hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Skuad Terbaik Musim 2016/2017 Pilihan Bolaitubal.com

Skuad Terbaik Musim 2016/2017 Pilihan Bolaitubal.com

Liga-liga besar Eropa musim 2016/2017 secara umum telah usai. Di Inggris, Antonio Conte datang dengan gebrakan sistim 3 beknya yang mengagetkan seluruh pelatih-pelatih tradisional Inggris dan akhirnya berhasil membawa Chelsea keluar sebagai yang terbaik. Di Italia, Juventus masih terlalu tangguh bagi yang lain sementara di Perancis AS Monaco berhasil melakukan kejutan kecil dengan meruntuhkan dominasi Paris St. Germain.

Merangkum musim yang telah lewat, kami memilih Best XI versi kami sendiri sebagai apresiasi sekaligus penanda pemain-pemain mana saja yang tampil brilian sepanjang musim 2016/2017 ini. Dikarenakan blog ini lebih condong ke liga utama Inggris sebagai kiblat, kami akan membagi dua skuad terbaik versi kami, yakni best eleven khusus Premier League dan best xi dari liga-liga besar Eropa. Seperti biasa, Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan skuad pilihan kami ini karena jujur saja kami sendiri mengalami kesulitan ketika harus memilih 1 dari 2 pemain pada posisi yang sama dengan statistik yang sama baiknya. Jika pada akhirnya seorang pemain tertentu tidak kami pilih, bukan berarti dia lebih buruk. Ada banyak pertimbangan sehingga kami harus menepikan beberapa pemain yang mungkin seharusnya masuk daftar terbaik.

Baik, langsung saja mari kita mulai dari ranah Liga Inggris.

Skuad Terbaik EPL Musim 2016/2017 Pilihan Bolaitubal.com

KIPER 
Andai tanpa memandang hasil akhir pencapaian tim ataupun nama besar tim yang dibelanya, sejujurnya kiper pilihan kami musim ini akan jatuh pada kiper Sunderland, Jordan Pickford. Tanpa didukung barisan belakang yang solid, Pickford akhirnya memiliki rataan saves per games paling tinggi diantara seluruh kiper di EPL, yang mana tentu saja itu bagus sebagai bahan dasar penilaian. Namun memercayakan skuad pilihan kami pada kiper yang belum teruji pada level yang lebih tinggi juga rasanya akan rawan. Untuk itu, pilihan akhir kami jatuh pada 3 kiper, Thibaut Curtois, Hugo Lloris dan David de Gea. Siapa yang layak turun sebagai starter? Nah, ini cukup berat karena jelas ketiganya sangat layak turun sebagai starter. Namun dengan kontribusi terhadap koordinasi pertahanan yang lebih baik, kepemimpinan yang lebih baik dan statistik positioning yang lebih baik, kiper terbaik EPL musim 2016/2017 pilihan kami adalah Hugo Lloris.

BEK
Musim ini, strategi 3 bek Conte begitu menonjol hingga akhirnya ditiru sebagian pelatih. Untuk mengapresiasi hal tersebut, Best XI kami kali ini juga akan mengusung formasi 3-4-3. Siapa kira-kira yang pantas mengisi pos tiga bek tengah ini? Nama David Luiz sempat kami pertimbangkan sejak bek berkebangsaan Brazil ini menjadi salah satu icon penting dalam skema 3 bek yang diusung Conte. Namun kami tidak ingin mengambil resiko. Ini baru musim pertama Luiz kembali ke Liga Inggris. Kami khawatir kesukaannya untuk meninggalkan posisinya tiba-tiba kambuh, seperti dulu. Kendati demikian, satu tempat di bangku cadangan utama sudah pasti akan kami berikan kepada Luiz.

Untuk posisi ini, kami akan mengusung Gary Cahill, yang musim ini kembali menemukan performa terbaiknya sekaligus sebagai perwakilan lini belakang sang juara Chelsea yang kokoh. Sebagai tandem Cahill kami akan menempatkan Jan Vertonghen yang sepanjang musim tampil brilian bersama Tottenham Hotspur, dan yang terakhir adalah Laurent Koscielny. Tunggu, Kosc? Mungkin beberapa dari Anda akan mengernyitkan dahi sejak defender asal Perancis tersebut gagal mengangkat Arsenal musim ini. Terlepas dari kartu merahnya di laga pamungkas musim ini, boleh percaya boleh tidak, andai tanpa Koscielny di lini belakang Arsenal, tim gudang peluru ini bahkan mungkin akan gagal berlaga di kompetisi Eropa musim depan dan bisa saja posisinya akan sangat buruk di klasemen akhir.

Sebenarnya ada pula nama Eric Bailly dan Joel Matip yang sempat kami pertimbangkan. Keduanya musim ini memiliki nilai defensive errors mencapai 0%! Sayangnya ada beberapa poin yang melemahkan. Seperti Bailly misalnya, sangat kokoh di belakang, namun kontribusinya untuk melakukan attack hampir tidak ada. Dalam sepakbola modern, seorang bek yang dianggap bagus biasanya haruslah memiliki atribut mampu membantu serangan timnya.

GELANDANG
Dalam sistim 3-4-3 ala Conte, 2 gelandang yang ditempatkan di tengah biasanya memiliki fungsi sebagai gelandang tukang angkut air dan satunya lagi sebagai box to box midfielder atau bisa saja keduanya memiliki tugas yang sama. Sedangkan 2 gelandang yang berada di sisi samping lapangan akan berfungsi sebagai sayap murni atau bisa juga menjadi wing back, flesibel tergantung kebutuhan.

