Manajer Arsenal Selanjutnya : Siapa Paling Layak?

Manajer Arsenal Selanjutnya : Siapa Paling Layak?
Manajer Arsenal Selanjutnya : Siapa Paling Layak?

Arsene Wenger memutuskan untuk mundur sebagai pelatih kepala Arsenal setelah lebih kurang 22 tahun mengabdi. Keputusan ini pastilah mengundang satu pertanyaan besar : Siapa yang layak menggantikannya? Dengan gaya attacking football yang enak dilihat dan sederet prestasi yang berhasil diukirnya, termasuk tentu saja status Invincible yang belum dapat disamai tim manapun di Premier League hingga saat ini, menggantikan sosok Wenger jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Saya pikir cukup banyak manajer handal yang layak mengisi pos manajer di Arsenal. Namun untuk mengerucutkan kemungkinan, kami pilih beberapa nama yang belakangan muncul di bursa taruhan. Ya, di Inggris apapun bisa dijadikan ajang taruhan bertaraf internasional. Berikut kami rangkumkan kandidat manajer Arsenal pengganti Arsene Wenger dari situs Talksport dimulai dari sosok yang dianggap memiliki peluang paling kecil.

10. Antonio Conte & Eddie Howe
Keduanya memiliki peluang atau angka perbandingan alias odds yang hampir sama. Conte masuk ke dalam bursa setelah gosip tak sedap yang menerpanya hampir sepanjang musim. Conte dianggap membuat ruang ganti Chelsea berjalan tak terlalu baik dan hubungan dengan petinggi The Blues yang tak selalu mulus. Peluang Conte menjadi suksesor Wenger termasuk kecil karena ada beberapa alasan. Yang pertama tentu saja adalah berita yang menerpanya hanya sebatas gosip, kedua ia sudah diberitakan menjalin kontak dengan Paris St. Germain, dan yang ketiga adalah kenyataan bahwa Arsenal dan Chelsea adalah rival berat.

Eddie Howe sejatinya adalah pilihan paling masuk akal. Howe membuktikan diri bahwa meski berusia muda ia sanggup survive di belantara panggung Premier League bersama skuad yang tidak mewah. Howe membuktikan bahwa manajer lokal tidak kalah bagusnya dengan manajer asing. Peluangnya kecil karena tradisi tim besar EPL yang justru tampak anti terhadap pelatih lokal. Untuk jangka pendek, Howe jelas bukan pilihan menarik. Namun jika Arsenal ingin membangun kerajaan baru dan mencari sosok pelatih yang durable, saya pikir Howe justru adalah kandidat paling kuat.

9. Leonardo Jardim
Jardim adalah nama baru sekaligus lawas bagi para gooners, sebutan untuk fans Arsenal. Bersama AS Monaco, Jardim mampu menembus semifinal Liga Champions musim lalu. Manajer berkebangsaan Portugal ini juga sudah menjadi perhatian para fans Arsenal sejak mereka berhasil menyingkirkan Arsenal dari panggung Liga Champions 2 musim sebelumnya.  Di eranya, Monaco sanggup memutus dominasi PSG di Liga Perancis. Sayangnya, banyaknya pemain bintang yang eksodus membuat Jardim kewalahan mengatasi dominasi PSG.

Jardim dikenal sebagai pelatih yang doyan mengangkat pemain muda. Dengan dukungan finansial yang lebih baik di Arsenal, Jardim bisa saja membuat kombinasi pemain muda dan pemain bintang yang aduhai. Dari sudut pandang ini, maka Jardim sejatinya adalah pelatih paling ideal bagi Arsenal. Cukup mengejutkan namanya hanya berada di daftar nomor 9 di bursa taruhan.

