Review Pekan ke-17 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-17 EPL 2017/2018
Review Pekan ke-17 EPL 2017/2018

Burnley 1-0 Stoke City
What a season by Burnley! Siapapun rasanya tak akan ada yang menyangka bahwa tim yang musim ini bahkan ditinggal pemain-pemain terbaiknya musim lalu, seperti Michael Keane yang dipinang Everton maupun Andre Gray yang memilih berseragam Watford, malah bisa merangsek papan atas setelah di musim sebelumnya berjuang mati-matian lolos dari degradasi. Sang manajer, Sean Dyche, kini dijuluki oleh media luar dengan sebutan Ginger Mourinho karena keberhasilannya meramu pertahanan super ketat yang sebelumnya menjadi trademark Jose Mourinho. Sempat menduduki posisi keempat karena mendapat jadwal bermain terlebih dulu, di pekan ke-17 ini pasukan Dyche resmi bertengger di posisi ke-6, 1 peringkat lebih baik dari Arsenal, juga peringkat terbaik mereka sejak 1975! Amazing!

Crystal Palace 2-1 Watford
Saat Palace memecahkan rekor Liga Utama Inggris dengan menjadi tim pertama yang selalu kalah dalam 7 pertandingan beruntun di awal musim, banyak orang yakin bahwa mereka akan menjadi salah satu dari 3 tim yang akan terdegradasi di akhir musim nanti. Namun, tidak sekali dua kali, beberapa pundit dunia selalu menyangkal prediksi tersebut. Dengan menyodorkan sejumlah fakta, mereka cukup yakin bahwa Palace akan bisa survive di akhir musim ini. Keyakinan itu perlahan terbukti. Di tangan Roy Hodgson, dan pulihnya beberapa pilar yang sempat cedera, membawa tim berlambang burung Elang ini melewati 6 pertandingan liga terakhir tanpa kalah! Hasilnya, dari yang semula berada di dasar paling nista klasemen sementara, Wilfried Zaha dan kawan-kawan kini telah berhasil merangkak ke posisi 18 dan hanya kalah selisih gol dari West Bromwich di posisi ke-17, batas terakhir untuk bisa terhindar dari pembuangan di akhir musim.

Swansea 0-4 Manchester City
Mari kita berhitung akan sampai mana rekor kemenangan beruntun City akan terhenti. Kemenangan atas Swansea hanya menjadi kenyamanan versi lain dari perjalanan The Citizen musim ini. The Swans tercatat sebagai tim yang paling sedikit melakukan ancaman di area 3/4 lawan dan menghadapi City yang dominan maka angka statistik itu menjadi lebih inferior lagi. Pasukan Pep Guardiola kini membukukan rekor 15 kemenangan beruntun dan rasanya hanya Tuhan yang tahu kapan rekor ini akan berhenti. Kira-kira, who can stop them now? 
Share This :