Mengapa Zidane Tega Meninggalkan Real Madrid?

Mengapa Zidane Tega Meninggalkan Real Madrid?
Mengapa Zidane Tega Meninggalkan Real Madrid?

Zinedine Zidane begitu mantap melangkahkan kakinya pergi dari salah satu pekerjaan paling prestisius di muka bumi dan tentu saja hal tersebut berarti juga ia kehilangan kesempatan menjadi manajer pertama yang bisa memenangkan trofi tertinggi Eropa 4 kali berturut-turut bersama Real Madrid. Pada media, Zidane berkata "No Mas", yang berarti 'sudah cukup'. Tentu saja, keputusan ini menimbulkan banyak tanya diantara pada penggemar sepakbola. Mengapa?

Menanggapi banyak pertanyaan 'mengapa', Zidane menggunakan frasa "Desgaste" untuk menjelaskan keputusannya untuk mundur. Frasa ini rupanya juga dipakai oleh Pep Guardiola ketika dulu memutuskan mundur dari Barcelona. Dalam literatur Bahasa Inggris, "Desgaste" memiliki arti "Attrition", yakni suatu proses penurunan atau degradasi secara bertahap yang mempengaruhi seseorang atau sesuatu akibat dari tekanan yang berkelanjutan.

Apakah ini berarti Zidane sedang kelelahan? "Sama sekali tidak,' tegas Zidane. "Saya baru melatih selama 3 tahun. Saya jelas tidak sedang kehabisan energi." Zizou, panggilan akrabnya, menggemakan pepatah sepak bola lama dimana jika sebuah tim ingin terus menang dari waktu ke waktu, setiap beberapa tahun tim tersebut perlu untuk mengganti pemain atau pelatih.

"Waktunya tepat," katanya. "Ini bukan keputusan yang saya anggap enteng. Saya memikirkannya dengan hati-hati dan ini saya pikir waktu yang tepat untuk berhenti, meskipun saya membayangkan banyak yang akan tidak setuju. Setelah tiga tahun, Real Madrid membutuhkan perubahan, cara lain untuk bekerja, gagasan lain, jika kita ingin untuk terus menang. Saya merasa itu akan semakin sulit untuk terus menang dengan bertahan dengan gagasan saya. Dan karena saya seorang pemenang, saya harus pergi."

Jadi, apa tugas selanjutnya untuk Real Madrid sekarang? Tergantung. Berakhirnya sebuah era berarti 2 hal, membangun kembali dari nol atau meneruskan yang sudah ada dengan sistim yang sama sekali baru. Jika Madrid memutuskan untuk memulai lagi semuanya dari awal, sosok pelatih muda perlu direkrut. Beberapa nama seperti Guti Hernandez dan Santiago Solari, dimana keduanya adalah bagian dari generasi Galacticos yang sama dengan Zidane, layak untuk dipertimbangkan. Dan jika Madrid membutuhkan filosofi baru yang mampu menjaga Madrid di jalur puncak, maka sosok pelatih berpengalaman harus didapatkan. Nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Maurizio Sarri hingga Antonio Conte, semuanya masuk radar bursa pelatih baru Los Merengues.

Akan ada waktu bagi presiden Florentino Perez untuk mempertimbangkan pilihan. Yang jelas adalah bahwa Zidane sudah meninggalkan klub. Dia bukan tipe orang yang membutuhkan pekerjaan atau piala atau pujian. Dengan bakat alaminya, ia telah memenangkan 9 dari 13 piala dalam waktu kurang dari dua setengah tahun. Zidane tidak seperti orang lain sebagai pemain, dan dia tidak seperti orang lain sebagai manajer.

He's simply Zizou.

sumber : ESPN
 
Share This :