hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Prediksi Final Liga Champions 2016/2017 : Juventus vs Real Madrid

Prediksi Final Liga Champions 2016/2017 : Juventus vs Real Madrid

Prediksi Final Liga Champions 2016/2017 : Juventus vs Real Madrid - Sejak undian semi final Liga Champions dilakukan beberapa saat yang lalu, sedikit banyak bayangan siapa yang akan lolos ke final di Cardiff sudah dapat diprediksi. Real Madrid vs Juventus akhirnya menjadi laga pamungkas kompetisi terelit sedunia setelah keduanya berhasil menyingkirkan baik Atletico Madrid maupun AS Monaco dengan keunggulan agregat yang meyakinkan. Dengan membawa rekor masing-masing, keduanya jelas sangat pantas berada di laga final ini. Sebuah final idaman.

Jika Anda bertanya siapa yang pantas diunggulkan di laga ini, bisa jadi Anda akan mendapati jawaban yang membingungkan karena persentasenya pasti akan mendekati 50-50, secara bulat. Real Madrid datang sebagai juara bertahan sekaligus rajanya kompetisi ini dengan 11 trofinya, jauh lebih banyak dari tim manapun di Eropa, sedangkan Juventus ibarat penantang yang datang dengan persiapan maha sempurna, dengan rekor kebobolan paling minim yang nyatanya mampu memandulkan lawan-lawan yang di atas kertas memiliki barisan predator menakutkan.

Don't be Fooled by the Perfect Performance if It is Not in the Final
Seorang kawan pernah berujar, tim yang menampilkan permainan sempurna (top performance) di babak penyisihan, biasanya akan gagal saat di partai puncak. Awalnya saya tak begitu memercayai teorinya tersebut. Namun ketika ia berhasil memrediksi dengan tepat siapa yang bakal juara Piala Dunia 2014 lalu, saya pun diam-diam mengaguminya dan sedikit banyak mulai mempraktekkan teori tersebut sebagai salah satu dasar prediksi-prediksi sepakbola yang sering saya buat.

Dengan teori ini, kira-kira siapakah diantara dua tim ini menurut Anda yang sudah telanjur menampilkan penampilan sempurna di babak-babak sebelumnya? Menurut hemat saya, The Old Lady-lah tim tersebut. Juventus saya pikir menampilkan permainan yang sangat sempurna ketika meladeni Barcelona di babak perempat final. Sangat tangguh di belakang, sangat ganas di bagian depan, perfecto. Bagaimana mungkin tim sekelas Barcelona bisa dibuat mandul jika bukan karena kesempurnaan? Dari dasar pemikiran ini pula saya pernah menyebutkan bahwa kesempatan terbesar Juventus untuk menyingkirkan Madrid adalah di babak semifinal, saat kesempurnaan mereka masih cukup banyak tersisa, yang tentu saja hal itu akhirnya hanya menjadi sebatas opini saja karena kenyataannya Juventus bertemu lawan lain di babak semifinal.

Lalu bagaimana dengan Real Madrid yang berhasil menyingkirkan Bayern Munchen? Saat itu saya ingat Madrid lolos dengan berbagai macam embel-embel kontroversi, mulai dari gol berbau offside hingga kepemimpinan wasit yang dianggap terlalu menguntungkan Madrid. Andai kontroversi-kontroversi itu tak terjadi, mungkinkah Madrid akan lolos ke final? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, dari sudut pandang ini, maka bisa dikatakan Los Merengues belum menunjukkan level permainan sempurna.

Jadi, apakah itu artinya Real Madrid akan mampu mengalahkan Juventus dan meraih trofi Liga Champions-nya yang ke-12? Dengan dasar teori sepihak ini, ya, mereka seharusnya yang akan keluar sebagai juara. Well, sebelum mengambil keputusan final tentang prediksi ini, mari kita coba lihat dari sudut pandang lain, data dan fakta. 


~ Match Facts ~

  • Jika Madrid adalah tim yang paling banyak menang di final Champions League, Juventus benar-benar tepat menjadi anti-materinya dengan menjadi klub di Eropa yang paling banyak kalah di final UCL.
  • Jika mampu juara, Juventus akan menjadi klub ketujuh yang mampu memenangi UCL tanpa tersentuh kekalahan. Klub terakhir yang mampu juara UCL tanpa kalah adalah Manchester United pada musim kompetisi 2007/2008 alias ketika Cristiano Ronaldo masih menjadi pujaan publik Old Trafford.
  • Jika mengikuti tren dimana belum ada satu pun tim yang mampu memenangi gelar Liga Champions 2 musim berturut-turut sejak format Liga Champions (dari sebelumnya Piala Champions) dihelat pada musim 1992/1993, maka Juventus memiliki kesempatan besar memenangi UCL tahun ini karena Real Madrid sudah mendapatkannya musim lalu.
  • Dalam 3 pertemuan terakhir, Madrid sudah tak lagi dapat mengalahkan Juventus. Tahun ini seperti benar-benar memihak mereka untuk dapat juara. Yang menarik, CR7 selalu dapat melesakkan gol ke gawang Juventus tiap kali dapat kesempatan berjumpa. Madrid bisa mengandalkan kapten Portugal ini untuk merusak pertahanan Si Nyonya Tua, entah menang atau kalah untuk hasil akhirnya nanti.

