hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Dapat Matic, MU Punya Bekal Lengkap Untuk Jadi Juara

Dapat Matic, MU Punya Bekal Lengkap Untuk Jadi Juara

Tak sedikit yang beranggapan bahwa keberhasilan Manchester United membajak Nemanja Matic dari Chelsea musim ini adalah sebuah langkah jitu nan brilian. Musim lalu, duet Matic dan N'Golo Kante sangat kokoh di lini tengah Chelsea dimana duet defensive midfielder ini mampu membuat filter pertahanan The Blues sangat sulit ditembus. Meski orang awam akan menganggap bahwa pencapaian Kante lebih baik dengan trofi Player of the Year yang berhasil diraihnya, namun sejatinya peran Matic tak kalah krusialnya.

Andai sedikit dirunut ke belakang, pemain yang berperan sebagai "tukang angkut air" seperti Matic inilah tipikal pemain yang menjadi kunci penting Jose Mourinho mampu membawa trofi juara untuk setiap klub yang pernah dilatihnya. Di Porto ada Costinha, kemudian di masa baktinya yang pertama di Stamford Bridge, Mou memiliki Makelele dan John Obi Mikel, di Inter Milan ia memiliki Cambiasso, di Real Madrid ada Lassana Diara dan atau Xabi Alonso, hingga Matic sendiri yang menjadi kunci suksesnya ketika berlabuh untuk kedua kalinya di kubu The Blues.

Yang menarik, persamaan dari banyak kondisi tersebut di atas adalah, Mourinho selalu berhasil merengkuh trofi juara liga tiap kali memasuki musim keduanya melatih di masing-masing klub. Mendapatkan Matic artinya ia seperti telah mendapatkan kepingan puzzle yang sejati. Musim lalu Pogba, Fellaini dan Ander Herrera diplot dan dituntut untuk menjadi gelandang pekerja di lini tengah MU. Hasilnya cukup baik, namun kurang maksimal.

Bahkan tak sedikit fans Setan Merah sendiri yang menganggap Pogba adalah pembelian sia-sia. Dengan hanya 5 gol dan 4 assists yang dicetaknya musim lalu, performa Pogba jauh di bawah standarnya saat ia membela Juventus maupun tim nasional Perancis. Namun, yang banyak orang tidak sadari adalah, Pogba bukannya tampil jelek atau mengalami penurunan, melainkan karena tugas dan peran yang diusungnya berbeda. Memiliki peran yang bebas alias free role di Juventus, di MU ia dibebani tanggung jawab untuk melindungi area pertahanan, tugas yang seharusnya jadi tanggung jawab Fellaini. 

Nah, kedatangan Matic, selain menjadi pion penting strategi khas milik Mourinho, juga akan melepaskan potensi Pogba ke tingkat yang sesungguhnya. Release the Kraken! Begitu mungkin andai potensi sejati Pogba bisa bersuara 😁. Belum lagi akan ada peran Herrera sebagai pelengkap formasi jangkar di lini tengah ini, dimana pemain asal Spanyol ini sempat masuk dalam tim idaman kami musim lalu, kekuatan MU musim 2017/2018 bisa jadi akan sangat menakutkan.

Nemanja Matic adalah loyalis sejati Mourinho. Rasa hormatnya kepada manajernya ini tampaknya tak terpengaruh oleh apa yang orang lain anggap sebagai penghinaan, yakni tatkala ia hanya bermain 28 menit saat diganti di tengah pertandingan padahal ia sendiri baru masuk sebagai pemain pengganti, pada pertandingan melawan Southampton bulan Oktober 2015 silam. Matic tampak rela mengikuti perintah dan kemanapun Mourinho pergi.

Dengan Mourinho yang sempat mengeluhkan kebijakan transfer MU, dimana ia kesulitan mendatangkan nama-nama pemain yang ia inginkan, kedatangan Matic jelas bak berkah air di padang gurun. Matic, dengan kemampuannya mengemban peran untuk memperkuat area pertahanan dan sekaligus membuat tugas pemain lain lebih mudah, benar-benar telah mewakili rekrutan musim kedua ala Mourinho yang biasanya menjadi kunci sukses timnya menuju tangga juara. Bisa? Kita lihat saja nanti. 😎
Share This :
avatar

Semoga lah bisa juara, MU adalah club favorit ku.
Thanks gan untuk sharingnya....

Delete 3 August 2017 at 15:37
avatar

Pogba bisa fokus nyerang ga kyk musim lalu perannya.
Semoga aja puasa EPL MU berakhir musim depan hehe

Delete 3 August 2017 at 18:54