hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Juventus dan Calciomercato

Juventus dan Calciomercato



Ada yang aneh saat Fabio Cannavaro mengangkat Thropy piala dunia ketiga bagi Italia. Ketika semua orang bersuka-cita merayakan momen bersejarah itu, tak begitu jauh dari Jerman, persepakbolaan Italia sedang diguncang isu calciopoli. Tak perlu saya lanjutkan ceritanya, Anda pasti tahu ending-nya. Happy ending bagi Inter, namun tidak bagi Juventus, Milan, Lazio, Fiorentina dan beberapa klub lainnya. Luciano Moggi menjadi pesakitan dan Juventus turun kasta, yang lain "cuma" dipotong poin... sh*t!!

Skip skip....

Sebelas tahun berlalu, La Vechia Signora kembali jadi raksasa Italia dengan six straight scudetto. Saya ulangi, 6 kali Scudetto beruntun, mengangkangi Inter dengan 5 scudetto beruntun walaupun salah satunya adalah "hadiah" karena kebaikan hati FIGC. Menatap scudetto ke-7, ada rasa pesimis di hati saya. Cepat atau lambat harus ada "pengganti" Juventus supaya persaingan di Serie-A kembali panas.

Dimulai dari Milan yang secara mengejutkan sudah menghabiskan 250 juta euro untuk membeli pemain, yang mana salah satu diantaranya adalah bekas pilar Juventus di lini belakang (da*n you bonn!!), Kemudian ada Napoli yang kelihatan tidak begitu bergairah di bursa transfer, namun perlu diingat bahwa lini depan mereka adalah yang paling mengerikan musim kemarin, yang lucunya para striker mereka tidak lebih tinggi daripada Messi....

Lalu ada Roma, kehilangan Mohammed Salah jelas berefek pada lini depan mereka, tetapi saya yakin I Lupi tetap penantang serius perebutan Scudetto. Inter sejauh ini tampak adem ayem. Materi pemain mereka musim lalu menurut saya sanggup untuk bersaing di papan atas. Tapi apa daya, “kebodohan” manajemen dalam mencari pelatih berimbas pada prestasi tim. Pemain sekelas Gabriel Barbosa, Perisic, hingga Jovetic, gagal bersinar. Hanya pundi-pundi gol milik Icardi yang tampak bersusah payah menjaga Inter tetap berada di papan atas klasemen.

Fiorentina juga jangan dilupakan. Meski tidak konsisten, tapi ketika bertemu tim besar mereka selalu dapat merepotkan. Lazio?? Ah, sudahlah.... Juventus sendiri sejauh ini masih belum meyakinkan di lantai bursa. Mereka melepas Dani Alves dan Bonucci kemudian mendatangkan Douglas Costa, de Sciglio, Bernardeschi dan Sesny (please ajari saya mengeja namanya). Sejak tulisan ini di-publish, belum ada mega transfer layaknya musim lalu yang sempat menghadirkan nama Gonzalo Higuain sebagai pemain termahal.

Kendati demikian saya masih percaya kepada Max Allegri. Dua final UCL dalam 3 tahun bukanlah prestasi sembarangan. Walaupun belum sekalipun juara, tetap itu adalah sebuah prestasi luar biasa. Belum lagi di tingkat domestik, 3 kali double winners Scudetto dan Coppa Italia adalah sebuah rekor baru di italia. Well done Mr. Max!

Lanjut ke turnamen pramusim Internasional Champions Cup, Duo Milan makin menjanjikan dengan sudah meraih kemenangan. Begitu juga Roma, kemenangan atas Tottenham Hotspur akan memberi mereka kepercayaan diri menatap musim depan. Juventus sendiri tak berdaya di hadapan Barca yang sempat mereka permalukan 3-0 musim lalu. Tetapi seperti kata teman saya di grup bola Football on Chat, laga pramusim adalah tipuan, jangan percaya hasil akhir laga. Ya begitulah, seperti halnya Liverpool yang juara Premiere League di Hongkong.... Ada yang percaya The Reds akan mengangkat piala Premier League betulan di akhir musim nanti?

Sayangnya dari sekian banyak pergerakan di bursa transfer musim ini yang dilakukan klub-klub Serie-A, tak membuat satupun televisi lokal yang tertarik menayangkan secara live (belum). Apa mau di kata, Serie-A masih barang mewah di Indonesia. Jadi apa hubungannya calciopoli dengan bahasan Juventus dalam pergerakan transfer tahun ini?? Jawabnya tidak ada.... Entahlah, saya hanya ingin menulis tentang ini saja.

Last but not least, semoga Juventus dapat meraih treble tahun depan, setelah nyaris melakukanya dalam 2 kali kesempatan.

Cikarang, 26 Juli 2017
ditulis oleh : Djokovic, seorang pakar gadget android yang kebetulan juga menggemari sepakbola

Note:
Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis, tidak terikat dengan fans klub manapun.
Share This :