hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Sekelumit Opini Tentang Allianz Stadium

Sekelumit Opini Tentang Allianz Stadium

Perkembangan industri sepakbola dewasa ini memang sangatlah menguntungkan dari sisi ekonomi. Apapun itu yang berhubungan dengan sepakbola pasti mempunyai daya tarik tersendiri, mulai dari yang kecil sampai ke tingkat yang besar bisa dipastikan mempunyai nilai jual.

Masih ingat permen karet bekas milik Sir Alex Ferguson yang dikunyah terakhir saat jadi pelatih Manchester United? Benda "menjijikkan" itu ternyata laku dijual. Lalu bagaimana jika sebuah stadion yang merupakan simbol dari sebuah klub sepakbola menjadi alat sponsor sebuah produk?

Itulah yang terjadi pada J Stadium milik Juventus. Stadion tersebut berubah nama menjadi Allianz Stadium of Turin sebagai nama resminya.

Selama enam tahun ke depan, para Juventini dipaksa untuk terbiasa dengan nama tersebut menyusul enam "saudara" lainnya yang sudah duluan lahir, diantaranya ada Allianz Park di London, Allianz Riviera di Nice, Allianz Parque di Sao Paulo, dan Allianz Stadion di Vienna. Jangan lupakan juga Allianz Arena di Munich.

Lupakan aspek bisnisnya, saya akan sedikit mengulas dari sisi sepakbolanya.

Tak dipungkiri, sebuah stadion merupakan simbol identitas sebuah klub sepakbola, dimana para fans berkumpul mendukung klub kesayangannya bertanding. Atmosfer yang tercipta di dalam stadion dapat membuat pemain tuan rumah seakan mempunyai kekuatan lain dan di stadion lah pemain ke-12 lahir.
Lihatlah bagaimana dengan bangganya para "poolites" mengatakan "This is Anfield!!", atau para pendukung Manchester United menjuluki Old Trafford dengan "Theater of Dream".

J Stadium yang sejatinya baru lahir di tahun 2011, seakan menjadi identitas baru Juventus di saat para pesaingnya masih membayar uang sewa ke Pemda setempat. Atmosfer yang tercipta di stadion ini sungguh luar biasa. Tercatat hanya segelintir klub yang sanggup mencuri tiga poin di sini. Pemegang 12 Thropy UCL pun tidak berkutik di J stadium. Jangan lupakan Barca yang ditelanjangi 3 gol tak berbalas musim lalu.

Dan yang lebih hebatnya, Juventus tak terkalahkan di kandang musim lalu di Serie-A. Semua rentetan hasil tersebut seakan lenyap begitu stadion tersebut berubah nama. Tidak ada (belum lebih tepatnya) daya magis terhadap nama yang baru. Ketika para seteru mendengar nama Allianz stadium, mereka seakan berkata "Ini stadion apa perusahaan asuransi?"

Ini adalah awal dari babak baru dalam diri juventus. Melihat kakak-kakaknya yang duluan berganti nama stadion, mungkin tidak akan berpengaruh terhadap kualitas tim itu sendiri. Lihatlah Arsenal atau Bayern Muenchen, mereka tetaplah sebuah klub dengan tradisi hebat walaupun stadionnya sudah dikomersilkan.
Setidaknya, Juventus sudah memiliki stadion sendiri dengan fasilitas mewah yang memanjakan para pemainnya. Dan sepertinya kota Roma juga sedang membangun sebuah stadion untuk klub di kota tersebut. Tentu saja klub itu adalah sang "Serigala", bukan si "Elang" yang terbang pun masih dalam tahap merangkak....

Cikarang, 20 Agustus 2017
Tulisan kiriman dari Djokovic
Share This :