Bukan Messi atau Ronaldo, Namun Panggung Bagi Mbappé dan Cavani

Bukan Messi atau Ronaldo, Namun Panggung Bagi Mbappé dan Cavani
Bukan Messi atau Ronaldo, Namun Panggung Bagi Mbappé dan Cavani


     Memimpin timnas sepakbola Argentina dan Portugal, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia. Momentum keduanya dirusak oleh dua pemain yang sama-sama bermain untuk tim Paris Saint Germain, Kylian Mbappé dan Edinson Cavani.

     Bermain di Kazan Arena, keunggulan 2-1 Argentina di menit 48 harus sirna ketika Benjamin Pavard mencetak gol tunggalnya pada menit 57. Kylian Mbappé menjadi bintang karena keseluruhan penampilannya yang terus menusuk pertahanan Argentina serta dwigolnya di menit 64 dan 68.

     "Seluruh pemain terbaik ada di Piala Dunia," kata Mbappé. “Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan yang kami ketahui tentang cara melakukan dan menunjukkan kemampuan kami. Tidak ada tempat yang lebih baik daripada Piala Dunia,” sambung Mbappé.

     Keberhasilan Mbappé pada level ini tidak terlalu mengejutkan. Dia adalah salah satu pemain termahal di dunia setelah pindah dari Monaco ke Paris Saint Germain tahun lalu.

    “Saya sangat senang dan bersyukur dia terlahir sebagai pemain Prancis,” puji Deschamps, pelatih timnas sepakbola Prancis. “Dia mengerti sepakbola dengan sangat baik, dan saya tidak akan mau mengatakan sebaliknya. Dalam pertandingan penting, dia menunjukkan semua bakatnya.”

    "Sungguh menyenangkan menjadi orang kedua yang bisa mencetak dua gol dalam pertandingan Piala Dunia di umur belasan setelah Pelé, tetapi mari kita menempatkan hal-hal dalam konteks yang sesuai. Pelé berada pada level lain yang jauh di atas, tetapi saya merasa senang berada di antara sosok-sosok seperti ini,” jelas Mbappé setelah dinobatkan menjadi Man of The Match pada pertandingan versus Argentina.

     Sementara itu, Edinson Cavani mencuri panggung di Fisht Stadium, Sochi ketika Uruguay harus berhadapan melawan pemilik trofi Euro 2016, Portugal. Diprediksi menjadi Clasico mini antara Luis Suarez dan Cristiano Ronaldo, Cavani mencuat karena penampilan apiknya dengan seluruh kemampuan yang ditunjukkannya: operan, sprint, gol, bahkan tekel.

     Akan tetapi, sungguh disayangkan Cavani harus ditarik ke luar karena mengalami cedera untuk digantikan oleh Cristhian Stuani pada menit ke-76. Cavani berujar pada salah satu TV Uruguay bahwa dia mengira dia mengalami cedera hamstring. Dengan pertandingan melawan Prancis yang hanya tinggal 6 hari lagi, tentu ini bukan berita menggembirakan bagi sang pemain sendiri dan bagi timnas Uruguay yang sangat diuntungkan dengan penampilan dan kontribusinya yang luar biasa sejauh ini.

     Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez memberikan keterangan berkenaan dengan cedera yang dialami Cavani.

    "Dia mengalami cedera dan dia merasakan sakit. Saya tidak tahu persisnya sekarang karena saya belum berbicara dengan tim medis. Namun, lima hari lagi kami harus bertanding dan kami tidak memiliki banyak waktu untuk pemulihan di sini. Kami akan mendapatkan analisis dan diagnosis tepat waktu, tetapi saat ini kami tentu saja khawatir. Kami tidak tahu pasti seberapa serius cederanya,” jelas Tabarez kepada media.

     Bisa sembuh tepat waktu atau tidak, cedera Cavani dianggap tidak menurunkan daya juang Suarez dkk. untuk berusaha mengatasi permainan cepat Mbappé bersama timnya, dan menjadikan pertandingan perempat final melawan Prancis akan tetap berlangsung ketat. Pelatih Uruguay pun menekankan, “Kami memiliki tim dengan pola pikir yang sangat kuat. Kami akan selalu bersatu secara kolektif melawan tim manapun.”

     Ironisnya lagi, kedua tim yang dipimpin Messi dan Ronaldo seperti sama-sama tidak mempunyai niat untuk menmberhentikan dan mencegah Mbappe dan Cavani bergerak bebas. Argentina dan Portugal harus tersisih dengan juga sama-sama mencatatkan penguasaan bola yang jauh lebih dominan dari lawannya masing-masing. Messi dan Ronaldo pun tidak mendapat banyak bola untuk dikuasai dan tidak mencetak gol. Keduanya gagal tampil heroik di pertandingan pertama fase gugur Piala Dunia 2018 yang kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhir keduanya.

     Apabila tidak tampil di Piala Dunia 2022, Messi dan Ronaldo menjadi dua pemain terbaik dunia pada masanya yang nirgelar tertinggi sepakbola dunia, menyusul Alfredi Di Stefano, Johan Cruijff, Michel Platini, Paolo Maldini, dan lain-lain. Mereka akan tetap menjadi pemain-pemain yang kehadirannya di tunggu khalayak ramai, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, apabila tampil di Piala Dunia selanjutnya, bukan tidak mungkin harapan timnas masing-masing masih digantungkan pada pundak keduanya.

Sumber: Telegraph, BBC, The New York Times, Evening Express

Share This :