Tren Sejarah Piala Dunia Memunculkan Prediksi yang Tak Terduga

Tren Sejarah Piala Dunia Memunculkan Prediksi yang Tak Terduga
Tren Sejarah Piala Dunia Memunculkan Prediksi yang Tak Terduga

Seperti yang pernah ditulis di postingan lain di blog ini, pagelaran Piala Dunia tidak akan lengkap tanpa adanya prediksi. Jika sebelumnya prediksi dibuat berdasarkan hasil algoritma yang dibuat oleh Super Computer, kali ini kami akan mengajak Anda semua melihat prediksi juara Piala Dunia 2018 berdasarkan tren sejarah Piala Dunia itu sendiri. Artikel kali ini kami tulis ulang dari situs BBC Sports. Ini dia.

1. Jadilah Tim Unggulan!
Dalam drawing Piala Dunia, dikenal istilah tim unggulan dan tim non-unggulan. Tim unggulan, yang ditentukan berdasarkan peringkat FIFA dan ataupun hasil kualifikasi, akan ditempatkan di Pot 1 yang berisi 8 tim. Sejak Piala Dunia 1998 dimana jumlah peserta membengkak menjadi 32 peserta, Sang Juara tidak pernah lepas dari tim yang berstatus tim unggulan. Itu artinya, prediksi juara Piala Dunia 2018 tidak akan jauh-jauh dari tim-tim yang saat drawing berada di Pot 1.


2. Jangan Mau Jadi Tuan Rumah!
Dulu, menjadi tuan rumah Piala Dunia rasanya bagaikan mendapatkan "kemudahan" untuk dapat menjuarai Piala Dunia. Dari 11 edisi pertama turnamen ini, dari tahun 1930 hingga 1978, tuan rumah 5 kali berhasil menuntaskan misi keluar sebagai jawara. Sial, 9 edisi Piala Dunia sesudah itu hampir selalu menjadi petaka bagi tuan rumah dimana hanya sekali saja tuan rumah dapat berpesta di depan publik sendiri, yakni Perancis 1998. Dengan fakta ini, maka Rusia bisa kita coret dari daftar bursa juara.


3. Miliki Pertahanan Tangguh!
Sejak era 32 peserta (1998), tak satupun juara Piala Dunia yang kebobolan lebih dari 4 gol di 7 pertandingan yang harus dilewati selama putaran final. Dengan fakta ini, Polandia bisa kita coret dari bursa juara karena memiliki pertahanan yang termasuk cukup rapuh selama babak kualifikasi, yakni rata-rata kebobolan 1,4 gol per partai. Jauh lebih rapuh dari 6 unggulan lainnya yang rata-rata kebobolannya di bawah 1 gol per partai.


4. Jadilah Tim Eropa!
Selama ini, juara Piala Dunia hanya dibagi untuk tim-tim dari kawasan Eropa dan Amerika Latin. Dari 10 kali kesempatan tim-tim Eropa bertindak sebagai tuan rumah, 9 diantaranya selalu dimenangkan oleh tim-tim yang berasal dari Eropa juga. Hanya 1 kali tim Amerika Latin berhasil mencuri kesempatan itu yakni ketika Brazil memenangi Piala Dunia 1958 di Swedia. Dengan fakta semacam ini, mari kita coret saja tim-tim unggulan dari Amerika Latin meski hitam di atas putih sebenarnya mereka sangat kuat.


5. Milikilah Kiper Terbaik!
Anda mungkin berpikir bahwa untuk dapat menjuarai ajang sekelas Piala Dunia, dibutuhkan seorang striker yang sangat tajam. Kenyataannya, sejak 1982, hanya 2 kali pemenang Piala Dunia menyertakan striker-nya sebagai peraih golden boot. Dua kesempatan langka itu adalah Ronaldo bersama Brazil di Piala Dunia 2002 dan David Villa bersama Spanyol di Piala Dunia 2010.

Sebaliknya, 4 dari 5 pemenang terakhir Piala Dunia, selalu menyertakan kiper mereka sebagai peraih golden gloves. Dari 4 tim kita yang tersisa kali ini, tim mana kira-kira yang tidak memiliki kiper terbaik? Sejatinya kriteria pada poin ini agak bisa diperdebatkan. Namun kita dengan mudah akan membayangkan nama-nama seperti Manuel Neuer (Jerman), Hugo Lloris (Perancis) dan atau Thibaut Courtois (Belgia), tentunya masih lebih hebat ketimbang kiper Portugal, Rui Patricio, yang kiprahnya bersama Sporting Lisbon tidak begitu kuat terdengar musim ini. Jadi mari kita singkirkan dia dari daftar ini.


6. Miliki Pengalaman yang Cukup!
Yang dimaksud dengan pengalaman di sini adalah rata-rata caps alias seberapa banyak seorang pemain telah membela negaranya. Sejak format 32 peserta diperkenalkan, angka ini secara pasti meningkat dari satu gelaran ke gelaran lainnya. Ketika Brazil memenangi Piala Dunia 2002, skuad mereka diisi pemain dengan rata-rata caps 28,04. Angka ini meningkat di tahun 2006 dimana Italia menjuarai Piala Dunia dengan rata-rata caps 32,91.

Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 dengan rata-rata caps yang sangat nyata, yakni 42,21. Dengan hitungan ini, mana dari tiga tim tersisa yang harus kita coret? Ternyata Perancis-lah yang mesti kita singkirkan karena faktanya skuad yang mereka bawa kali ini tidak memiliki pengalaman internasional yang cukup dengan hanya membawa rata-rata caps 24,56. Kebetulan, Jerman dan Belgia tetap berada sebagai favorit di kategori ini dengan rata-rata caps masing-masing 43,26 dan 45,13.


7. Jangan Jadi Juara Bertahan!
Piala Dunia adalah kejuaraan yang sama sekali tak ramah bagi Sang Juara bertahan. Sepanjang sejarah, tercatat hanya Brazil satu-satunya tim yang berhasil juara back-to-back yakni pada perhelatan Piala Dunia 1958 dan 1962. Parahnya lagi, sejak terakhir kali Brazil melakukan hal istimewa tersebut, hanya 2 kali dari 13 kesempatan selanjutnya juara bertahan mampu melewati babak perempat final. Bahkan dari 4 Piala Dunia terakhir, sudah 3 kali juara bertahan gagal melewati babak grup. 

Ini tentunya data yang tidak ingin dilihat oleh Jerman dan para pendukung setianya. Bagaimanapun juga mereka adalah tim yang sangat baik ketika menyangkut Piala Dunia bahkan ketika masih bernama Jerman Barat. But, who knows ....

Pada akhirnya, Tren Sejarah Piala Dunia benar-benar Memunculkan Prediksi yang Tak Terduga. Dengan data dan fakta di atas, Belgia rupanya berpeluang besar untuk menjadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Terdengar sedikit gila bagi saya pribadi. Namun, jika benar sejarah selalu berulang dengan sendirinya, bukan tidak mungkin hitung-hitungan berbau cocoklogi ini akan menjadi kenyataan. Bagaimana menurut Anda? 😋


Share This :