hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Review Pekan ke-6 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-6 EPL 2017/2018

Belum ada kejutan berarti sampai pekan ke-6 selesai Selasa dini hari tadi. Semua penghuni top six musim lalu berhasil  meraih 3 poin dan sukses menguatkan posisinya masing-masing di klasemen sementara.

West Ham 2-3 Tottenham
Sebelum melawat ke Olympic Stadium milik West Ham, Tottenham ternyata belum pernah kebobolan dalam partai away. Ini indikasi kuat bahwa Tottenham musim ini sepertinya memang lebih nyaman bermain di luar rumah ketimbang di Wembley, rumah interim mereka. Harry Kane mencatatkan brace dan memecahkan rekor atas nama Thierry Henry, sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol di laga bertajuk Derby London. Pencapaian yang luar biasa di usia semuda ini. Dengan jalan karir yang masih sangat panjang, bukan tak mungkin Kane akan menjadi The Greatest Ever untuk kategori ini.

Manchester City 5-0 Crystal Palace
The Best versus The Worst. City menciptakan rekor yang ternyata belum pernah dicapai tim Inggris manapun, yakni selalu mencetak 5 atau lebih gol dalam 3 pertandingan secara beruntun. Banyak yang memuji bahwa Pep Guardiola telah berhasil mentransformasi City menjadi tim yang sama mengerikannya dengan Barcelona miliknya beberapa tahun yang lalu. Meski Pep menolak untuk mengkomparasikan keduanya, para suporter sudah telanjur menyangkutkan asanya tinggi-tinggi bahwa City akan bisa meraih gelar sebanyak-banyaknya, seperti yang pernah dilakukan Blaugrana. Mampukah Sergio Aguero dkk melakukannya?

Stoke City 0-4 Chelsea
Kalah dalam laga perdana rupanya sama sekali tak membuat Chelsea otomatis gugur dalam perburuan gelar juara. Perlahan namun pasti, mereka malah tampak lebih kuat sekarang dengan kombinasi serangan yang sedikit berbeda dengan musim lalu. Keberadaan Alvaro Morata sebagai juru gedor yang flamboyan, rupanya mampu menjadi daya magis tersendiri bagi wajah baru The Blues. Sekarang orang malah ramai-ramai mengkritik Real Madrid yang melepas Morata dengan mudahnya. Ah, that's not my problems. Begitu mungkin pikir Antonio Conte saat ini. Sempat dipojokkan karena keputusannya menyingkirkan Diego Costa, Conte kini sudah bisa sedikit bernapas lega karena keputusannya itu ternyata tidak menjadi kesalahan yang fatal.

Leicester City 2-3 Liverpool
Liverpool lagi-lagi menunjukkan performa yang kontradiktif. Memasukkan gol banyak, tapi juga kebobolan banyak. Asal bisa menang dan meraih 3 poin, it doesn't matter, begitu kata Klopp suatu kali. Secara teori memang benar. Tidak ada bedanya menang 3-2 atau 5-4 dengan menang 1-0. Semuanya hanya berakhir dengan 3 poin, tidak lebih. Namun yang patut digarisbawahi, adalah catatan sejarah yang membuktikan bermain dengan cara ini seringkali tidak akan selalu berakhir dengan bahagia. Belanda adalah contoh terbaik dimana konsep total football, tidak apa-apa kebobolan banyak asal mampu membuat gol lebih banyak, tidak pernah membawa mereka menjadi yang terbaik di ajang apapun. Ajax Amsterdam mungkin pernah berjaya di Eropa dengan konsep bermain yang kurang lebih sama. Namun itu semua terjadi di masa lalu. Pertahanan yang tangguh adalah bagian sangat krusial dalam sepakbola modern. Dengan sudah kebobolan 11 gol dari 6 pertandingan, The Reds jelas bukan kandidat yang layak untuk jadi juara, meski keajaiban bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. 😊

Share This :