Jerman Tersingkir : Ini Azab Tim yang Punya Fans Sombong!

Jerman Tersingkir : Ini Azab Tim yang Punya Fans Sombong!
Jerman Tersingkir : Ini Azab Tim yang Punya Fans Sombong!

Pada Piala Dunia 2006, saya ingat bagaimana saat itu saya ikut bersemangat tiap kali melihat penampilan Jerman yang atraktif. Bukan hanya karena mereka tampil sebagai tuan rumah, namun energi eksplosif yang disalurkan pelatih mereka saat itu, Juergen Klinsmann, benar-benar merasuk ke dada setiap punggawa Die Mannschaft. Saat itu, saya ingat betul bagaimana Miroslav Klose dan kawan-kawan mencoba keluar dari bayang-bayang dark era versi mereka sendiri yang menghantui sejak awal milenium baru. Walau pada akhirnya mereka hanya berhasil menjadi juara ke-3, tidak sedikit fans Jerman yang menganggap bahwa Klinsmann telah berhasil membangkitkan semangat ala Ueber Allez yang sempat padam.

Namun, ibarat luka yang bisa sembuh oleh waktu, rupanya waktu jualah yang menyakiti penilaian saya terhadap tim Jerman ini. Dengan semakin berkembangnya media sosial, saya akhirnya bertemu (secara maya) dengan banyak fans Jerman yang ternyata jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Bagi saya yang seorang Premier League-holic, kenyataan ini cukup membuat saya terkejut. Namun, bukan jumlah itu yang membuat saya paling terhenyak, melainkan (kebanyakan) sikap mereka yang cenderung arogan. Ya, arogan. Kebanyakan fans Jerman di Indonesia saya dapati terlalu membanggakan Jerman (dan Bundesliga) secara berlebihan. Saya tidak paham dari mana datangnya sikap ini, namun satu yang pasti, kesukaan saya terhadap tim Jerman itu sendiri mulai meluntur.

Puncaknya terjadi pada Piala Dunia 2014. Bukan saja Jerman yang akhirnya berhasil menjadi juara, namun episode sejarah pahit bagi tuan rumah Brazil saat itu, dimana mereka dibantai dengan skor kejam 1-7 oleh Jerman, membuat para fans arogan itu semakin kehilangan akal sehat (dan mungkin jati diri). Bagi mereka, Jerman tak ubahnya tim maha super yang tiada tanding dan mungkin layak untuk disembah. Bahkan seorang kawan dengan lantang menyebut bahwa setiap pemain sepakbola yang bermain di Bundesliga pastilah akan mentas menjadi pemain yang paling hebat, ber-skill tinggi dan lebih dari yang lain. Mulai detik itu, saya membenci Jerman. Dalam hati kecil saya saat itu, saya menyumpahi Jerman agar suatu saat kembali terjungkal dengan tragis.

Jerman Tersingkir : Ini Azab Tim yang Punya Fans Sombong!
Dan doa saya sepertinya dijawab 4 tahun sesudahnya. Piala Dunia 2018 rupanya sukses menjadi kuburan bagi tim yang katanya maha super itu. Saya mungkin termasuk dari sedikit orang yang paling bersorak ketika Joachim Loew memutuskan untuk meninggalkan Leroy Sane. Meski Sane sangat bersinar bersama Manchester City musim lalu, namun fans arogan menganggap ini sebagai keputusan tepat karena Sane dinilai terlalu egoistis. Dalam hati, saya senang kesombongan itu sekali lagi menutup akal sehat mereka.

Benar saja, pada pertandingan pertama grup melawan Meksiko, Jerman tampil lamban dan hampir-hampir tanpa semangat. Terima kasih untuk Hirving Lozano yang sukses membuat gol semata wayang di pertandingan itu dan akhirnya membuat suasana dalam tim Jerman menjadi tertekan dan tidak sehat. Banyak orang tiba-tiba saling menyalahkan satu sama lain, termasuk salah satunya Mesut Oezil yang dianggap tidak layak berbaju tim nasional Jerman.

Di pertandingan kedua, Jerman sedikit beruntung karena Swedia takut kalah meski sudah unggul terlebih dulu. Toni Kroos menjadi penyelamat di pertandingan ini setelah satu golnya dari tendangan bebas sukses memperpanjang napas Jerman di Piala Dunia. Tapi, keberuntungan itu tidak lama. Adalah Taeguk Warriors Korea Selatan yang akhirnya memutus nasib baik Jerman.

Dibekali dengan beban wajib menang minimal 1-0 untuk dapat lolos ke babak knock-out, Jerman sekali lagi justru tampil loyo dan tanpa hasrat. Menit demi menit berlalu begitu saja dan tiba-tiba Jerman sudah sampai di ujung pertandingan tanpa sekalipun bisa menjebol gawang Korsel yang dijaga kiper Jo Hyun-Woo, yang kalau boleh saya bilang, adalah Man of the Match pada laga itu. Rasa frustasi Jerman pada akhirnya mencapai puncaknya setelah Kim Young-Gwon berhasil mencuri gol di masa injury time. Selang 4 menit kemudian, Son Heung-Min sukses memanfaatkan kecerobohan Manuel Neuer dan menggandakan keunggulan Korea Selatan.

Jerman dicukur 2 gol tanpa balas oleh Korea Selatan dan terbenam di dasar klasemen! Ya, Anda tidak salah baca. Tim maha super itu, tim yang katanya tiada tandingannya itu, terjerembab dan menjadi juru kunci grup! Ini benar-benar luar biasa! Jika Jepang terkenal dengan slogan "Tjahaya Asia", dengan ini saya memproklamasikan diri sebagai suporter Korea Selatan, "Sang Idola Asia!"

Para suporter Jerman boleh saja mengganggap ini mutlak adalah kesalahan strategi yang diterapkan Joachim Loew. Lebih banyak lagi orang di luar sana menganggap kegagalan Jerman kali ini adalah akibat dari kutukan juara bertahan Piala Dunia, yang untuk ketiga kalinya secara beruntun, secara ajaib tersingkir di babak grup. Tapi, itu kata mereka. Bagi saya, ini adalah Azab Tim yang Punya Fans Sombong! Selamat jalan Jerman, selamat pulang lebih cepat!!

Share This :