Jelang Piala Dunia 2018 : Data & Fakta yang Perlu Anda Tahu

Jelang Piala Dunia 2018 : Data & Fakta yang Perlu Anda Tahu
Jelang Piala Dunia 2018 : Data & Fakta yang Perlu Anda Tahu

Kiper Mesir, Essam El-Hadary, telah dikonfirmasi akan menjadi pemain tertua (45 tahun) yang pernah merumput di Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Faryd Mondragon (43). Data dan fakta menarik seputar Piala Dunia ini kami tulis ulang dari BBC Sports sebagai bumbu penyedap merasakan hingar bingar Piala Dunia 2018 ataupun sebagai bahan obrolan ringan bersama teman-teman pecinta sepakbola Anda di waktu senggang. Here we go.

1. Tim mana saja yang telah memenangkan Piala Dunia?
Brazil bisa dibilang sebagai rajanya turnamen paling bergengsi sedunia ini berkat 5 gelar yang telah diraihnya. Kendati demikian, satu catatan teramat negatif sempat mewarnai sejarah tim ini tatkala dipermalukan oleh Jerman dengan skor 7-1 pada babak semi final Piala Dunia 2014 yang justru dihelat di negeri sendiri.


Sepanjang sejarah digelarnya turnamen ini, belum ada negara di luar zona Eropa dan Amerika Latin yang pernah memenangkannya. Tiga perhelatan terakhir turnamen ini dimenangkan oleh Italia, Spanyol dan Jerman, yang artinya kini tim-tim negara Eropa mengungguli perolehan gelar tim-tim dari Amerika Latin dengan jumlah 11 berbanding 9.

2. Siapa Top Scorers Piala Dunia?
Penyerang Jerman Miroslav Klose memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan total 16 gol dari 4 turnamen Piala Dunia yang pernah diikutinya. Luis Nazario da Lima alias Ronaldo Sang Fenomenal berada di tempat kedua dengan 15 gol dari 3 keikutsertaan. Sementara itu, rekor gol terbanyak dalam 1 pagelaran Piala Dunia masih dipegang oleh penyerang Perancis, Just Fontaine, yang membuat 13 gol di Piala Dunia 1958.


3. Semakin sedikit tembakan, sepakbola modern semakin efektif?
Piala Dunia 2014 tercatat sebagai Piala Dunia dengan jumlah tembakan paling sedikit sepanjang sejarah, setidaknya sejak 1966, dimana untuk pertama kalinya ahli statistik Opta mulai melakukan research data. Data menunjukkan bahwa terutama tembakan jarak jauh mengalami penurunan yang sangat signifikan. Kendati demikian, dengan rata-rata 2,7 gol, Piala Dunia 2014 masih memiliki rataan gol tertinggi diantara pagelaran lainnya setelah Piala Dunia Spanyol 1982. Ya, bisa dibilang sepakbola modern memang menjadi lebih efektif.


4. Tim Nasional Inggris Melempem, Liga Inggris Berjaya
Sejak terakhir kali memenangi gelar Piala Dunia yang dihelat di rumah sendiri pada tahun 1966, Inggris hanya sekali saja berhasil melewati babak perempat final. Namun kenyataan ini sama sekali tidak mencegah tim-tim negara lain untuk mengambil pemain dari Liga Inggris.

Meski dengan fakta bahwa Leroy Sane maupun Marcos Alonso tidak diikutkan ke Rusia, Liga Inggris masih menjadi penyumbang terbesar pemain yang mengikuti Piala Dunia. Ada 130 pemain yang mengikuti Piala Dunia kali ini yang terdaftar sebagai pemain di klub-klub 3 divisi teratas Liga Inggris. Di urutan kedua ada 81 pemain yang terdaftar di Liga Spanyol dan 67 pemain dari Liga Jerman.

Sementara itu, dari 32 peserta Piala Dunia, ada 4 tim yang tak diperkuat oleh satu pun pemain yang merumput di Inggris. Tim-tim itu adalah Uruguay, Saudi Arabia, Panama dan juga tuan rumah Rusia. Inggris juga menjadi satu-satunya tim dimana 23 pemain yang terpanggil dalam skuad berasal dari 1 liga yang sama (Premier League). Sebaliknya, Senegal dan Swedia menjadi tim-tim yang tak diperkuat satu pun pemain yang merumput di liga lokal negara mereka.


5. Performa Tim Tuan Rumah di Piala Dunia
Secara keseluruhan, tim yang menjadi tuan rumah hampir selalu memiliki nasib yang lebih baik daripada saat mereka bertindak sebagai tamu. Tentunya ini menjadi kabar bagus untuk Rusia yang kali ini mendapat tantangan dari Uruguay, Saudi Arabia dan tim yang tengah on-fire saat ini, Mesir. Kendati demikian, Rusia juga dibayang-bayangi nasib buruk Afrika Selatan sebagai satu-satunya tuan rumah sejauh ini yang gagal lolos dari babak grup.

Nasib sebaliknya justru terjadi pada Brazil. Tim ini justru sering gagal (atau dianggap gagal) tiap kali bertindak sebagai tuan rumah. Pada 1950, mereka harus merelakan gelar kepada Uruguay. Sementara pada 2014, seperti yang sudah disebutkan di atas, mungkin menjadi catatan sejarah yang ingin dihapus oleh rakyat Brazil.


6. Adu Mental di Babak Tos-Tosan
Jerman dikenal sebagai tim Panser, di lain waktu dikenal pula sebagai tim Diesel, menggambarkan betapa mereka sangat kuat dan memiliki durability yang panjang. Mental baja ini pada akhirnya membuat mereka memiliki catatan 100% selalu menang tiap kali dipaksa melewati babak adu pinalti atau babak tos-tosan. Dari 4 kali kesempatan, Jerman memenangkan semuanya.

Dan seperti sudah bisa ditebak, Inggris menjadi tim yang paling 'lemah' mentalnya jika berbicara tentang adu pinalti. Dari 3 kali kesempatan, mereka selalu kalah dan tentu saja harus tersingkir semuanya andai tak dapat memaksakan kemenangan di waktu normal. Italia hampir saja bernasib sama seperti Inggris dimana mereka juga sudah 3 kali gagal di babak tos-tosan. Yang paling terkenal tentu saja adalah kegagalan Roberto Baggio menceploskan bola pinalti di final Piala Dunia 1994 yang sempat membuatnya "dikucilkan" oleh masyarakat Italia. Beruntung, rekor buruk ini berakhir ketika mereka akhirnya berhasil mengangkat gelar Piala Dunia 2006 via adu pinalti melawan Perancis.



Itulah Data & Fakta yang Perlu Anda Tahu seputar Piala Dunia. Ngomong-ngomong, tim manakah yang Anda jagokan di Piala Dunia 2018? 😊

Share This :