hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

3 Hal yang Membuat Man City Jadi Kandidat Kuat Juara EPL Musim Ini

3 Hal yang Membuat Man City Jadi Kandidat Kuat Juara EPL Musim Ini

Ehem, sebenarnya saya sendiri sudah agak bosan membahas hal ini. Dari sejak selesai gameweek pertama hingga berakhirnya gameweek ke-7 beberapa saat lalu, saya hampir selalu mengatakan betapa bagusnya Manchester United dan Manchester City. Dua tim yang kebetulan tinggal di kota yang sama ini seakan berada di level lain ketimbang kebanyakan tim peserta EPL. Keduanya, jika konsisten, pastilah akan menjadi 2 kuda terakhir yang akan berpacu berdua saja di puncak klasemen sampai Bulan Mei tahun depan.

Terkhusus Manchester City, official page EPL telah merangkumkan data statistik penting (sampai pekan ke-7) yang membuat pasukan arahan Pep Guardiola ini mungkin menjadi kandidat terkuat yang akan mengangkat piala Premier League di akhir musim nanti. Dari banyak data statistik yang telah disebutkan, saya akan paparkan 3 diantaranya yang paling krusial. Ini dia:

1. Absolute Possession
"Jika Anda selalu dapat menguasai bola dan mempergunakan kesempatan itu dengan baik, lawan tidak akan pernah dapat menyakiti Anda."  Begitu kira-kira mantra yang selalu digunakan oleh Pep dan akhirnya menjadi ciri khasnya dalam melatih. Filosofi possession football ala Pep membuat pergerakan bola selalu berada di kendali lini tengah dan lini depan Man City. Dengan kata lain, mereka menghabiskan waktu yang lebih sedikit untuk bermain-main di area pertahanan sendiri, membuat lawan juga kehilangan persentase kesempatan untuk melakukan tekanan pada area defensif The Sky Blue.

Dalam kemenangan impresif 0-1 atas tuan rumah Chelsea di pekan ke-7 lalu (yang secara pribadi saya sebut sebagai salah satu kemenangan paling brilian yang pernah saya lihat), pasukan Guardiola secara luar biasa mencatatkan persentase 77,9% berhasil bermain di tengah dan area pertahanan lawan di sepanjang pertandingan, sehingga menyisakan sedikit waktu bagi lawan untuk bermain-main di lini pertahanan City. Jika Anda ikut menyaksikan langsung pertandingannya malam itu, Anda pasti sedikit banyak menyadari betapa Chelsea benar-benar dibuat tak banyak berkutik.

Posesi ala Guardiola mencapai puncaknya saat meladeni Brighton & Hove Albion, dimana 87,1 persen waktu dihabiskan di tengah dan area pertahanan Brighton. Dengan angka statistik setinggi itu, tak heran jika akhirnya City sudah punya 5 kali hasil clean sheet dari 7 pertandingan awal Liga Inggris musim ini.

2. Pengaruh Ederson Santana de Moraes
Dibeli dari Benfica pada musim panas tahun ini, kiper asal Brazil yang baru berusia 24 tahun ini rupanya dapat langsung nyetel dengan Liga Inggris. Orang mungkin beranggapan bahwa posisi kiper memiliki proses adaptasi yang lebih mudah ketimbang posisi lainnya. Well, itu sama sekali jauh dari kata benar. Anda bisa lihat bagaimana lambatnya proses adaptasi Loris Karius di Liverpool, atau lihat bagaimana Ron-Robert Zieler yang akhirnya sama sekali gagal beradaptasi bersama Leicester City dan langsung dijual kembali ke Jerman.


Ederson boleh dibilang adalah upgrade sempurna dari duo kiper yang dipakai bergantian oleh Guardiola musim lalu, Claudio Bravo dan Willy Caballero. Dalam statistik, Ederson unggul jauh dalam hal pengambilan keputusan, terutama untuk antisipasi bola-bola crossing, unggul jauh dalam shot-stopped, serta unggul jauh dalam distribusi bola untuk permainan. Pengaruh yang benar-benar signifikan. Untung saja, tendangan Sadio Mane beberapa saat lalu tak membuatnya duduk di meja pesakitan terlalu lama.

3. Chemistry Lini Tengah
Di atas lapangan, taktik seorang pelatih seringkali dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Musim ini, Pep sering mengubah susunan timnya terutama saat bermain dengan formasi 3-1-4-2 atau 4-3-3. Namun, kecuali posisi kiper, ternyata ada 3 nama yang rupanya menjadi kartu AS Guardiola dan anti terhadap kebijakan rotasi yang diterapkannya. Ketiga nama itu adalah Fernandinho, David Silva dan Kevin de Bruyne, yang selalu diturunkan sejak awal laga di 7 pertandingan EPL musm ini.

Selalu bermain bersama sejak pekan pertama, trio Fernandinho-Silva-de Bruyne rupanya telah mencipatakan chemistry yang manis diantara mereka bertiga. Kebersamaan ini rupanya membantu mereka melakukan kontrol penuh terhadap lini tengah, yang di saat bersamaan ternyata juga mampu melindungi area pertahanan yang dijaga duo John Stones dan Nicolas Otamendi, menjadi lebih susah ditembus. Dalam catatan statistik, Man City ternyata tercatat sebagai tim yang paling sedikit melakukan clearance. Ini menandakan bahwa Pep sudah memasang jaring-jaring pertahanan sejak dari lini tengah, bahkan lini depan. Impresif bukan? 😋

Apakah Manchester City akan menjuarai EPL 2017/2018 ?

Ya
Tidak
Poll Maker

Share This :