Belgia Mengungguli Kelelahan Inggris pada Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2018

Belgia Mengungguli Kelelahan Inggris pada Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2018
Belgia Mengungguli Kelelahan Inggris pada Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2018

     Timnas Belgia mengalahkan timnas Inggris 2-0 di Saint Petersburg, Rusia, pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2018 untuk mengamankan posisi akhir terbaik mereka dan mengirim tim Gareth Southgate pulang dengan dua kali kekalahan beruntun.

     Sebuah gol cepat di menit keempat dicetak Thomas Meunier dan satu gol dari Eden Hazard pada menit ke-82 memenangkan timnas Belgia di tempat ketiga yang menandai raihan terbaik mereka sejak mendapatkan posisi keempat pada Piala Dunia 1986.

“Semua ini adalah  mengenai pencapaian mereka. Saya setuju para pemain pantas mendapatkannya,” ujar pelatih Belgia, Roberto Martinez.

“Yang telah kami lihat pada Piala Dunia kali ini adalah bahwa seluruh pemain tidak ingin sebatas bergantung kepada bakat mereka, mereka bergantung pada kerjasama tim, menjadi sekelompok pemain yang mau melakukan apapun untuk mencapai hasil terbaik yang mereka bisa,” lanjut Martinez.

     Tim Inggris tampak lebih unggul di hampir seluruh babak kedua, tetapi dengan sang kapten Harry Kane terlihat kelelahan, ketajaman tim Belgia pada sepertiga akhir babak kedua terbukti menentukan hasil.

     “Pertandingan ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk memperbaiki tim kami,” kata Kane.
“Kami bukanlah sebuah artikel yang sudah selesai, kami masih terus berkembang dan hanya akan terus menjadi lebih baik. Kami tidak ingin menunggu 20 tahun lagi untuk masuk ke semifinal dan terlibat dalam pertandingan besar. Kami perlu saling meningkatkan, kami perlu menjadi lebih baik dan itu akan segera terjadi,” lanjutnya.

     Dua tim (Belgia dan Inggris) yang lelah dan kecewa ini bermain panas dengan penonton yang didominasi oleh fans Rusia yang netral dan tidak menakutkan bagi tim manapun tetapi Belgia memulai dengan mudah.

     Mereka mencetak gol ketika Romelu Lukaku mengayunkan bola ke kiri ke Nacer Chadli yang membongkar sayap dan menyelipkan bola melewati muka gawang, dan Meunier dengan percaya diri melewati Jordan Pickford.


     Meunier adalah pencetak gol ke-10 Belgia yang berbeda di Piala Dunia ini - menyamai rekor yang dibuat oleh Prancis pada 1982 dan Italia pada 2006.

     Sementara itu, manajer tim Inggris Gareth Southgate membuat lima perubahan pemain yang berbeda dari pertandingan menghadapi Kroasia, dan Roberto Martinez hanya melakukan dua perubahan pemain.

Meunier bisa kembali dari skorsing akumulasi kartu kuning, dan Youri Tielemans dipilih untuk memulai pertandingan daripada Marouane Fellaini di lini tengah dengan menurunkan tiga pemain kuat mereka yang bermain di depan tetap Lukaku, Kevin de Bruyne dan Eden Hazard.

     De Bruyne seharusnya bisa mengubah skor menjadi 2-0 ketika bola sampai di kakinya di tiang jauh setelah John Stones tergelincir, tetapi tendangannya yang lemah dengan mudah diatasi oleh Pickford.
Kane, pencetak gol terbanyak sementara pada turnamen ini dengan enam gol, memiliki peluang ketika dioper oleh Raheem Sterling tetapi ia tidak seimbang dan menggagalkan tembakannya.

     Southgate memasukkan Marcus Rashford menggantikan Sterling dan Jesse Lingard menggantikan Danny Rose setelah jeda babak pertama, dan pergantian tersebut membawa efek baik, dengan Inggris menguasai lebih banyak bola di babak kedua.

     Beberapa peluang tim Inggris tercipta. Namun pertandingan seolah selesai ketika De Bruyne menerobos dari lini tengah dan mengoper bola ke Hazard, yang melesat melewati Phil Jones dan Hazard melepaskan tembakan ke pojok bawah.

     Pencapaian Inggris tahun ini menyamai posisi keempat mereka pada tahun 1990 sejak terakhir kali meraih kemenangan di Piala Dunia 1966, dan Southgate senang dengan cara timnya menangani setiap pertandingan.

“Saya bangga dengan apayang seluruh pemain lakukan, dan hari ini akan selalu menjadi pertandingan yang sangat sulit. Kami bertanding melawan salah satu tim terbaik dunia dengan bakat-bakat individu luar biasa, dan kami hanya memiliki dua hari untuk bersiap-siap,” ujarnya.

     Belgia mendapatkan medali perunggu, tetapi bek Vincent Kompany berandai-andai timnya dapat mengakhiri turnamen ini dengan lebih baik.

“Kami sudah sangat dekat dengan final, yang sebelumnya saya kira harus kami menangkan. Tetapi pencapaian ini juga indah. Sebuah kado untuk para pendukung kami. Kami memainkan tujuh pertandingan dan memenangkan enam di antaranya,” ujar Kompany.

*sumber: Reuters
Share This :