8. Unai Emery
Musim ini Emery memastikan adalah masa akhir jabatannya di Paris St. Germain. Dengan statusnya yang menganggur, maka kursi kosong Arsenal adalah sasaran yang masuk akal. Nama Emery melejit berkat keberhasilannya menciptakan hat-trick juara Europa League bersama Sevilla. Kepindahannya ke PSG juga ternyata bisa meneruskan estafet dominasi klub itu di Liga Perancis, membuat kapasitasnya sedikit banyak sudah bisa diakui. Kendati demikian, saya pribadi masih meragukannya. Bagaimanapun juga saat ini mental Arsenal sendiri tengah hancur dan perlu perombakan signifikan. Saya tak yakin Emery adalah pribadi yang cocok dengan keadaan ini, meski setidaknya prestasinya dapat dijadikan jaminan.

7. Patrick Vieira
Meski pengalaman manajerialnya terbilang baru seumur jagung, ternyata Vieira adalah salah satu kandidat yang paling diinginkan oleh fans Arsenal sendiri. Seperti kita tahu bersama, Vieira adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah kebesaran Gunners di era Wenger. Fans rupanya ingin melihat pemain yang pernah menjadi pahlawan bagi mereka, kembali dengan peran yang berbeda. Saat ini Vieira berstatus sebagai manajer salah satu klub MLS, New York City, dengan prestasi yang boleh dibilang cukup stabil selalu berhasil berada di papan atas.

Vieira sendiri pernah berujar bahwa salah satu mimpinya adalah dapat menjadi pelatih di Liga Italia Serie A. Namun andai ada panggilan dari Arsenal, ia mungkin tidak bisa menolak. Bagaimanapun juga Arsenal-lah yang menyelamatkan kariernya dan kembali membesarkan namanya.

6. Mikel Arteta & Thomas Tuchel
Sama seperti Vieira, Arteta adalah salah satu kandidat yang diinginkan fans gunners. Meski pengalamannya melatih sangat minim, namun curriculum vitae-nya sebagai bagian dari jajaran pelatih tim pemenang bersama Pep Guardiola menjadi nilai plus tersendiri. Hanya saja, mengontrak Arteta akan menjadi sebuah gamble. Arsenal akan membutuhkan kesabaran alih-alih prestasi instan.

Mendapatkan peluang yang hampir sama di bursa taruhan, Tuchel sejatinya adalah sosok yang paling "Arsenal" dengan filosofi bermain menyerang yang mirip. Hanya saja, mendapatkan jasa Tuchel mungkin tidak akan mudah karena pelatih berusia 44 tahun tersebut kemungkinan besar belum akan keluar dari Jerman. Tapi siapa tahu, kita lihat saja nanti.

5. Joachim Loew
Banyak orang mungkin berpikir bahwa Loew adalah salah satu pelatih Jerman tersukses. Buktinya, sejak mengambil alih Die Mannshcaft pada tahun 2006, ia tak tergantikan. Bahkan DFB sudah menyiapkan kontrak baru untuknya hingga perhelatan Euro 2020. Kendati demikian, belum ada keputusan final dimana Loew sendiri masih bungkam soal arah karirnya pasca Piala Dunia 2018 nanti. Hal ini membuat publik berspekulasi bahwa ia mungkin saja sosok yang tepat untuk menangani Arsenal.

Namun, sejatinya ada handicap besar dalam perjalanan kepelatihan seorang Joachim Loew. Meski suskes sebagai pelatih tim nasional, Loew rupanya tak begitu sukses saat menangani klub baik di dalam maupun di luar negeri. Terakhir kali Loew menjabat sebagai pelatih di luar Jerman, adalah ketika membesut Austria Wina. Bahkan kiprahnya di tanah Turki bersama Fenerbahce sempat dianggap sebagai titik nadir karirnya. Dengan kenyataan itu, saya pribadi ragu jika Loew adalah pilihan tepat untuk Arsenal.

4. Carlo Ancelotti 
Pelatih yang sarat pengalaman. Dengan segudang skill manajerialnya, Ancelotti adalah pilihan tepat untuk menghadirkan prestasi instan di Arsenal, selaras dengan tren yang sering digunakan anggota big six EPL lainnya. Dengan kemampuannya, saya juga yakin mental ambruk Arsenal bisa dibangun kembali dengan cepat. Hanya saja, Ancelotti memiliki tabiat buruk yang mencuat saat menangani Bayern Munchen. Pria 58 tahun itu dituduh terlalu menganakemaskan pemain yang disukainya saja. Alhasil ruang ganti Munchen di eranya terkadang tidak berjalan kondusif. Dengan latar belakang seperti itu, Ancelotti, jika benar dikontrak oleh Arsenal, mungkin hanya akan bertahan sebentar saja, seperti yang sudah biasa ia lakukan sejak keluar dari tanah airnya.

