hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Welcome to the Jungle, Frank de Boer!

Welcome to the Jungle, Frank de Boer!

Apa yang paling berkesan dari Premier League musim 2016/2017 yang baru saja berlalu? Salah satu yang paling berkesan saya pikir adalah berjejalnya manajer-manajer kelas wahid di EPL. Kedatangan Antonio Conte dan Pep Guardiola musim lalu benar-benar membuat Liga Inggris terasa bagai liga impian. The League of the Great Manager. Andai Manuel Pellegrini yang dipecat Manchester City masih mau meneruskan kiprahnya di EPL dengan menerima tawaran dari klub lain, orgasme menyaksikan setiap laga EPL akan semakin cetar membahana.

Memasuki musim baru 2017/2018, Liga Primer Inggris dipastikan akan semakin panas karena setidaknya ada 2 manajer dengan nama besar yang akan ikut meramaikan liga paling elit di muka bumi ini. Yang pertama ada Rafael Benitez yang berhasil mengantar Newcastle United kembali naik ke EPL setelah semusim sebelumnya berjibaku di divisi Championship. Tak perlu dipertanyakan sebesar apa nama Benitez bagi penggemar Liga Inggris terutama fans Liverpool.

Yang kedua, yang baru saja datang, adalah Frank de Boer, mantan manajer Ajax Amsterdam dan Inter Milan yang kali ini didapuk menjadi arsitek anyar Crystal Palace. Frank adalah nama besar di dunia sepakbola terlebih saat menjadi seorang pemain. Melewatkan 6 musim sebagai manajer bersama Ajax, Frank berhasil mempersembahkan 4 kali juara Liga Belanda. Sayangnya rekor apiknya itu sedikit tercoreng ketika ia menerima pinangan melatih di Inter Milan.

Sebenarnya saya pribadi sudah mengharapkan Frank akan mengambil pekerjaan di Inggris pada musim lalu begitu meninggalkan Ajax. Entah bagaimana ia kemudian lebih memilih melatih Inter sebagai klub luar negeri pertamanya. Benar saja, dengan niat yang terkesan setengah-setengah, Inter kemudian dibawanya tampil angin-anginan yang membuatnya justru harus lebih cepat mengakhiri kontraknya alias dipecat. Frank akhirnya menganggur sampai musim kompetisi berakhir.


Bagaimana dengan Crystal Palace? Kira-kira akan dibawa sampai kemana tim yang musim lalu lebih banyak memenangkan partai tandang ketimbang partai kandangnya ini? Benar ada secercah optimisme dengan kedatangan Frank, ada harapan ia akan mentransformasi metode Total Voetbal-nya selama di Ajax dan menjadikan The Eagles lebih menghibur dari segi permainan. Namun itu teori di atas kertas, implementasinya di atas lapangan bisa jadi akan sangat berbeda.

Kegagalan Frank membesut Inter Milan bisa dijadikan tolok ukur namun di saat bersamaan juga tidak dapat dijadikan patokan. Saya melihat ada semacam ambisi terpendam pada diri Frank untuk dapat melatih tim besar di Premier League. Dengan opini sepihak ini, dan mengingat bahwa status Palace tak lebih dari tim papan tengah Liga Primer, saya khawatir Palace hanya akan dijadikan batu loncatan karirnya saja. Well, semoga itu tidak benar..

Chairman Palace, Steve Parish, menjanjikan bahwa klub siap menggelontorkan sejumlah besar uang demi Frank de Boer dapat membentuk tim impiannya. Ini jelas kabar bagus dan lagi-lagi, fans boleh bermimpi akan dapat melihat kompetisi Liga Inggris makin berwarna dan hidup. Di tengah optimisme yang membuncah dan kekhawatiran akan kinerja tanggungnya, saya hanya bisa bilang: Welcome to the Jungle, Frank de Boer! 😊
Share This :