hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Rahasia Ben Davies Jadi Kartu AS Tottenham

Rahasia Ben Davies Jadi Kartu AS Tottenham

Menyambut English Premier League musim 2017/2018, rasanya tak akan ada orang yang berani berargumen bahwa Ben Davies akan sanggup menjadi icon baru di lini belakang Tottenham Hotspur. Musim lalu, saat Kyle Walker dan Danny Rose sangat dominan di sisi kanan dan kiri pertahanan Spurs, sulit rasanya membayangkan akan ada pemain yang sanggup merusak dominasi keduanya. Namun dasar nasib orang tak dapat diterka, Walker kemudian dijual ke Manchester City dan Rose cedera, menjadi kesempatan emas bagi para pelapis keduanya untuk naik pangkat.

Sementara Kieran Trippier yang menjadi suksesor Walker lebih banyak diperhitungkan orang, nyatanya justru Ben Davies-lah yang kini namanya bersinar sangat terang. Jika Anda memainkan permainan Fantasy Premier League alias FPL, Anda akan terpana betapa Davies saat ini (sampai pekan ke-7) menjadi pemain belakang pengumpul poin paling tinggi, dan atau pengumpul poin tertinggi ke-3 dari seluruh pemain, lebih tinggi dari koleganya yang lebih dielu-elukan seperti Harry Kane, Christian Eriksen maupun Dele Alli. Lebih tinggi dari penyerang-penyerang yang berharga jauh lebih mahal darinya seperti Jamie Vardy maupun Alexandre Lacazette. Davies benar-benar sebuah hidden gem.

Jadi, apa rahasia Davies sampai bisa menjadi kartu AS bagi Tottenham saat ini? Seperti kami kutip dari laman Telegraph Inggris, penampilan prima Davies ternyata didapat dari pendidikan bola dasar yang didapatnya di Denmark. Ketika Davies berusia 8 tahun, Ayahnya mendapatkan pekerjaan di Denmark dan ia pun terpaksa ikut pindah ke sana. Tak menunggu lama, Davies yang memang menggilai olahraga kulit bundar ini langsung didaftarkan ke akademi sepakbola Viborg.

Di akademi Viborg inilah Ben kecil mendapatkan pendidikan tentang sepakbola yang langka dan berharga. Di Denmark, musim dingin rupanya menjadi musim yang berat bagi siapapun. Pada masa-masa seperti ini, latihan sepakbola lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan rumput buatan, dengan latihan yang lebih banyak dipusatkan pada penguasaan atau kontrol bola, passing dan pergerakan dengan atau tanpa bola.

"Dengan latihan yang lebih banyak menekankan pada teknik dan kedisiplinan, saya menyadari bahwa pada level usia tersebut akan menjadi dasar bermain bola yang sangat penting. Itu hal yang yang saya pikir harus lebih banyak dilakukan juga di sini (Inggris)," ujar Ben suatu kali.

Satu gol dan satu assist-nya di pekan ke-7 menghadapi Huddersfield Town, seakan menjadi penegas betapa krusial pendidikan yang sudah dijalani pada masa kecilnya tersebut. Sementara banyak orang lebih banyak membicarakan 2 gol yang dicetak Harry Kane pada pertandingan itu, manajer Mauricio Pochettino ternyata lebih senang memberikan pujian kepada Davies.

"Bagi saya, Davies adalah salah satu full-back terbaik di Premier League saat ini. Oke baiklah, Harry Kane jelas mengagumkan, namun Ben juga tidak kalah bagusnya di atas lapangan hari itu. Pergerakannya saat bertahan maupun menyerang sungguh luar biasa. Energinya fantastis," puji Pochettino. Menarik ditunggu bagaimana nanti persaingan di sisi kiri pertahanan Spur ketika Rose sudah kembali dari cedera.

Share This :