Tactical Preview
Jujur saja, sebagai orang yang lebih banyak menyaksikan Liga Utama Inggris daripada liga-liga Eropa lainnya, terus terang saya tidak tahu bagaimana perkembangan Madrid maupun Juventus di liganya masing-masing. Namun ketika saya akhirnya dapat menyaksikan keduanya di babak-babak akhir Liga Champions ini, harus diakui keduanya memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri yang jika dibenturkan akan menimbulkan gesekan-gesekan yang menarik.


Saat ini, Real Madrid adalah Cristiano Ronaldo dan sebaliknya. Seperti halnya Barcelona adalah Liolel Messi dan sebaliknya. Apapun hasil pertandingan Real Madrid, apakah mereka bermain buruk atau tidak, yang pertama akan dicari dan diingat orang adalah Cristiano Ronaldo, Sang CR7, apakah ia berkontribusi atau tidak, bermain bagus atau tidak, apakah ia membuat penalti atau tidak, dan sebagainya. Lovers maupun haters, sedikit banyak akan mencari terlebih dulu apa yang telah dilakukan seorang Ronaldo.


Namun, menurut hemat saya, Madrid-nya Zinedine Zidane ini agak lain dari pelatih-pelatih sebelumnya. Bukan Ronaldo menurut saya yang harus diwaspadai Juventus nantinya, melainkan duo deep-lying midfielder yang diperankan Casemiro dan juga Luca Modric. Khusus nama terakhir ini, saya cukup terkejut sekaligus merasa senang karena ternyata Modric sanggup menjadi pemain inti mengingat kedatangan pertamanya dulu ia cukup kesulitan beradaptasi.

Dengan bermain lebih ke dalam, baik Casemiro maupun Modric seperti menjadi senjata rahasia yang keberadaannya tertutupi oleh sosok Ronaldo maupun Isco yang diplot sebagai playmaker. Akibatnya lawan pun seringkali terkecoh karena duet Casemiro-Modric-lah, menurut pendapat saya, adalah playmaker Madrid yang sebenarnya.

Di pertandingan leg kedua antara Atletico Madrid vs Real Madrid, Los Merengues hampir-hampir amburadul karena para pemain ATM berhasil mengganggu pergerakan Modric, bahkan Casemiro dibuat tak banyak membantu. Dengan tekel-tekel keras dan tekanan-tekanan yang diberikan, Fernando Torres dkk sukses membungkam Madrid, untuk setidaknya 20 menit pertama. Anehnya ketika ATM kemudian berhasil leading 2-0, mereka malah mengendurkan tekanan kepada Modric. Hasilnya adalah bencana. Modric yang liar mulai menemukan iramanya, mengatur tempo permainan timnya, dan akhirnya mengatur tempo jalannya pertandingan. Pertandingan pun menjadi milik Madrid, sampai kemudian Karim Benzema yang entah dirasuki apa saat itu membuat pergerakan luar biasa untuk men-set up gol yang dibuat oleh Isco.


Jadi, yang harus dilakukan Juventus adalah mematikan pergerakan Casemiro dan Modric. Yang jadi masalah adalah yang menjadi sumber kekuatan Juventus justru letaknya ada di barisan belakang. Ya, trio bek Chiellini-Bonucci-Barzagli ditambah dengan Buffon saya pikir adalah pondasi utama yang mengantar Si Nyonya Tua ini sampai ke partai final. Akan berbahaya jika mereka bergerak naik hanya untuk mematikan pergerakan Modric-Casemiro. Yang bisa dilakukan akhirnya mungkin tinggal membiarkan Modric tetap mengatur tempo pertandingan sembari adu kuat dengan gerendel ala Italia yang menjadi andalan Juventus. Dengan membiarkan Modric berbuat sesukanya, Juventus saya pikir malah memiliki celah dan kesempatan lebih besar untuk menikam Madrid. 

Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, kesempatan terbesar Juventus menghentikan Real Madrid seharusnya sudah terjadi di babak semifinal karena di babak tersebut kesempurnaan Juventus masih banyak tersisa. Ketika sudah mencapai final, saya merasa peruntungan keduanya sudah akan banyak berubah. It just about a feeling now. May the best teams win. 😚


Prediksi skor Juventus vs Real Madrid : 1-2
(Hasil : Flashscore)
Share This :