Masalah-Masalah yang Bisa Membuat MU Kehilangan Posisi Runner-Up

Masalah-Masalah yang Bisa Membuat MU Kehilangan Posisi Runner-Up
Masalah-Masalah yang Bisa Membuat MU Kehilangan Posisi Runner-Up

Saat ini, mungkin ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di benak para suporter setia Manchester United mengapa tim kesayangannya tiba-tiba seperti kehilangan magisnya dan terancam terdepak dari posisi runner-up sementara. Sejak jarak poin dengan Manchester City sudah terlalu jauh, maka tujuan paling realistis adalah mempertahankan posisi kedua. Sayangnya, hal itupun belakangan tampak mengkhawatirkan. Berikut adalah rangkuman hal-hal yang membuat MU tampak kesulitan dengan permainan mereka sendiri belakangan ini, seperti kami kutip dari situs The Telegraph.

1. Optimalkan Paul Pogba, Mou!
Sudah terlalu sering, United musim ini terlihat seperti sekelompok individu yang dirakit dengan dana mahal dan hanya berorientasi pada hasil akhir ketimbang terlihat seperti tim yang telah dilumasi dengan baik. Konsekuensinya, sebagian besar, merupakan benturan gaya manajerial yang sangat berbeda yang dibawa oleh para individu mahal tersebut dalam ruang waktu bersama yang relatif singkat. Seperti yang dikatakan oleh seorang pengamat, MU akhirnyat terlihat seperti tim yang berjalan layaknya monster Frankenstein, terseok-seok.

Tidak ada yang terlihat lebih bingung saat ini daripada gelandang Paul Pogba, dimana Mourinho sendiri tampaknya masih belum yakin tentang bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkan potensi ledaknya yang paling dahsyat. Graeme Souness, mantan gelandang Liverpool, menegaskan pandangannya bahwa Pogba tidak dapat dipercaya di lini tengah sebagai duo jangkar. Souness meyakini bahwa potensi pemain berharga 89 juta pounds tersebut paling efektif adalah ditempatkan di sebelah kiri dengan formasi tiga gelandang serang, dengan mengurangi tanggung jawabnya untuk bertahan dan lebih banyak kebebasan untuk bermain melebar. Pogba berkembang di Juventus dengan peran seperti itu dan penampilan terbaiknya bersama United sejauh ini, tepat dengan peran dan  posisi yang sama dalam kemenangan 2-0 melawan Everton awal tahun 2018 lalu.

Lini Depan MU Buntu

2. Lini Depan Buntu
United 'hanya' mencetak 17 gol dalam 12 pertandingan terakhir Premier League, hampir separo dari total gol yang dibuat Manchester City pada periode yang sama, dan masih kalah cukup jauh dari Tottenham (29) maupun Liverpool (28). Hanya sekali saja Romelu Lukaku cs mampu membuat gol lebih dari dua biji dalam 1 pertandingan liga pada periode itu. Lukaku dan Anthony Martial masing-masing hanya membukukan 6 gol dari 20 penampilan terakhir, Marcus Rashford malah hanya 2 gol saja dari jumlah pertandingan yang sama, sementara sang mega transfer Alexis Sanchez hanya membuat 1 gol dari 3 penampilan sejak didatangkan, itupun hasil rebound setelah penalti yang gagal. Pfftt....

3. Muka Lama di Lini Pertahanan
Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, MU sudah menghabiskan dana tak kurang dari 615 juta pounds untuk membeli pemain baru. Namun, saat melawan Tottenham dan juga Newcastle United beberapa saat lalu, MU menurunkan 4 bek yang semuanya justru warisan skuad lama, Antonio Valencia, Phil Jones, Chris Smalling, dan Ashley Young. Tidak sekali dua kali Mourinho memuji penampilan Luke Shaw namun nyatanya lebih mengandalkan Young, demikian juga dengan Victor Lindelof maupun Marcos Rojo.

Memang, meski tanpa Eric Bailly yang cedera sejak November, MU saat ini masih menjadi tim dengan pertahanan terbaik (thanks to the crucial of David de Gea presence). Namun, pertahanan terbaik rupanya tak terlalu membantu MU untuk menjadi yang terbaik di papan klasemen. Tugas Mou sekarang harus mampu juga me-refresh lini ini yang mampu memberikan sumbangsih nyata terhadap lini serang tim.



Sejak Jose Mourinho mengambil alih Old Trafford, MU sudah kehilangan 14 poin dari nilai maksimal 27 saat meladeni sesama penghuni top six. Rekor Mou pada big match termasuk mengecewakan dengan sudah mengenyam 7 kekalahan dari 16 kesempatan, sementara hanya 3 kali berhasil meraih kemenangan di kandang sendiri dari 7 kesempatan. Jika tren seperti ini terus berlanjut, jarak dengan City tak akan pernah bisa dipangkas dan malah akan bertambah lebar di akhir musim nanti.

Share This :