Zidane yang Keras Kepala di Ambang Pintu Keluar Real Madrid

Zidane yang Keras Kepala di Ambang Pintu Keluar Real Madrid
Zidane yang Keras Kepada di Ambang Pintu Keluar Real Madrid

Seakan menambah derita musim Real Madrid yang sudah buruk, tim asuhan Zinedine Zidane itu baru saja ditendang keluar dari Copa del Rey saat mereka kalah 1-2 di kandang sendiri oleh tim divisi tiga, Leganes. Semua orang di Bernabeu, bahkan sang gaffer asal Perancis itu sendiri, tahu dia mungkin akan segera dipecat kecuali jika keadaan berbalik dengan cepat dan radikal. 

Ini adalah titik terendah baru untuk Zidane, dan salah satu hasil yang paling memalukan di seluruh sejarah Madrid. Cahaya musim lalu di La Liga dan Liga Champions tiba-tiba saja memudar, dan Zidane sekarang jelas berjuang untuk pekerjaannya, seperti yang ia sendiri akui pada konferensi pers. 

Tanda-tanda keruntuhan kerajaan Zidane sebenarnya sudah muncul dalam beberapa bulan belakangan ini. Real Betis menang di Bernabeu pada bulan September. Villarreal menang juga di venue yang sama ini minggu lalu untuk pertama kalinya dalam 19 lawatan. Dan semalam klub pinggiran kota kecil Leganes memetik kemenangan pertama atas tetangga mereka yang jauh lebih kaya. Ini jelas bukan jenis sejarah yang ingin dibuat oleh Madrid. 

Jadi pertanyaannya sekarang, Ada apa dengan Real Madrid? Tudingan paling besar ditujukan kepada Zidane yang dianggap terlalu keras kepala. Keras kepala di sini bisa diasumsikan untuk banyak hal. Zidane mengistirahatkan nama-nama pemain terbesarnya, seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Marcelo dan Toni Kroos pada pertandingan melawan Leganes. Zidane bersikeras bahwa ia mengindikasikan untuk lebih fight di ajang liga. Pemikiran itu mungkin masuk akal di awal kompetisi, namun dengan timnya terpaut 19 poin dari Barcelona di klasemen sementara, tampak akan lebih masuk akal untuk memberi Copa prioritas lebih tinggi.  

Skuad Madrid musim ini juga dituding jauh lebih lemah dari musim lalu yang sudah tampak sejak pekan pertama musim ini. Dengan membiarkan talenta-talenta berkualitas tahun lalu, James Rodriguez, Alvaro Morata dan Pepe untuk pergi tanpa penggantian yang berpengalaman, merupakan masalah yang jelas sejak awal. Tapi Zidane telah berulang kali berargumen tidak perlu membawa wajah baru selama musim dingin, karena ia ingin memberi pasukannya kesempatan untuk membalikkan keadaan. Terbukti, keputusan itu kini menjadi kesalahan yang mencolok.

Sama sekali tidak ada petunjuk bahwa dia merencanakan perubahan pendekatan apapun. Dua kali seminggu selama berbulan-bulan Zidane terus mengulangi petuahnya bahwa satu-satunya cara untuk mengubah musim mereka adalah dengan bekerja lebih keras. Tidak ada tanda-tanda adanya perputaran taktis yang mungkin bisa memberi stimulus aktual agar tim bisa tampil lebih baik.

Zidane sejatinya dipuji sebagai pembisik pemain yang handal. Zidane mampu memberdayakan individu berbakatnya untuk membuat keputusan sendiri di atas lapangan. Sayangnya, dia tampaknya tidak dapat menawarkan saran atau bimbingan kepada pemain muda berbakatnya seperti Marco Asensio yang sedang mengalami kemerosotan. Zidane sendiri menyadari ukuran masalah yang sedang dia hadapi saat ini, dan dia mengakui bahwa keamanan pekerjaannya akan sangat bergantung pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Paris St. Germain bulan depan.

Namun sejujurnya, andai berhasil lolos dari hadangan PSG pun mungkin belum cukup untuk menyelamatkan kariernya setelah berkali-kali memetik hasil minor di
Santiago Bernabeu. Pria yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia oleh FIFA musim gugur yang lalu ini sekarang terlihat seperti pelatih pemula yang terhuyung-huyung menuju pintu keluar Bernabeu.

sumber : ESPN
Share This :
avatar

Salah satu penyelamat Zidan yaitu saat dia bisa menjuarai Liga Champions tahun ini. Fulltimewin

Delete 7 April 2018 at 10:07
avatar

prediksi Anda akhirnya tepat :)

Delete 28 May 2018 at 11:47