hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Melihat dari Kacamata Positif & Negatif Teknologi VAR

Melihat dari Kacamata Positif & Negatif Teknologi VAR
Wasit membutuhkan bantuan VAR untuk mengesahkan gol Australia pada Piala Konfederasi 2017

Melihat dari Kacamata Positif & Negatif Teknologi VAR - Piala Konfederasi 2017 baru berjalan beberapa hari namun sudah banyak pro dan kontra yang bermunculan terutama apalagi kalau bukan karena penggunaan teknologi Video Assistant Referee atau kemudian dikenal dengan nama teknologi VAR. Dari namanya kita sudah tahu bahwa teknologi ini dipakai untuk membantu wasit khususnya jika ada kejadian-kejadian yang mungkin luput dari pandangan wasit maupun hakim garis.

Meski polemiknya baru terasa sekarang, namun sejatinya teknologi ini sudah diaplikasikan pada ajang besar lain yang baru saja usai, yakni Piala Dunia U-20 yang memunculkan Inggris sebagai kampiun. Meski konon ada beberapa kendala, namun secara keseluruhan penerapan teknologi VAR ini dianggap berjalan dengan mulus.

Namun gelombang protes terhadap teknologi ini mulai benar-benar terasa tatkala pasang mata yang melihatnya berjumlah lebih banyak. Ya, dengan dihelatnya Piala Konfederasi 2017, dan kebetulan beberapa kejadian langsung melibatkan peranan teknologi ini, orang-orang mulai memasang aksi pro dan kontra terhadapnya. Bahkan beberapa diantaranya merasa tidak nyaman dengan kehadiran teknologi ini yang dianggap 'merusak' esensi permainan sepakbola itu sendiri. Benarkah demikian?

Sejak setiap hal atau setiap kejadian selalu memiliki 2 sudut pandang, yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, yang putih dan yang hitam, yang melakukan dan yang terlakukan, mari kita lihat saja penerapan teknologi VAR ini dari 2 sudut pandang juga yakni dari kacamata positif dan kacamata negatif, dan biarkan sisanya dijadikan bahan renungan syukur-syukur bisa jadi bahan pertimbangan pihak-pihak yang berwenang. Here we go.

Sisi Positif Teknologi VAR :
  1. Sistim Operasi Android sudah mencapai versi 8, Hardisk sudah dibuat sebesar 12 terabyte, resolusi layar televisi sudah mencapai teknologi 8K, maka (seharusnya) tidak ada alasan dunia sepakbola menunda-nunda penggunaan teknologi termutakhir. Tidak mungkin tampilan sepakbola akan terus sama dengan apa yang sudah kita lalui 25 tahun lalu. Dari sudut pandang ini, maka teknologi VAR adalah a must thing to do.
  2. Goal line technology sudah diterapkan dan terbukti membantu banyak untuk menentukan sah atau tidaknya sebuah gol. VAR jelas diperlukan untuk mendukung permainan yang fair play dan meminimalkan kerugian yang didapat sebuah tim. Gol tangan Tuhan, diving, ataupun tindakan-tindakan tak terpuji yang dilakukan seorang pemain dapat terpantau jelas selagi perhatian wasit teralihkan. 
  3. Andai teknologi VAR ini terus berkembang, bukan tidak mungkin kedepannya setiap penonton dapat mengunduh aplikasi ini ke dalam smartphone mereka masing-masing, sehingga setiap kejadian dapat jelas terekam dan tidak perlu lagi teriak-teriak dan berdebat apakah seorang pemain offside atau onside. Bahkan bukan tidak mungkin pula percakapan antar pemain di atas lapangan kedepannya bisa terekam sehingga kejadian Zidane vs Materazzi di Piala Dunia 2006 tidak akan terulang lagi. Who knows.
Wasit menunggu 'keputusan' operator VAR untuk menilai sah tidaknya gol Portugal di Piala Konfederasi 2017

Sisi Negatif Teknologi VAR :
  1. Wacana akan hilangnya esensi sepakbola mungkin bisa jadi benar. Imbas paling buruk dari hadirnya teknologi ini kemungkinan besar adalah tidak diperlukannya lagi posisi hakim garis karena VAR praktis akan dapat mengemban semua tugas seorang hakim garis, dengan keakuratan yang tentunya lebih tinggi dan tanpa terkena resiko tendangan atau bola nyasar dari pemain. Hmm, entah poin ini negatif atau justru positif ya, hehe....
  2. Dengan bantuan teknologi, kualitas seseorang seringkali justru mengalami degradasi. Yang tadinya suka berkemah bersama teman-teman, dengan teknologi malah lebih suka mengurung diri di kamar. Yang tadinya suka berolahraga, dengan teknologi menjadi lebih suka berolahraga dengan stik konsol. Bukan tidak mungkin kualitas wasit lama-lama akan menurun jika sedikit-sedikit membutuhkan bantuan teknologi khususnya VAR ini selain tentu saja akan memakan jatah waktu pertandingan.
  3. Sudah banyak teknologi canggih yang berhasil diretas oleh seorang hacker, bukan tidak mungkin hal yang sama akan terjadi pada teknologi ini. Jika hal ini benar-benar terjadi, bukan tidak mungkin apa yang kita lihat di video adalah hal yang bukan sebenarnya.
  4. Saat ini, VAR beroperasi secara semi-otomatis alias masih dijalankan oleh sekelompok orang dalam sebuah ruang tertutup. Poin negatifnya, independensi operator VAR bisa saja dipertanyakan. Apakah ia seorang Juventini, apakah ia seorang Manchunian, apakah ia seorang Liverpudlian, tanpa mendapatkan tekanan dari penonton di stadion, dia bisa saja memberikan informasi yang sedikit dipelintir. Jika poin ke-3 dan ke-4 ini disatukan, sepakbola benar-benar bisa tamat. Atau katakanlah ia seorang yang menjunjung tinggi keadilan, bekerja di depan komputer sama sekali tidak sama dengan di atas lapangan. Dengan zona yang nyaman, seorang operator VAR bisa saja lalai dengan mudah dan akhirnya memberikan informasi yang salah. Kemungkinannya memang kecil, namun bukan tidak mungkin terjadi.

Itulah garis besar teknologi VAR yang dilihat dari kacamata negatif dan positif menurut versi kami. Dari yang sudah-sudah, keasyikkan menonton sepakbola memang sedikit terganggu dengan adanya VAR, namun kita juga tidak bisa menutup mata karena ada tim yang dirugikan disana. Bagaimanapun juga, sepakbola kami pikir harus terus maju mengikuti perkembangan zaman. Dan VAR mungkin hanyalah salah satu langkah untuk memajukan industri sepakbola. Bagaimana menurut Anda?
Share This :