hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Review Pekan ke-11 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-11 EPL 2017/2018

Kekalahan Manchester United atas Chelsea membuat Manchester City kini semakin nyaman di puncak klasemen sementara dengan 8 points gap. Keadaan ini seperti membuat City memiliki keuntungan 3 pertandingan, yang mana tentu saja akan menjadi sulit dikejar meski belum menjadi mustahil.

Southampton 0-1 Burnley
Rasanya tak akan ada yang menyangka jika kuda hitam EPL musim ini bukanlah Everton, bukan pula Southampton apalagi Newcastle United, melainkan tim yang hampir terdegradasi musim lalu, Burnley. Pasukan Sean Dyche membukukan kemenangan ke-5 nya sekaligus clean sheet ke-4 nya musim ini, yang sukses membuat mereka kokoh di posisi ke-7, memiliki poin yang sama dengan 2 tim besar yakni Arsenal dan Liverpool. Tak heran jika akhirnya Sean Dyche ngotot dikejar oleh Everton sebagai the next manager mereka. Jika mampu konsisten sampai akhir, bukan tidak mungkin Burnley mampu untuk mengamankan satu jatah tiket ke Eropa, tentu saja dengan 1 catatan penting lainnya, Dyche tak keburu dibajak oleh rival.


West Ham United 1-4 Liverpool
Liverpool melanjutkan tren negatif selalu kebobolan saat melakoni partai tandang. Untungnya, barisan depan mereka tampil luar biasa memanfaatkan level barisan belakang West Ham yang sudah telanjur amburadul. Secara keseluruhan, West Ham tampil layaknya sekompi pasukan zombie yang tak memiliki jiwa. Sejak menit awal The Hammers bermain seolah-olah mereka sudah siap untuk kalah. Saya tidak akan heran andai dalam waktu dekat kita akan mendengar berita pemecatan Slaven Bilic yang dengan kekalahan ini membuat posisi West Ham masuk di zona degradasi. The Reds sendiri sukses menyalip Arsenal di posisi ke-5 meski hanya unggul selisih gol.

Manchester City 3-1 Arsenal
Satu yang saya sukai dari Arsenal, meski mereka kerap menuai hasil negatif dalam beberapa musim terakhir, adalah kenyataan bahwa mereka selalu bisa tampil apa adanya, siapapun lawan yang dihadapi. Melawan City yang untuk saat ini kelasnya setingkat, atau mungkin 2 tingkat, di atas mereka, Arsenal tak pernah menjadi lebih defensif atau mencoba bermain dengan cara seperti itu. The Gunners selalu fight, meski pada akhirnya kita semua paham, mereka akan hancur karena kualitas yang tak sebanding. Sampai pekan ke-11, City menjadi satu-satunya tim EPL yang unbeaten sementara tim-tim lainnya minimal sudah mengalami 2 kekalahan. Menarik ditunggu apakah performa cemerlang pasukan Pep Guardiola ini akan mampu bertahan sampai akhir yang nantinya akan menyamai dan melampaui (poin) pencapaian status Invincible Arsenal pada musim 2003/2004. Menurut Anda, apakah ada tim EPL yang sanggup membungkam City saat ini? 😌

Chelsea 1-0 Manchester United
Sekali lagi, tren negatif itu berlanjut. MU kembali memetik kekalahan beberapa hari setelah melakukan partai Eropa. Mau keras kepala silakan, tapi Jose Mourinho harus mau belajar caranya merotasi pemain dari Guardiola. Sejauh yang saya ingat, Romelu Lukaku tidak pernah absen di kompetisi utama (EPL dan Liga Champions) kecuali saat cedera. Berbeda dengan yang dilakukan oleh Pep dimana Gabriel Jesus dan Sergio Aguero selalu bergantian mengisi pos terdepan timnya. Meski sejenak terlihat kejam, terlebih mengingat status Aguero yang seorang superstar dan penyandang rekor gol terbanyak City sepanjang masa, rotasi itu nyatanya tetap dilakukan. Hasilnya ternyata ampuh. Baik Aguero maupun Jesus selalu dapat tampil maksimal ketika dibutuhkan. Berbeda dengan Lukaku, striker asal Belgia ini tampak sekali kelelahan di sepanjang pertandingan melawan Chelsea. Ia hampir-hampir tak terlihat karena pergerakannya begitu mudah diterka dan dibaca. Ini jelas PR besar buat Mou. Alih-alih selalu merotasi Martial dengan Rashford, Mou harus mulai memikirkan strategi untuk merotasi sang big man-nya tersebut.

Share This :