Unai Emery : Pelatih Baru Arsenal yang Masuk Akal

Unai Emery : Pelatih Baru Arsenal yang Masuk Akal
Unai Emery : Pelatih Baru Arsenal yang Masuk Akal

Pasca lengsernya dinasti Arsene Wenger di Arsenal, penunjukan Mikel Arteta, yang berusia 36 tahun, seorang anggota kunci dari tim pelatih pimpinan Pep Guardiola yang memenangkan gelar EPL musim ini, dianggap hampir menjadi kenyataan sampai tiba-tiba nama mantan pelatih Paris St. Germain, Unai Emery, muncul pada hari Senin dan tak lama setelah itu dinobatkan sebagai pelatih baru Arsenal. Bisa jadi, ini adalah twist dramatis yang disambut dengan guncangan pro dan kontra yang cukup luas di kalangan para fans The Gunners - namun ada logika yang masuk akal untuk menjelaskan perubahan keputusan Arsenal yang tampak terburu-buru ini.

Arteta memiliki daya tarik bagi para puritan dan sisi emosional romantisme - ia adalah gabungan dari silsilah keluarga besar Arsenal dengan kemuliaan 100 poin pemecah rekor Premier League milik Guardiola, yang dianggap sebagai track record yang paling dapat dipercaya. Arteta memiliki reputasi yang bersinar, berkembang dan sempat sangat tertarik kepada mantan klub lain - Everton - ketika mereka memecat Ronald Koeman pada bulan Oktober.

Namun, ada unsur besar risiko di Arsenal andai menunjuk manajer yang belum terbukti sebagai penerus seseorang yang telah menjadi institusi klub lebih dari 22 tahun. Pada akhirnya, mengingat taruhannya, menunjuk Arteta sekarang hanya akan menjadi hal yang terlalu berisiko bagi kepala eksekutif Ivan Gazidis dan rekan-rekan pembuat keputusannya. Terlalu banyak lompatan ke dalam hal yang tidak diketahui pada titik penting dalam sejarah klub ketika mereka menghadapi sebuah tahapan berjuang untuk menceburkan diri kembali ke perebutan empat besar Liga Premier, atau bahkan perebutan gelar.

Nama Emery mungkin baru melintas ke ranah publik hanya di jam-jam terakhir tetapi sebenarnya ia sudah berada dalam radar Arsenal dari saat ia memutuskan untuk meninggalkan PSG setelah dua musim dimana ia memenangkan gelar Ligue 1 sekali dan empat piala domestik.

Emery memang tidak dapat memenangkan Liga Champions untuk PSG. Seperti kita ingat bersama, musim lalu ia 'melepas' keunggulan 4-0 atas Barcelona di leg pertama untuk kemudian dihajar 6-1 di leg berikutnya. Musim ini, giliran Real Madrid yang menghempaskan mereka. Kegagalannya untuk memuaskan keinginan para petinggi PSG membuatnya tergantikan oleh Thomas Tuchel dari Jerman. Kendati demikian, ia memiliki rekam jejak yang bagus, membuatnya menjadi pilihan yang jauh lebih logis daripada Arteta.

Emery bisa membanggakan rekor luar biasa dari tiga kemenangan beruntun Europa League bersama Sevilla, dimana kemenangan terakhir didapat atas Liverpool-nya Jurgen Klopp di Basel pada Mei 2016. Bisa jadi, inilah yang sedikit banyak mempengaruhi keputusan Arsenal untuk mengakuisisi jasanya dan dianggap sebagai taruhan yang lebih aman.

Kabar bahwa Emery ditunjuk sebagai manajer Arsenal mendapat tanggapan awal yang beragam. Beberapa orang merasa lega karena Arsenal melakukan langkah tepat dengan mengalihkan perhatian dari rookie Arteta ke Emery, pemegang rekor Eropa yang bagus - tetapi juga ada simpati untuk Arteta, terutama dari mereka yang telah terbiasa dengan gagasan bahwa mantan pemain layak mendapat kesempatan pertama.

Mantan striker Arsenal Ian Wright mengatakan kepada Radio BBC : "Apa yang terjadi di Arsenal? Dari mana Unai Emery berasal? Saya tidak bisa mengeluarkannya dari kepala saya." Wright menambahkan: "Saya tidak akan puas sebagai penggemar Arsenal tentang Emery. Saya pikir faktanya, setiap dia keluar dari lapangan nanti, semua orang akan berpikir bahwa itu seharusnya adalah Arteta, itulah satu-satunya masalah."

Emery memiliki kendala yakni tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, dan tentu saja belum dicoba di Liga Premier. Ini akan membutuhkan beberapa waktu bagi para pemain untuk memahami keinginannya. Tapi, bagaimanapun juga dia telah dianggap sebagai pelatih yang baik dan teliti yang senang bekerja dengan seorang direktur sepak bola, karena ia berhasil bersama Monchi di Sevilla. Dia dipercaya akan cepat melebur dalam struktur Arsenal bersama direktur Raul Sanllehi dan kepala perekrutan Sven Mislintat.

Dia memiliki gaya kepelatihan yang praktis, dimana dia dekat dengan pemain. Emery terkenal di Sevilla karena perhatiannya terhadap detail, terutama berkat penggunakan teknologi. Di PSG, Emery disebut 'kalah kuasa' dari pemain termahal dunia, Neymar. Konon, itu yang membuatnya tidak maksimal. Beruntung, tidak ada pemain dengan tipe egosentris seperti itu di Arsenal. Kedatangan Emery jelas membawa risiko, meskipun kadarnya lebih kecil daripada jika menunjuk Arteta, tetapi ini adalah langkah jelas yang diyakini Arsenal layak diambil setelah proses rekrutmen yang melelahkan.

sumber : BBC
Share This :