hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Virtual Reality, Metode Latihan Terbaru Arsenal

Virtual Reality, Metode Latihan Terbaru Arsenal

Sejak awal musim 2017/2018, Arsenal ternyata menggunakan metode latihan baru menggunakan Virtual Reality. Para pemain berada dalam dunia imajiner yang bisa direka ulang, berisi ribuan data statistik Premier League, guna membekali diri agar lebih tajam saat bermain, lebih cepat mengambil keputusan ataupun saat harus menempatkan diri saat tak menguasai bola. Bagaimana hasilnya?

Entah karena ini metode baru yang sulit diadaptasi atau memang tak berguna, nyatanya sampai pekan ke-8 EPL musim ini Arsenal tersudut di posisi ke-6 klasemen sementara dan sudah mengalami 3 kekalahan. Para pemain The Gunners kebanyakan menyatakan mual dan mabuk ketika harus menggunakan alat latihan seharga 100.000 poundsterling tersebut.

Kendati demikian, petinggi The Gunners tetap yakin bahwa sepakbola dan teknologi memang harus dapat berjalan beriringan. Football VR ini rencananya akan diberikan juga pada seluruh level akademi sepakbola Arsenal. Selain VR untuk pemain, mesin VR ini juga diberikan kepada para pelatih dimana fitur yang diberi nama Hand of God memungkinkan para pelatih mengamati pergerakan para pemainnya, menilai setiap keputusan yang diambil dan tentu saja memberikan advise jika dirasa keputusan itu kurang tepat. Diklaim oleh Beyond Sport, perusahaan asal Belanda di balik metode latihan yang tergolong baru ini, alat VR mereka ini sanggup meningkatkan sampai 20% kemampuan otak seorang pemain dalam mengambil keputusan.

Terdengar keren ya. Betul, secara teori aplikasi VR ini memang dapat meningkatkan intuisi pemain untuk meminimalisir kesalahan demi kesalahan. Namun di sisi lain, terlebih melihat fakta di lapangan dengan melihat bahwa para pemain Arsenal ternyata tidak menjadi lebih tajam atau lebih dalam hal apapun yang dijanjikan, keefektifan alat ini sedikit banyak akhirnya dipertanyakan, seperti pernyataan yang dibuat oleh Javid Farahani, seorang dosen bidang Neuroscience dari London berikut ini.

"Tidak mungkin meningkatkan intuisi mengambil keputusan seorang pemain sampai 20% hanya menggunakan Virtual Reality. Jumlah informasi yang diterima oleh otak juga lebih dari biasanya di VR sehingga waktu responnya akan lebih lama dari yang seharusnya dibandingkan jika Anda menggunakan papan taktik atau video game. VR menunjukkan semua informasi tapi otak Anda tidak membutuhkannya. Ini bukan cara yang optimal bagi otak untuk belajar."

Mungkin benar terlalu singkat untuk melihat hasilnya pada para pemain The Gunners yang sudah dan terlalu katam dengan metode lama. Masih menarik ditunggu bagaimana kelanjutan teknologi ini dapat memberikan dampak signifikan kepada para pemain di kemudian hari sejak The Gunners kini mulai lebih memfokuskan penggunaan alat ini pada para youngster mereka, generasi yang secara nyata lebih dekat dengan teknologi.

sumber : The Sun
Share This :