hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Review Pekan ke-5 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-5 EPL 2017/2018

Duo Manchester sukses menguasai klasemen sementara di pekan ke-5. Sama-sama membukukan kemenangan besar atas lawan-lawannya, baik Manchester City maupun Manchester United berbagi tahta di puncak klasemen dengan poin, selisih gol, jumlah memasukkan pun dengan jumlah kebobolan yang persis sama. Untuk sesaat, prediksi kami sejak pekan perdana Liga utama Inggris ini terbukti benar, bahwa dengan permainan rancak yang enak dilihat, perburuan gelar juara EPL musim ini bisa jadi akan menyisakan nama MU dan City.

Crystal Palace 0-1 Southampton
Entah dosa apa yang dilakukan oleh Palace sehingga harus mencatatkan rekor terburuk sepanjang masa, selalu kalah dalam 5 game awal dan tak satu kali pun berhasil menjebol gawang lawan. Christian Benteke yang diberi tanggung jawab sebagai predator utama tim seperti lupa bagaimana caranya mencetak gol, sementara lini belakang yang kehilangan Mamadou Sakho, terlihat begitu rapuhnya. Kedatangan Roy Hodgson sebagai entrenador baru belum menampakkan hasilnya. Berdasarkan catatan sejarah, tim yang selalu kalah dalam 8 laga awal, 98% akan jatuh terdegradasi. Palace membutuhkan keajaiban di setidaknya 3 pertandingan ke depan agar terhindar dari nasib buruk. Mampukah mereka melakukannya?

Watford 0-6 Manchester City
Tak ada yang dapat saya katakan tentang ini. Secara tradisional, terlebih sejak era Sheik Mansour berkuasa di Etihad, Watford memang bukan lawan sepadan untuk City. Duo Jesus-Aguero juga semakin hidup dan padu. Menarik ditunggu bagaimana duo ini menghadapi lawan yang se-level dengan mereka nantinya.

Tottenham Hotspur 0-0 Swansea City
Lagi, lagi dan lagi, Wembley Stadium memberikan dampak buruk bagi penghuni sementaranya. Tottenham lagi-lagi gagal memaksimalkan laga kandang mereka musim ini setelah ditahan imbang Swansea tanpa gol. Di lain sisi, Swansea dipuji berhasil menerapkan sistim pertahanan yang mampu membuat lini serang Spurs tak mampu banyak berkreasi. Lebih dari 95% juara liga selalu berhasil memaksimalkan laga kandang mereka. Dengan performa yang tak meyakinkan di kandang, Tottenham jelas tidak lagi dapat dimasukkan dalam bursa juara, setidaknya untuk musim ini.

Chelsea 0-0 Arsenal (lihat prediksinya di sini)

Di tengah tudingan, hinaan, cacian hingga judgement yang menyudutkan dan menganggap Arsenal sudah pasti akan kalah dalam pertandingan ini, lalu hasil pertandingan hanya memunculkan hasil seri, sejatinya Arsenal telah memenangkan pertandingan ini, setidaknya secara moral. The Gunners berhasil mengakhiri hasil selalu kalah dalam 5 lawatan terakhir ke Stamford Bridge. Bahkan tak sedikit yang setuju bahwa pertandingan ini seharusnya dimenangkan oleh Arsenal. Pasukan Arsene Wenger berhasil tampil lebih baik dan mendominasi. Tuan rumah Chelsea berhasil ditekan hingga membuat kepala Alvaro Morata tak bertuah kali ini. Satu catatan dari saya, Alexandre Lacazette mungkin perlu bermain dan melakukan pendekatan gaya yang lebih fisikal. Terlihat dari pertandingan ini, meski positioning dan kecepatan sudah lumayan, namun Lacazette selalu kalah dalam duel fisik dengan bek-bek Chelsea. He needs to adapt, quickly. Secara keseluruhan, Arsenal tampil bagus, dan harapannya tentu saja mereka bukan lagi tim yang pantas untuk diolok-olok.

Manchester United 4-0 Everton
Everton lagi-lagi menunjukkan ketidakmampuannya menghadapi laga-laga besar. Catatan ini diperparah dengan kenyataan bahwa mereka kini menjadi salah satu tim yang paling tidak berbahaya ketika berada di luar kandang. Jumlah shots on target (saat tandang) mereka bahkan se-level dengan catatan milik Sunderland yang sukses terdegradasi musim lalu. Ini jelas prestasi negatif meski performa di kandang sendiri masih tergolong bagus. Peran Wayne Rooney sebagai sosok paling senior di tubuh The Toffees ternyata memang sangat sentral. Tak hanya sebagai juru gedor, namun Rooney mampu tampil sebagai pembimbing bagi rekan-rekannya yang lebih muda. Terbukti, begitu Rooney diistirahatkan oleh Ronald Koeman, Everton malah kocar-kacir. Tiga gol langsung bersarang ke gawang Pickford begitu Si Biru kehilangan pembimbing di atas lapangan. PR besar bagi Koeman.
Share This :