coppa Italia, yang sudah sembilan kali dimenangi. Tapi yang terakhir kali pun sudah cukup lama yakni pada 2007/2008 lalu. Trofi lain yang pernah dirasakan Roma adalah Piala Super Italia, yang direngkuh dua kali dan terakhir dirasakan pada 2007.

Dari catatan itu pula otomatis terlihat ahwa Roma tak pernah benar-benar jadi tim kuat di Italia. Secara sejarah, I Lupi tak punya kultur juara yang kuat seperti tim-tim rivalnya dari utara Italia. Meski cukup konsisten di level atas, Roma lebih sering, atau terlalu sering, berada di belakang si nomor satu.

Maka satu-satunya yang bisa membuat Roma menyebut diri sebagai tim besar adalah basis penggemarnya. Roma adalah satu dari dua klub besar di kota Roma bersama Lazio. Tapi hal itulah yang kemudian memunculkan simalakama untuk Roma.

Lanjutkan membaca di >>> Detik Sport >>>>
Share This :