hasil bola, bola news, sepakbola dunia, berita bola hari ini, hasil pertandingan, score bola, live bola, berita bola dunia, dunia bola, hasil sepakbola, prediksi sepakbola, jadwal pertandingan, live streaming bola

Menengok Hubungan Dingin Sergio Aguero dan Pep Guardiola di Manchester City

Menengok Hubungan Dingin Sergio Aguero dan Pep Guardiola di Manchester City
Hubungan Dingin Sergio Aguero dan Pep Guardiola di Manchester City

Hubungan antara Pep Guardiola dan Sergio Aguero di Manchester City sepertinya selalu sedikit aneh, setidaknya yang terlihat dari luar. Penyerang yang satu ini mendapat penghargaan tertinggi dari para penggemar dan layak mendapat posisi teratas dalam daftar pemain terdepan klub namun selalu merasa manajernya tidak benar-benar menginginkannya dalam tim.

Berbeda dengan beberapa manajer City sebelumnya yang pernah bekerja di Etihad Stadium, Guardiola tidak takut membangkucadangkan Aguero meski ia terlihat fit. Di masa lalu, di bawah Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, Kun akan selalu memimpin barisan. Tapi kenyataan itu sama sekali tidak menghentikan Guardiola untuk meninggalkan Aguero di bangku cadangan dari waktu ke waktu, terkadang malah-malah seperti sengaja menggunakannya sebagai pemain pengganti.

Pada awal kedatangan manajer plontos asal Catalan itu, ia mengirim pesan yang jelas kepada skuad: Dia adalah bosnya dan tim harus tunduk pada apa yang ia inginkan. Pada awal musim 2016-17, Aguero, untuk semua kualitasnya, nyatanya bukanlah tipikal striker idaman Guardiola. Dia bisa absen dalam pertandingan selama 89 menit, menyentuh bola hanya tiga kali, dan masih bisa mencetak dua gol. Tapi tetap saja, Guardiola tak bergeming.

Namun, Aguero sejatinya bukanlah tipikal pemain manja yang mudah ngambek jika keinginannya tak dituruti. Satu setengah tahun bekerja di bawah Pep, Aguero perlahan telah mengubah gaya permainannya. Dia kini jauh lebih terlibat dalam permainan daripada sebelumnya. Kun sering terlihat melebar ke sayap kiri atau kanan untuk membantu David Silva ataupun Kevin De Bruyne. Dia tidak lagi hanya berdiri di belakang orang terakhir, menunggu rekan setimnya untuk menciptakan peluang - dia kini juga menciptakan peluang itu.

Tidak ada keraguan bahwa striker asal Argentina itu telah melakukan apa yang manajernya minta. Namun, ada laporan terbaru yang mengatakan bahwa dia tidak senang dengan statusnya di Etihad, khawatir bahwa manajer akan mencoba untuk memindahkannya, meski dia sendiri ingin berkomitmen untuk tinggal. Guardiola secara berkala selalu mengatakan kepada media bahwa Aguero dapat meninggalkan City hanya jika sang pemain menginginkannya, isyarat bahwa Pep menaruh respek terhadap keberadaan Aguero sebagai salah satu pemain bintang dan paling senior. Namun sejak kedatangan Gabriel Jesus, sesuatu tampak menjadi tidak lagi benar di antara keduanya. Tentu saja, tidak masalah jika pemain dan manajer tidak bisa memastikan mereka bisa bekerja sama namun tetap profesional, tapi dapat dimengerti mengapa Aguero merasa frustrasi jika dia sudah melakukan apa yang diminta sang manajer tapi ternyata masih dipertanyakan.

Hanya intervensi dari CEO Khaldoon Al Mubarak-lah yang akhirnya berhasil menenangkan situasi di musim panas. Untungnya pula, seperti yang kita tahu, City saat ini sangat kokoh di puncak klasemen sementara hingga diperkirakan tidak akan lagi ngotot untuk mendatangkan Alexis Sanchez dari Arsenal sampai dia tersedia gratis di musim panas nanti. City rupanya cukup pintar untuk tak merusak harmoni skuad saat ini.

Di atas lapangan, Aguero saat ini mungkin kadang terlihat klinikal dan di saat lain sama sekali menjadi tumpul. Dia telah bekerja keras dan telah mencetak gol beberapa kali, dimana penampilan puncaknya bisa terlihat terutama saat melawan Watford dan atau Bournemouth sebelum Natal, namun yang terlihat seperti dia masih merasa kurang beruntung. Dia lebih tampak sebagai figur yang frustrasi ketimbang menikmati permainannya.

Tentu saja, bahkan di saat dia terlihat kesulitan, dia masih bisa mempertahankan jumlah golnya. Para suporter tentu akan senang jika Aguero terus mencetak gol, apalagi pada tingkat yang telah membuatnya memecahkan rekor klub hanya dalam enam setengah musim. Namun, mengingat bagaimana 18 bulan terakhir ini berlalu, jangan mengharapkan masalah akan baik-baik saja tanpa pembicaraan lebih lanjut tentang hubungan dingin antara sang pemain dan manajer.

sumber : ESPN
Share This :