3. Brendan Rodgers
Mencuatnya nama Rodgers sempat membuat beberapa pendukung Arsenal mengernyitkan dahi. Seperti kita tahu, Rodgers adalah mantan manajer Liverpool yang gagal memberikan trofi apa-apa meskipun sempat menyandang gelar Manager of the Year 2004 saat hampir, sangat hampir membawa Liverpool menjuarai Premier League pertama kali. Rodgers diberhentikan dari tugasnya di Anfield setelah hanya berhasil membawa pulang 3 angka dari 9 pertandingan. Beruntung, Rodgers kemudian bisa kembali membangun karirnya setelah sukses bersama Glasgow Celtic.


Meski Liverpool di eranya termasuk sangat tajam terlebih berkat duet Luis Suarez dan Daniel Sturridge saat itu, namun suporter Arsenal kebanyakan meragukan kapasitasnya apakah sosoknya mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik para pemain bintang.

2. Luis Enrique & Diego Simeone
Enrique berada di daftar ini lebih karena statusnya yang available Juga darah Barcelona yang mengalir dalam nadinya diharapkan bisa disalurkan dengan tepat untuk membangun kembali Arsenal. Enrique juga berada di usia yang tepat untuk membangun tim yang tidak sekedar mengejar prestasi instan. Kelemahannya mungkin kemampuannya belum benar-benar teruji. Di Barcelona ia mendapatkan warisan skuad yang sudah jadi dan tinggal memolesnya saja.

Jika manajemen Arsenal mau berusaha lebih keras, maka mereka bisa mendapatkan sosok yang saya pikir lebih mumpuni, Diego Simeone. Sudah sering saya ulas di blog ini betapa saya sangat mengagumi sosok Simeone. Datang kepada tim yang hampir-hampir tak memiliki tradisi, Simeone sukses menyulap Atletico Madrid menjadi salah satu dari 3 raksasa Liga Spanyol, dimana tadinya liga ini lebih dikenal dengan duopoli Barca dan Real Madrid. Itu jelas bukan prestasi sembarangan. Arsenal harus berusaha keras karena Simeone sudah pasti akan dipertahankan mati-matian oleh ATM.

1. Massimiliano Allegri
Nama terakhir yang masuk bursa dan justru dianggap memiliki kans paling besar adalah Allegri. Pelatih asal Italia ini sukses menjaga tradisi Juventus menjadi penguasa Liga Italia selama beberapa tahun. Allegri juga sukses membuat Juventus begitu kokoh dalam kriteria defensifnya serta tetap tajam dalam skema penyerangannya. Kekurangannya, ia belum teruji di luar Italia. Bahkan saat menangani AC Milan yang saat itu kondisinya tak lebih baik dari Arsenal saat ini, Allegri termasuk gagal.  Jadi meski diunggulkan di bursa taruhan, saya tak melihat sosok ini sebagai pilihan paling tepat untuk Arsenal.

Itulah rangkuman kandidat pelatih Arsenal pengganti Wenger berdasarkan bursa taruhan. Untuk saya pribadi, saya akan lebih suka melihat Simeone sebagai suksesor Wenger. Jika sulit mendapatkan tanda tangannya, Leonardo Jardim menjadi pilihan kedua saya karena kesukaannya mengangkat pemain muda. Pilihan ketiga saya adalah Eddie Howe. Bagaimanapun juga Inggris harus mulai mengakui kompetensi pelatih muda lokalnya sendiri jika tak mau semakin tertinggal dari negara-negara besar lainnya. Menurut Anda, siapa pelatih yang paling cocok menangani Arsenal pasca era Wenger? 😊

Share This :