Nama N'Golo Kante akan selalu yang terpikirkan pertama kali sebagai gelandang angkut air yang mumpuni, apalagi tahun ini ia berhasil menyabet penghargaan PFA Player of The Year. Namun ini sebenarnya pilihan sulit karena secara statistik ternyata masih ada yang lebih baik darinya. Beberapa nama diantaranya adalah Idrissa Gueye, dan Eric Dier. Namun gelar juara berturut-turut untuk 2 tim yang berbeda, menjadi nilai plus Kante yang tak dapat dipertanyakan lagi.

Sebagai tandem Kante di Chelsea, Conte menempatkan Nemanja Matic yang memiliki fungsi kurang lebih sama, yakni penahan serangan pertama tim. Lagi-lagi ini menjadi dilema karena ternyata cukup banyak pemain yang memiliki catatan lebih baik dari Matic, Cheikhou Kouyate misalnya. Namun Kouyate hanya handal sebagai breaker dan tidak seapik Matic dalam membantu serangan. Lagipula, pemilihan pemain kedua di lini tengah ini akan sangat tergantung pada strategi. Dengan strategi 3-4-3 ala Conte, kami terpaksa meninggalkan banyak sekali nama-nama besar mulai dari Kevin de Bruyne, David Silva, Christian Eriksen hingga Mesut Oezil. Memang cukup sulit mengakomodasi seorang playmaker murni dengan strategi ini. Konklusi akhir, kami memilih Ander Herrera sebagai box to box midfielder terbaik versi kami.

Untuk posisi wing back, kami dibuat pusing tujuh keliling karena ternyata banyak sekali bek sayap kiri handal yang menyesaki Liga Inggris. Bahkan Charlie Daniels yang 'hanya' bermain untuk Bournemouth bisa tampil sangat baik musim ini. Namun nama Marcos Alonso pada akhirnya sulit untuk ditolak. Bek berkebangsaan Spanyol ini seperti telah ditakdirkan untuk menjadi pioneer generasi baru left wing back yang elegan dalam bertahan maupun menyerang. James Milner sempat kami pertimbangkan namun ternyata catatan defensifnya kurang baik. Aleksandar Kolarov sebenarnya memiliki catatan statistik lebih baik dari Alonso, namun faktor usia dan gaya old fashion Kolarov kali ini terpaksa kami pinggirkan.

Untuk right wing back, pilihan kami jatuhkan pada Cesar Azpilicueta. Musim ini Conte memang lebih banyak menempatkan Azpilicueta sebagai bagian dari trio tiga beknya. Namun ketika bertransformasi menjadi wing back, ternyata Azpi masih sama baiknya ketika melakoni peran ini musim lalu. Konsistensi level dewa ini yang memaksa kami untuk tetap memilihnya, bukan sekedar karena dia berasal dari tim juara. Nama lain yang masuk bursa terbaik pada posisi ini adalah Antonio Valencia. Hector Bellerin, yang musim lalu menjadi bek sayap kanan favorit kami, tahun ini mengalami degradasi performa yang sangat signifikan hingga rasanya untuk masuk ke bench tim pilihan kami pun tidak pantas. Maaf.

PENYERANG
Satu nama yang pasti ada dalam tim kami musim ini, apapun formasi yang kami pakai, adalah Eden Hazard. Bisa dibilang Hazard adalah perwujudan Messi-nya Premier League. Dengan dribble khasnya yang mematikan, umpan-umpan brilian dan tendangan yang keras dan akurat, kami sekaligus menempatkan Hazard sebagai Player of The Season kami musim ini. Make applause for him! 👏👏👏👏

Sebagai pendamping Hazard, 2 nama paling menonjol adalah Phillipe Coutinho dan Alexis Sanchez. Dua-duanya sama-sama brillian musim ini. Andai saya seorang pelatih betulan, saya akan mengakomodasi keduanya untuk selalu tampil bersama, atau jika tak memungkinkan, saya akan memainkan keduanya bergantian pada masing-masing babak saking berimbangnya level kedua pemain Amerika latin ini. Pada akhirnya kami tetap harus memilih. Dan pilihan kami jatuhkan pada Sanchez, yang kami anggap sangat sukses mengangkat Arsenal hampir sendirian musim ini.

Dan sebagai pelengkap trio penyerang kami, satu pemain bertipe finisher wajib ada. Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah pemain tersubur EPL musim ini, Harry Kane. Sebenarnya masih ada nama-nama seperti Diego Costa, Romelu Lukaku ataupun Sergio Aguero sebagai kompetitor. Namun Kane memiliki atribut elegan dan intelejensi yang akan sulit ditolak pelatih manapun. Pandai keeping ball, brilian dalam melakukan gerakan tanpa bola, kadang sedikit licik dalam memperdaya bek lawan, serta tembakan-tembakan yang membuat bola seakan ingin meniduri jala lawan. A very top class finisher.

Best Starting XI EPL musim 2016/2017 versi Bolaitubal.com



Untuk Best Eleven tandingan,  kami memilih penampil-penampil terbaik dari 4 liga besar lainnya yakni Serie A, Bundesliga, La Liga dan Lique 1. Kami menggunakan formasi 4-2-3-1 karena memang itulah formasi favorit kami. Beberapa nama yang kami masukkan di daftar ini mungkin masih jauh dari sempurna, namun sedikit banyak kami telah melakukan survei yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada beberapa nama yang terlewat, silakan Anda usulkan di kolom komentar ya. 😉

Best Starting XI Top 4 European Leagues 2016/2017 versi Bolaitubal.com



Nah, itulah Skuad Terbaik Musim 2016/2017 Pilihan admin Bolaitubal.com. Andai kedua tim ini diadu, kira-kira mana yang akan menang ya? Hehe.... 😁
Share This :