Inikah Saatnya Untuk Meminggirkan Pelatih Tua di Liga Inggris?

Inikah Saatnya Untuk Meminggirkan Pelatih Tua di Liga Inggris?

Arsene Wenger yang berusia 68 tahun menjadi tajuk berita utama beberapa saat lalu karena meratapi perlakuan yang ia terima di tahun-tahun pamungkasnya bersama Arsenal. "Semakin tua, Anda akan mulai mendapatkan sedikit diskriminasi," ratap sang manajer. Tetapi ini adalah waktu yang aneh untuk menjelaskan maksudnya. Di satu sisi, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menjadi pelatih yang berstatus veteran.

Belum pernah ada sebelumnya keteraturan yang masif yang terjadi pada tim-tim papan bawah EPL yang bergiliran menunjuk manajer lokal (Inggris) berpengalaman. Dimulai pada bulan September ketika Roy Hodgson dikontrak Crystal Palace, lalu berturut-turut di bulan November saja, Sam Allardyce, David Moyes dan Alan Pardew kembali turun gunung hingga Paul Lambert mengikutinya. Mark Hughes menjadi pelatih veteran Inggris Raya terakhir yang diberi tugas membalikkan nasib tim yang tengah terseok-seok.

Setiap tim itu berada di empat terbawah ketika mereka tiba. Beberapa bahkan berhasil mengubah nasib hingga sementara berhasil keluar dari zona degradasi. Namun tentu saja tak semuanya sukses. Alan Pardew harus gigit jari karena tenggelam di dasar klasemen bersama West Brom dan yang lain menerima respon yang mengecewakan dari para supporter. Orang menjadi bertanya-tanya apakah mereka yang gagal menginspirasi sebelumnya tetap layak untuk terus berada di dalam klub tersebut atau tidak.

Banyak pelatih dari luar Inggris yang dipanggil untuk memuaskan hasrat manajemen. Tetapi masih ada delapan manajer asal Inggris Raya di Premier League, serta mantan pemain internasional Republik Irlandia, Chris Hughton. Di antara mereka, mayoritas sudah berusia lebih dari 50 tahun. Hanya bos Bournemouth Eddie Howe yang berusia di bawah 45 tahun. Adakah peluang untuk rekan-rekan Howe yang lain?

Jika dibandingkan dengan liga tetangga, seperti Jerman misalnya, tentu terlihat sebuah pemandangan kontras antara Liga Primer dan Bundesliga. Hal tersebut ditandai dengan adanya 13 pelatih lokal Jerman yang saat ini menangani klub-klub Bundesliga, dan lebih luar biasanya lagi adalah tidak kurang dari lima diantaranya masih berusia tiga puluhan seperti pelatih kepala Hoffenheim, Julien Nagelsmann.

Tentu saja, bos Bayern Munich Jupp Heynckes adalah sebuah pengecualian karena berada  di usia yang terlampau jauh yaitu 72 tahun. Tapi dia bisa digantikan oleh (rumornya) Thomas Tuchel yang berusia 44 tahun di musim panas nanti dan pelatih Jerman tertua berikutnya di Bundesliga adalah 53 tahun. Itu merupakan pelatih yang lebih muda dari Hughes, Pardew dan Moyes apalagi Hodgson dan Sam Allardyce.

Beberapa orang tentu akan berkata bahwa para pelatih Jerman ini jauh lebih baik daripada rekan  Inggris mereka. Namun masyarakat hanya berbicara dengan apa yang dapat dilihat dengan mata mereka seperti perbedaan umur tanpa melihat pengalaman mental yang telah diasah di Negeri yang dikatakan memiliki persaingan sepak bola terbaik.

Eddie Howe adalah satu-satunya pelatih di bawah usia 45 tahun di EPL saat ini. Sedih.

Pelatih muda ada di luar sana tetapi kebanyakan dari mereka beroperasi di divisi yang lebih rendah. Hanya ada satu manajer yang berusia 45 tahun atau lebih muda yang saat ini bekerja di Premier League, sementara ada sembilan orang yang berada di Championship dan sedikit lebih banyak lagi yang saat ini bekerja di League One dan League Two. Sayangnya, ada kecurigaan bahwa pembinaan pelatih muda di kasta yang lebih rendah bukanlah persiapan untuk menuju divisi teratas.

Berapa lama para manajer ini harus menunggu kesempatan mereka untuk naik melalui jenjang liga? Perhatikan contoh dari pelatih Shrewsbury, Paul Hurst. Pelatih berusia 43 tahun itu telah memenangkan promosi dalam tiga pekerjaan manajerialnya dan sekarang memiliki tim teratas di League One dalam peran keempatnya, meskipun harus bekerja dengan salah satu tim dengan anggaran terkecil di divisi tersebut.
Ini adalah rasa frustrasi yang mungkin dimiliki oleh banyak pelatih muda. Ada Darrell Clarke yang berusia 40 tahun di Bristol Rovers, yang melatih Salisbury City sebelum memenangkan promosi back-to-back dengan klubnya saat ini. Tidak pernah benar-benar ada orang yang melirik kemampuan para manajer muda ini selain sebagai spesialis menolong tim-tim miskin untuk promosi!

Seberapa jauh para pelatih muda ini dapat bertahan dengan anggaran terbatas? Apakah mereka belum cukup menunjukkan bahwa mereka memiliki kredibilitas dan kompetensi untuk peran yang lebih besar dalam hukum piramida sepakbola? Waktu mungkin berada di pihak mereka tetapi mendapatkan pengalaman-pengalaman di divisi teratas pada usia dini sangat penting jika mereka ingin mempertahankan harapan untuk mencapai puncak.

Lihatlah usia manajer ketika mereka pertama kali memenangkan Liga Champions di dua dasawarsa ini dimana polanya terlihat sangat jelas. Semua dari mereka telah mencapai puncak kepelatihan sebelum berusia 50 dengan Vicente Del Bosque menjadi yang tertua di usia 49 tahun. Sejak ia mengangkat trofi pada tahun 2000, delapan manajer selanjutnya yang baru pertama kali mencicipi gelar juara Liga Champions hanya berusia 45 tahun atau di bawahnya.

Bakat dan kerja keras sangat penting untuk kesuksesan itu, tetapi begitu juga dengan kesempatan. Rafa Benitez langsung mendapatkan kesempatan melatih tim besar di usia 41 tahun ketika membawa Extremadura dan Tenerife promosi. Performa bagus Jose Mourinho di Uniaio de Leiria meyakinkan Porto untuk memberinya kesempatan. Pemain muda adalah fokus perhatian dalam sepak bola Inggris saat ini tetapi seharusnya jalur kepelatihan juga mesti lebih diperhatikan.

Mungkin para pelatih muda yang menjanjikan di liga yang lebih rendah itu tidak bisa menyelamatkan West Brom dari jurang degradasi. Mungkin mereka juga tidak akan bisa menghindarkan Southampton dari proses kejatuhan yang sama. Namun alih-alih melihat tukar wajah yang sama di Premier League, akan lebih sehat jika mereka yang berhasil di level bawah mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri. Jadi, Inikah Saatnya Untuk Meminggirkan Pelatih Tua di Liga Inggris?

sumber : Sky Sports
Share This :