hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Review Pekan ke-9 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-9 EPL 2017/2018

Manchester City akhirnya berhasil menjauh setelah kembali menang, sementara Manchester United, pesaing terdekatnya, justru kalah di kandang Huddersfield Town. Pekan ke-9 juga menjadi saksi bahwa semua tim promosi musim ini berhasil membukukan kemenangan.

Chelsea 4-2 Watford
Chelsea menang, ya, namun penampilan pasukan Antonio Conte sejatinya jauh dari kata mengesankan. Mereka terlihat mudah sekali kebobolan, tak sekokoh musim lalu saat formasi 3 bek ala Conte begitu jumawa mengunci setiap serangan lawan. Bahkan Watford sebenarnya memiliki setidaknya 2 peluang emas yang bisa menjadi gol, walau sayangnya hal itu tak terjadi. Masuknya Michy Batshuayi berhasil mengubah peruntungan The Blues. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa penyerang asal Belgia tersebut layak untuk mendapatkan kesempatan sebagai starter, meski sejauh ini ia jelas lebih efektif saat diturunkan sebagai substitute. Super Subs.

Huddersfield Town 2-1 Manchester United
Salah satu kejutan kekalahan tim besar pekan ini. Dengan rekor kebobolan yang minim dan lini serang yang sangat tajam, MU nyatanya harus kebobolan begitu mudah dan kesulitan mencetak gol. Tiga kali melakukan partai away dalam sepekan saya pikir memiliki dampak cukup signifikan terhadap performa MU secara keseluruhan. Ditambah dengan cuaca yang tak begitu mendukung saat pertandingan berlangsung, makin komplit rasanya kekalahan MU ini karena mereka kini harus tertinggal 5 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri, Manchester City.

Manchester City 3-0 Burnley
Tadinya saya pikir pertahanan berlapis Burnley akan memaksa tuan rumah City bekerja lebih keras untuk membongkarnya. Namun sayang hadiah penalti yang sebenarnya kontroversial karena Bernardo Silva lebih terlihat diving ketimbang dilanggar, membuat mental para pemain Burnley seketika hancur. Tak banyak yang dapat dikatakan lebih jauh tentang pertandingan ini selain penampilan Leroy Sane yang semakin matang. Dalam banyak pekan ke depan sepertinya kita akan melihat lebih sering melihatnya menambah menit bermainnya. Jika sebelum ini trio Fernandinho-Silva-de Bruyne seakan menjadi langganan tetap starting line-up City, kita bisa berharap nama Sane akan menjadi langganan tetap berikutnya. 

Everton 2-5 Arsenal
Bisa dibilang Arsenal musim ini adalah perwujudan anti-teori terhadap hal apapun. Di saat mereka diharapkan akan tampil bagus dan menang mudah, mereka justru tampil loyo dan malah kalah. Di saat banyak orang mulai meragukan kapasitas mereka sebagai penantang serius gelar juara, pasukan Arsene Wenger malah tampil trengginas dan impresif. Seperti halnya partai Minggu malam, saat orang tak banyak berharap mendapatkan tontonan bermutu tatkala yang bertanding hanyalah Everton, kuda hitam yang sama sekali tak pantas mendapatkan julukan tersebut, melawan The Gunners yang bahkan kesulitan mencetak gol saat melakoni partai tandang. Apa yang terjadi? Pertandingan justru berjalan sangat menarik. Arsenal bahkan seperti lupa bahwa 60 jam sebelumnya mereka baru saja melakoni laga yang cukup berat di kancah Europa League. Tampil penuh energi sejak kick-off, Arsenal sukses membantai dan menenggelamkan tuan rumah Everton ke dalam jurang penderitaan.

Tottenham Hotspur 4-1 Liverpool
Seakan tak mau kalah dengan pertandingan antara Everton vs Arsenal yang usai setengah jam sebelumnya, partai Tottenham vs Liverpool juga berhasil menyajikan pertandingan yang menghibur dan enak ditonton. Seakan membenarkan teori pribadi saya dimana tim yang melakukan 3 partai away secara beruntun dalam sepekan akan mengalami kesulitan, ternyata benar-benar dialami oleh Liverpool. The Reds gagal membendung ketaktisan strategi yang diusung tuan rumah sekaligus terima kasih pada barisan pertahanan mereka yang begitu lamban menutup area pertahanan sendiri. Lihat saja bagaimana gol ke-2 Spurs yang dicetak Son Heung Min setelah menang adu sprint melawan James Milner yang bahkan tidak berada di posisi aslinya. Gol Mohamed Salah pada akhirnya hanya menjadi penghibur sekaligus pengalih isu betapa lini belakang Liverpool sejatinya adalah yang seharusnya paling mendapatkan pembenahan oleh Juergen Klopp.
Share This :