Prediksi Real Madrid vs Liverpool, Final Liga Champions 2017/2018

Prediksi Real Madrid vs Liverpool, Final Liga Champions 2017/2018
Prediksi Real Madrid vs Liverpool, Final Liga Champions 2017/2018

Dari sejak edisi pertama turnamen ini pada musim 1955/1956, Real Madrid telah dianggap sebagai rajanya Raja Eropa. Tim yang dipimpin oleh Alfredo di Stefano kala itu seolah-olah tak terbendung di tahun-tahun awal kejuaraan ini, memenangkan lima Piala Eropa pertama secara beruntun sebelum akhirnya dominasi mereka harus berakhir pada 1960/1961.

Monopoli serupa atas kompetisi paling elit sejagad ini tampaknya tidak mungkin terjadi lagi di zaman modern dimana begitu banyak tim kelas dunia yang bersaing untuk satu trofi. Namun kenyataannya Madrid kini berada di ambang gelar ketiga berturut-turut - prestasi yang belum pernah lagi berhasil dicapai sejak Bayern Munich, dengan bintang-bintang macam Franz Beckenbauer, Gerd Muller dan Sepp Maier, mendominasi Eropa di tahun 1973 hingga 1976.

Zinedine Zidane adalah nama lain yang secara permanen terukir dalam buku-buku sejarah sebagai salah satu yang terbesar dalam bidang olahraga olah kulit bundar yang satu ini, dan dia berada di ambang pencapaian yang luar biasa pula akhir pekan ini saat dia berkesempatan menjadi manajer pertama yang pernah memenangkan kompetisi ini tiga tahun berturut-turut.

Memang, ada kesan bahwa Madrid kali ini datang sebagai lawan yang "kurang" tangguh seperti di dua final terakhir; Los Blancos lolos dari lubang jarum perempat final berkat penalti kontroversial Ronaldo di menit ke-97 saat melawan Juventus - serta tentu saja nyaris tersingkir pula oleh Bayern Munich berkat kecerobohan lini belakang mereka. Sekilas, mereka tampak tidak layak untuk diunggulkan kali ini.

Madrid kini hanya memiliki satu clean sheet dalam 11 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, meski mereka juga selalu berhasil mencetak gol di 29 pertandingan terakhir mereka di Eropa.
Bicara tentang Liverpool dan final Liga Champions, rasanya orang akan selalu mengingat kemenangan mereka yang paling terkenal 13 tahun lalu di Istanbul, ketika tim yang hanya menempati posisi kelima di Liga Premier musim itu, menghasilkan comeback yang tak terlupakan melawan AC Milan yang dimotori oleh beberapa pemain terbaik di generasinya.

Skuad Liverpool musim 2017/2018 memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Steven Gerrard, Jamie Carragher, Xabi Alonso dan lainnya di sejarah turun-temurun Liverpool, sekaligus mengakhiri cengkeraman besi Madrid atas kompetisi ini yang akan dapat memberi mereka status abadi di antara para penggemar sepakbola secara umum.

Liverpool memuncaki grup Liga Champions mereka - dibantu oleh kemenangan 7-0 atas Maribor dan Spartak Moscow - yang dilanjutkan dengan kemenangan 5-0 yang kejam atas Porto di Estadio Do Dragao di babak 16 besar, yang seakan menyatakan pada dunia bahwa mereka benar-benar layak muncul di radar sebagai penantang gelar juara. Kompetisi semakin ketat di perempat final ketika mereka menantang favorit turnamen Manchester City. Tetapi kemenangan di kandang dan tandang melawan tim yang memecahkan semua rekor dalam perjalanan mereka di Liga Premier musim ini hanya meningkatkan reputasi The Reds sebagai pesaing paling layak untuk siapapun yang masuk ke final.


Handicap terbesar untuk Liverpool saya kira datang dari 2 hal. Yakni fakta bahwa Klopp sering gagal saat berada di partai final (5 kalah dari 6 kali kesempatan), serta fakta bahwa tak satupun punggawa Liverpool saat ini yang pernah mencicipi partai final semegah Liga Champions. Sebagian orang mungkin bilang itu bukan hal penting, tapi seringkali hal-hal non-teknis seperti inilah yang menjadi penentu pertandingan.

Selama saya mengenal dunia sepakbola, saya jarang mendapati pertandingan yang membosankan ketika melihat nama Liverpool sebagai salah satu finalis sebuah turnamen. Tak terkecuali untuk final malam nanti, sulit rasanya membayangkan pertandingan akan berakhir dengan skor minimalis. Bukan tidak mungkin Miracle of Istanbul akan kembali terulang dimana pertandingan banjir gol dan tak dapat diselesaikan hanya dalam waktu 90 menit. Namun jika harus memilih, dengan segala pengalaman dan maupun nasib mujur keduanya, saya masih condong untuk menjagokan Si Putih. Andai Liverpool memenangkan pertandingan ini, sejujurnya saya akan sangat senang dan rasanya 70% dari penduduk dunia juga akan senang. Jadi, siapa yang Anda jagokan kali ini?

Prediksi skor Real Madrid vs Liverpool : 3-2
(hasil : Livescore)
Share This :