hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Review Pekan ke-12 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-12 EPL 2017/2018

Premier League musim 2017/2018 sudah hampir separuh perjalanan dan belum ada tanda-tanda bahwa poin Manchester City sudah bisa dikejar. Jarak City masih 8 poin dengan peringkat terdekat, dan mereka masih menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan musim ini.

Arsenal 2-0 Tottenham Hotspur
Ada banyak perumpamaan yang berseliweran di kepala saya ketika menyaksikan pertandingan ini. Dalam 20 menit pertama misalnya, saya mengumpamakan pertandingan ini ibarat sebuah pertandingan catur. Tottenham bermain layaknya bidak putih yang bermain solid dan menguasai hampir semua area permainan, sementara Arsenal ibarat bidak hitam yang sedang terkurung dimana setiap ruang geraknya selalu buntu karena ada bidak putih dimana-mana. Bagaimana The Gunners akhirnya bisa menang? Untuk yang satu ini, saya terpaksa harus mengambil perumpamaan lainnya. Dan perumpamaan itu bernama Guy dan Kakashi! Maaf jika Anda tidak tahu, tapi itulah yang terpikirkan saat itu, hehe....

Guy dan Kakashi adalah 2 karakter dalam anime Naruto Shippuden. Guy ditakdirkan bodoh namun memiliki semangat juang yang luar biasa, sebaliknya Kakashi adalah karakter yang digambarkan jenius, namun selalu terlihat malas dan tak memiliki tujuan hidup yang pasti. Jika keduanya bertarung, siapa yang akan menang? Dalam anime, kompetisi diantara keduanya selalu digambarkan seimbang namun Kakashi selalu unggul tipis dalam beberapa disiplin ilmu. Tapi, ketika keduanya harus berjuang bersama melawan musuh yang lebih kuat, Guy-lah yang ternyata berhasil bertahan lebih lama atau membuat musuh gentar dengan kekuatan terpendam yang jauh lebih besar daripada Kakashi. Sama seperti Arsenal dalam pertandingan ini, dimana mereka terlihat 'bodoh' dan terdesak, namun karena spirit yang luar biasa, berlari tanpa kenal lelah, rela jatuh bangun pontang-panting kesana kemari, akhirnya pasukan Arsene Wenger berhasil menjadi lebih kuat dari lawan yang di atas kertas lebih sakti.

Bournemouth 4-0 Huddersfield Town
Saya belum lupa menyebut Huddersfield sebagai tim yang akan struggling di akhir musim meski memiliki start yang lumayan bagus. Tipikal tim-tim promosi, yang uniknya selalu terulang, adalah lemah terhadap set pieces dan counter attack. Entah karena merasa berperingkat lebih baik atau memang over pede, Huddersfield bermain layaknya tim-tim besar yang menguasai pertandingan. Yes they did, Aaron Mooy dkk bermain bagus dan mencatat statistik posesi bola yang sangat tinggi, mungkin yang tertinggi yang pernah mereka lakukan di Premier League. Hasilnya? Dua gol hasil kreasi set piece dan dua gol lainnya hasil counter attack berhasil menghancurkan mereka. Bahkan ketika Bournemouth bermain dengan 10 orang, Huddersfield tetap tak mampu menjebol gawang tuan rumah yang memang terkenal rapat. Start bagus tak menjamin apa-apa. Huddersfield harus sadar fitrahnya sebagai tim kecil dan bermain selayaknya tim kecil. Jika kekalahan ini membuat mereka makin penasaran mengapa bisa kalah walau sudah bermain maksimal, mereka mungkin akan semakin terbenam. Semoga saya salah.

Leicester City 0-2 Manchester City
Salah satu tanda-tanda sebuah tim akan juara, adalah ketika banyak orang bertanya dan berharap kapan Anda kalah, kapan Anda tertahan, kapan Anda kehilangan poin, tapi ternyata hasilnya malah terus menerus berkebalikan dari harapan orang banyak itu. Dengan keunggulan 8 poin dari rival terdekat, sulit rasanya membayangkan City jauh dari titel juara musim ini, walau yah, seperti banyak orang bilang, musim masih panjang, banyak hal masih bisa terjadi.

Manchester United 4-1 Newcastle United
Kembalinya Paul Pogba benar-benar mengembalikan citra United yang saya kenal sejak awal musim ini. Lugas dan mematikan. Meski belum sempurna, namun sentuhan Pogba benar-benar mampu membuat tim ini layak diperhitungkan kembali sebagai penantang paling ideal untuk kesempurnaan Manchester City. PR besarnya adalah, Mourinho harus bisa menemukan back-up sepadan untuk Pogba. Jika gelandang Perancis tersebut tiba-tiba harus cedera lagi, MU bisa kehilangan momentumnya sekali lagi jika tak memiliki pengganti yang pas. 

Share This :