Review Pekan ke-26 EPL 2017/2018

Review Pekan ke-26 EPL 2017/2018
Review Pekan ke-26 EPL 2017/2018

Burnley lagi-lagi berhasil mengejutkan banyak orang dengan mampu menahan imbang raksasa Manchester City. Bukan sekali dua kali ini saja pasukan Sean Dyche mencuri poin dari tim besar. Mereka patut mendapatkan kredit tersendiri. Kendati demikian, pasukan Pep Guardiola masih terlalu nyaman di puncak klasemen meski pesaing terdekatnya, Manchester United, memetik poin penuh pekan ini.

Arsenal 5-1 Everton
Tidak sedikit yang berpikir bahwa kekuatan sejati Arsenal telah kembali. Kedatangan duo eks Dortmund, Mkhitaryan dan juga Aubameyang benar-benar memberi warna tersendiri bagi permainan Arsenal. Namun, tentu saja konsistensi tim gudang peluru ini masih perlu diuji sejak penampilan tandang mereka hampir berbalik 180 derajat dari rekor kandang mereka musim ini. Hanya saja, melihat Arsenal yang seperti ini, sedikit banyak saya merasa senang untuk mereka. Bagaimanapun juga, mereka pernah menjadi tim yang sangat besar dengan permainan yang paling enak dinikmati di seluruh dataran Inggris.

Liverpool 2-2 Tottenham Hotspur
Tak pelak semua mata tertuju pada pertandingan ini. Bukan pada hasil skornya yang besar, melainkan pada keputusan-keputusan wasit yang merugikan dan cenderung konyol. Tottenham Hotspur dihadiahi 2 kali pinalti yang semuanya melalui proses berbau diving. Entah para pemain Tottenham yang kelewat pintar berakting ataukah official pertandingan yang terlalu mudah dikelabui, saya tidak tahu. Namun yang jelas jika mengacu pada tayangan ulang di televisi, Tottenham sejatinya tak layak mendapatkan 2 pinalti meski mungkin salah satunya masih bisa diperdebatkan.

"Ulah" wasit ini pada akhirnya sedikit banyak menutupi penampilan Liverpool, terutama duo Mohamed Salah dan Loris Karius, yang teramat cemerlang. Jika Anda menonton siaran langsung pertandingan ini, ada saat dimana Salah me-Messi-kan dirinya sendiri untuk mencetak gol kedua The Reds dengan sangat cantik dan mematikan. What a wonderful goal!

Nama kedua yang patut mendapatkan acungan jempol adalah Karius. Mungkin Anda ingat, beberapa saat yang lalu saya termasuk yang mempertanyakan keputusan Juergen Klopp menjadikan Karius sebagai kiper utama The Reds. Kali ini, saya mungkin harus meminta maaf pada Karius karena telah meremehkannya. Karius tampil sangat baik bahkan mungkin yang paling baik dari seluruh penampilan gabungan antara dirinya dan Simon Mignolet di sepanjang musim.

Watford 4-1 Chelsea
Dalam seminggu, Chelsea 2 kali dipermak oleh lawan-lawan yang bisa dibilang kelasnya berada setingkat atau dua tingkat di bawah mereka. Ada apa dengan The Blues? Jika orang bilang setiap jawara EPL akan mendapatkan kutukan di musim selanjutnya, mungkin saya harus setuju kali ini. Kebetulan, Chelsea memiliki tradisi yang buruk soal itu. Sudah 3 atau 4 kali, The Blues selalu memecat pelatih yang membawa mereka menjuarai sesuatu di musim sebelumnya. Apakah nasib Antonio Conte akan sama dengan para pendahulunya? Saya tidak begitu yakin. Rasanya terlalu riskan memecat pelatih dalam fase atau di bulan-bulan ini. Toh Chelsea tidak sedang dalam bahaya degradasi meski zona top 4 yang awalnya kelihatan aman kini tampak menjadi mudah untuk lepas. Namun Anda mungkin sudah tahu bagaimana temperamen Roman Abramovich. Meski peluangnya cukup kecil, tapi Conte masih punya peluang juga untuk segera lengser secara tidak hormat.

Share This :